back to top
Rabu, Oktober 28, 2026

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Jadi Sorotan, Muhammadiyah dan MUI Tekankan Solidaritas Palestina

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Perdebatan mengenai hubungan seni, politik, dan kemanusiaan kembali mengemuka menjelang pertunjukan musisi internasional. Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia pada 31 Oktober di kawasan Candi Borobudur dan 3 November 2026 di Jakarta menuai keberatan dari berbagai kalangan karena rekam jejak sang penyanyi yang dinilai perlu dipertimbangkan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina perlu diwujudkan melalui sikap kritis terhadap kegiatan yang berpotensi mendukung penjajahan.

Dalam tayangan pengantar program Ruang Publik TVMu, Ahad (24/10), ia mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan konsekuensi dukungan, termasuk melalui aktivitas seni dan hiburan.

“Jika sebuah konser itu dimaksudkan untuk menggalang dana dan apalagi jika dana itu digunakan untuk menjustifikasi, mendukung kezaliman dan penjajahan, maka itu juga sesuatu yang tidak mungkin kita benarkan,” ujarnya.

Sikap tersebut juga menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap konser Andrea Bocelli di Indonesia. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan bahwa keberatan lembaganya didasarkan pada penelusuran rekam jejak penyanyi tenor asal Italia itu, bukan kualitas musik maupun agama yang dianutnya.

Rekam Jejak dan Tanggung Jawab Pemerintah

Sudarnoto menyoroti partisipasi Bocelli dalam acara Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010. Ia juga menyebut kolaborasi Bocelli dengan penyanyi Israel Idan Raichel di Dubai Opera pada 2020 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022 sebagai bagian dari pertimbangan MUI.

Baca Juga:  Minim Studi Keislaman Pasca Pandemi, UMM Gelar Webinar Internasional

“MUI telah menyampaikan pesan, usulan kepada pemerintah bahwa Bocelli dengan sangat nyata dalam rekam jekaknya berdasarkan sumber kelompok zionis di Amerika telah menjadi bagian dari acara penggalangan dana untuk tentara Israel, bukan masyarakat Israel. Tentara Israel atau IDF dengan sangat nyata,” katanya.

MUI telah menyampaikan sikap kepada pemerintah dan berharap keputusan penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia ditinjau kembali. Ia juga menilai donasi 100 ribu pasang sepatu untuk anak-anak Palestina yang disebut disiapkan promotor tidak menjawab persoalan rekam jejak yang dipersoalkan.

Di sisi lain, pemerintah memastikan konser tetap berlangsung. Polri menyatakan perizinan telah diterbitkan sejak lama, sedangkan promotor menyebut acara membawa pesan perdamaian dan disertai aksi kemanusiaan.

Perdebatan konser Andrea Bocelli di Indonesia memperlihatkan ketegangan antara penyelenggaraan hiburan internasional dan aspirasi solidaritas Palestina.

MUI meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keputusannya. Polemik ini menjadi pengingat bahwa kegiatan budaya juga dapat memunculkan pertanyaan mengenai etika, rekam jejak, dan tanggung jawab kemanusiaan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru