Manfaatkan Waktumu, Manusia Tak Boleh Merugi! - IBTimes.ID
Tafsir

Manfaatkan Waktumu, Manusia Tak Boleh Merugi!

3 Mins read

Sahabat pembaca yang dirahmati Allah.

Manusia hidup tidak boleh merugi. Itulah ciri orang beriman. Mereka senang beramal saleh. Mereka juga saling mengingatkan agar tetap beramal saleh secara benar, dan tetap bersabar dalam iman dan perjuangan ketika beramal saleh (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

Suatu hari Khalifah Umar bin Khatab menasihati seseorang yang menghabiskan waktunya berlalu begitu saja tanpa ada manfaat dia peroleh: “Saya benci melihat orang punya waktu luang tanpa diisi dengan kegiatan ukhrawi, tidak pula dengan kegiatan duniawi. Bagi orang Muslim waktu adalah amal untuk beribadah. Manusia akan merugi sepanjang masa jika tidak dapat memanfaatkan watu yang dimiliki,

Marilah kita selalu mengingatkan diri sendiri (juga teman kita) akan kewajiban memelihara iman, untuk selalu beribadah, berbuat baik, selalu bersabar atas derita, cobaan, dan musibah yang kita hadapi (QS. Al-‘Ash: 1-3).

Berapa Lama Umur Manusia?

Ketika ditanya berapa lama anda tinggal di bumi? Mereka menjawab serasa “hanya sehari atau setengah hari”. atau hanya sehari atau setengah hari saja? (QS. Al-Mukminun ayat 112-113). Orang Jawa bilang hanya selama “mampir ngombe”.

Dalam QS. 22 Al-Hajj ayat 47 Allah berfirman:

إِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Sesungguhnya (umur) sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

Diketahui; satu hari di sisi Allah sama dengan 1.000 tahun hidup di dunia. Pertanyaan: Jika umur kita di dunia 100 tahun, berapa lamakah kita hidup di sisi Allah?

Jawab:

Cara perhitungan:

  • 1.000 tahun di dunia =  1 hari di sisi Allah
  • 1.000 tahun di dunia =  24 jam di sisi Allah
  • 100 tahun  di dunia   =  2, 4 jam di sisi Allah
Baca Juga  Tafsir Al-Insan 1-3: Manusia yang Tidak Penting

=  2,4 x 60 menit

= 144 menit

=  2 jam + 24 menit

  • Jadi hidup kita 100 tahun di dunia setara dengan 2 jam+24 menit di sisi Allah

Hitungan lain:

1000 tahun di dunia  = 1 hari di sisi Allah

1,000 tahun di dunia =  24 jam di sisi Allah

500 tahun di dunia    =  12 jam

250 tahun                  =   6 jam

125 tahun                  =  3 jam

62,5 tahun                 =  1,5 jam

Rasulullah meninggal pada usia 63 tahun. Di sisi Allah Rasulullah hidup hanya sekitar satu setengah jam.

Gunakan Waktumu yang Masih Tersisa ini Seefektif Mungkin

Rasulullah bersabda:

Jaga 5 keadaan sebelum (datangnya) 5 (keadaan yang lain); a) masa mudamu sebelum masa tuamu, b) sehat sebelum sakitmu. c) kayamu sebelum miskinmu,  d) waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, e) dan hidup sebelum matimu.

Untuk apakah kelima hal di atas diadakan: Untuk mencari rida Allah semata. Karena waktu kita sangat terbatas, tidak sebanding dengan nikmat Allah. Isya Allah dengan rida-Nya kita bisa masuk surga.

Waktu terbagi menjadi 3, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Masa lalu sudah kita lalui dan tidak bisa diperbaiki apa pun adanya. Masa sekarang adalah yang sedang kita hadapi ini, saat-saat kita mesti berbuat sesuatu dan berhati-hati. Sedang masa depan ada sisa waktu yang harus kita tempuh dan kita persiapkan. Ini adalah waktu yang bisa diharapkan untuk mengadakan program perbaikan /program remidi.

Waktu Efektifmu Adalah Usia 40-an Tahun

Dalam Tafsir Al Azhar Juz 30, tentang Surat At-Tin, Prof.Dr HAMKA mengutip Hadits panjang riwayat Abu Ya’laa dari Anas bin Malik, menggambarkan 9 fase kehidupan manusia sebagai berikut:

  1. Seorang anak yang dilahirkan apabila sudah mulai tumbuh pengertian apabila dia beramal saleh ditulis pahala untuk ayahnya atau kedua orang tuanya. Dan jika dia berbuat salah, tidak ditulis untuk dirinya dan tidak untuk orang tuanya.
  • Apabila dia sudah mulai timbul kesadaran, mulai berjalan Qalam Allah, diperintahkan Allah dua Malaikat yang selalu menyertai agar anak itu dijaga baik-baik dan diawasi.
  • Apabila telah mencapai 40 tahun dalam Islam, diamankan Allahlah dia dari tiga macam bala bencana, yaitu: a) gila, b) penyakit kusta, c) penyakit balak
  • Apabila dia mencapai usia 50 tahun, diringankan Allahlah hisab (perhitungannya)
  • Apabila dia telah mencapai 60 tahun, diberi Allahlah kesukaan kembali kepada Allah (inabah) dengan amalan-amalan yang disukai Allah
  • Apabila dia telah mencapai 70 tahun, jatuh cintalah kepadanya seluruh isi langit
  • Apabila dia telah mencapai 80 tahun, dituliskan Allahlah segala kebaikannya dan dilampaui Allah saja kesalahan-kesalahannya
  • Apabila dia telah mencapai 90 tahun, diampuni Allahlah dosa-dosanya yang terdahulu dan yang kemudian, dan menjadi syafaatlah dia bagi kalangan ahli rumahnya,dan ditulislah dia sebagai Aminullah (kepercayaan Allah), dan adalah dia tawanan Allah di muka buminya
  • Apabila dia telah mencapai ardzalil-‘umur (usia sangat lanjut) sehingga dia tidak mengetahui apa-apa lagi sesudah begitu cerdas dulunya, akan dituliskan Allah tentang dirinya yang baik-baik saja sebagaimana yang diamalkannya diwaktu sehat dahulu, dan kalau dia berbuat salah tidaklah dituliskan apa-apa.
Baca Juga  Syukur Yes, Kufur No: Menjadi 'Abdan Syakura'

Ketika menafsirkan ardzalil-‘umur ini, Ibnu Abas menafsirkan: “Asal saja dia taat kepada Allah pada masa-masa mudanya, meskipun dia sudah sangat tua sehingga akalnya tidak jalan lagi, namun baginya masih dituliskan amal salehnya sebagaimana pada waktu mudanya itu jua, dan tidaklah dia dianggap berdosa lagi atas perbuatannya pada waktu akalnya tidak ada lagi itu. Sebab dia beriman dan taat kepada Allah pada masa mudanya.”

Jangan Lengah

Allah ingatkan agar urusan harta dan anak, jangan menyebabkan kita lengah pada kewajiban beribadah. Infakkan harta kekayaan Anda senyampang maut belum menjemput.

Di neraka kelak, banyak orang meraug-raung minta dihidupkan kembali ke dunia. Mereka menyesal akibat keberpalingan dan kekafiran mereka. Mereka memohon kepada Allah agar dihidupkan lagi ke dua. Mereka berjanji jika dihidupkan kembali ke dumia, mereka akan jadi ahli sedekah dan alhli amal shalih.

Sayang, sudah terlambat, dunia sudah hancur karena hari kiamat. Dan Allah pun paham, kalau toh dihidupkan kembali, mereka akan tetap menjadi umat yang berpaling dan kafir. Dasar mental munafik bobrok. Sudah diberi umur panjang masih juga kafir (QS. Al-Munafiqun: 9-11).

Editor: Yahya FR
Avatar
61 posts

About author
Majelis Pustaka PCM Semin
Articles
Related posts
Tafsir

Ketika Allah Melarang Manusia untuk Berputus Asa

3 Mins read
Tanpa kita sadari, berputus asa merupakan suatu hal yang sering terjadi pada setiap insan. Rasa putus asa melanda ketika kita sedang dalam…
Tafsir

Perintah Al-Qur'an untuk Memperhatikan Perempuan dan Anak

4 Mins read
Ketakwaan sebagai Standar Kemuliaan Seseorang “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian terdiri dari laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku agar kalian…
Tafsir

Banyak Bertanya adalah Kebiasaan Bani Israil, Benarkah?

3 Mins read
Bani Israil – Bertanya merupakan aktivitas berpikir penting dalam menunjang perkembangan intelektual seseorang. Selain itu, bertanya akan memunculkan berbagai insigt dan pandangan…

Tinggalkan Balasan