Menag Yaqut: Perayaan Dharma Santi Nyepi Kuatkan Fungsi Agama sebagai Inspirasi
Report

Menag Yaqut: Perayaan Dharma Santi Nyepi Kuatkan Fungsi Agama sebagai Inspirasi

2 Mins read

IBTimes.ID – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terus menekankan bahwa agama harus menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan pemahaman ini maka diharapkan dalam beragama tak hanya akan terwujud kedekatan makhluk dengan Tuhan, namun juga memunculkan sikap saling menghormati, toleransi dan sekaligus memuliakan alam seisinya.

Demikian dikatakan Menag Yaqut jelang Puncak Perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Nasional yang akan digelar di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Sabtu (27/3/2021) siang. Pada perayaan ini rencananya juga akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual.

Menurut Menag, Perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1943 kali ini tepat menjadi momentum untuk mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana yang merupakan ciri khas Hindu di Indonesia.

Menag menyebut, dalam Hindu juga dikenal ada ajaran “tat twam asi” yang bermakna “aku adalah engkau harus menginspirasi untuk saling menghormati, saling rukun, dan bertoleransi”. Dengan inspirasi ajaran “tat twam asi” tersebut, lanjutnya, sudah sepatutnya umat Hindu memperlakukan orang lain apa pun agama, suku, dan kelas sosialnya secara adil tanpa ada diskriminasi.

“Saya kira inilah inti moderasi beragama yang roadmap-nya telah selesai dibuat Kementerian Agama (Kemenag) dan akan menjadi acuan kehidupan bermasyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap Menag, Jumat (26/3/2021).

Menag Yaqut mengungkapkan, ajaran Hindu yang sangat menjaga budaya luhur juga diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk melestarikan warisan luhur bangsa peninggalan-peninggalan bersejarah seperti candi-candi di tanah Jawa terutama Candi Prambanan di Yogyakarta.

“Saya yakin jika Candi Prambanan dirawat dan sekaligus dijadikan tempat kegiatan ritual, spiritual, dan budaya maka dua keuntungan akan didapatkan, yaitu kelestarian cagar budaya dan juga peningkatan kunjungan wisata,” terang Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Baca Juga  Survey Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag Tri Handoko Seto mengatakan, makna Tri Hita Karana dalam perayaan Hari Suci Nyepi selain bertujuan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan juga menjaga hubungan sesama manusia. Tak hanya itu, Tri Hita Karana juga bertujuan memuliakan alam dengan memberinya jeda untuk menata keseimbangannya.

“Nyepi harus menginspirasi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon kepada Tuhan agar persoalan bangsa saat ini segera selesai,” pesan Tri Handoko Seto.

Kegiatan Dharma Santi Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru 1943 di Candi Prambanan digelar Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama bekerja sama Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan secara daring via zoom dan luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pada kesempatan ini, Presiden Joko Widodo dan Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menyampaikan pesan dan sambutan secara virtual. Adapun Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X dijadwalkan hadir di pelataran Candi Prambanan.

Dharma Santi merupakan ajang pertemuan atau silaturahmi untuk dapat saling memaafkan kesalahan masing-masing serta mengupayakan untuk tidak membuat kesalahan lagi di kemudian hari. Dharma Santi merupakan bagian dari sad dharma atau enam cara umat Hindu dalam menyebarkan ajaran dharma atau agama.

Editor: Yusuf

Redaksi
221 posts

About author
IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan
Articles
Related posts
Report

Abdul Mu’ti: "17 Karakter Berkemajuan ala KH Ahmad Dahlan"

2 Mins read
Islam berkemajuan sering digaungkan oleh Muhammadiyah. Gerakan Islam Berkemajuan sendiri sebenarnya bukan hal yang baru hadir di Muhammadiyah, melainkan telah menjadi spirit…
Report

Hyung-Jun Kim: "Muhammadiyah Perlu Sosok Youtuber!"

2 Mins read
Persyarikatan Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang sangat sukses dengan dakwahnya di berbagai bidang. Bahkan menurut Robert W. Hefner tidak ada organisasi…
Report

Haedar Nashir: "Muhammadiyah Bukan Gerakan Revivalisme atau Fundamentalisme Islam!"

2 Mins read
IBTimes.ID – Dalam agenda Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 April 2021, dalam pidato kuncinya, Haedar Nashir menerangkan…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa