back to top
Kamis, April 23, 2026

MDMC Tekankan Peran Strategis Logistik dalam Respons Bencana di Indonesia

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Penguatan sistem logistik kemanusiaan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan efektivitas respons bencana di Indonesia. Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema “Memahami Logistik Kemanusiaan melalui Pendekatan Komprehensif”, pada Kamis (23/4).

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menegaskan bahwa pengalaman dari berbagai peristiwa bencana harus menjadi pijakan untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama dalam aspek logistik yang kerap menjadi tantangan di lapangan.

“Pengalaman-pengalaman nyata mengajarkan kita untuk tidak lengah. Kita harus terus mempersiapkan diri, karena ke depan masih banyak tantangan, terutama dalam pengelolaan logistik saat bencana terjadi,” ujarnya di Gedung Siti Moendjijah, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Menurutnya, kesiapan logistik tidak hanya berkaitan dengan distribusi bantuan, tetapi juga menyangkut sistem yang mampu menjamin kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan penanganan respons bencana.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Sistem Respons Bencana

Pentingnya logistik kemanusiaan juga mendapat perhatian dari mitra internasional. First Secretary for Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia, Catherine Meehan, menyebut bahwa sebagian besar operasi tanggap darurat sangat bergantung pada sistem logistik yang kuat.

“Sekitar 80 persen operasi tanggap darurat berkaitan dengan kegiatan logistik. Logistik adalah kapabilitas strategis yang berperan inti dalam menyelamatkan nyawa, menyalurkan bantuan secara bermartabat, serta memperkuat kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Riset 2020: Indonesia Negara Paling Religius di Dunia

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Australia untuk terus memperkuat kerja sama jangka panjang dengan Indonesia. Komitmen tersebut difokuskan pada pengembangan sistem logistik kemanusiaan yang lebih tangguh dan terintegrasi.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan MDMC, di berbagai level.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengingatkan bahwa penanganan dan respons bencana di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Ia menilai bahwa fokus tidak hanya pada aspek logistik, tetapi juga pada pemahaman terhadap akar penyebab bencana.

“Kita tidak hanya cukup berbicara soal logistik dan kebutuhan. Kita juga perlu memperhatikan akar penyebab bencana. Ini adalah tantangan besar yang harus kita kerjakan bersama-sama,” tegasnya.

Seminar ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan mitra internasional. Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan sistem penanggulangan bencana di Indonesia dapat semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan serta martabat kemanusiaan.

MDMC berharap forum ini mampu mendorong penguatan kapasitas logistik kemanusiaan sebagai bagian integral dari sistem kebencanaan nasional yang berkelanjutan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru