back to top
Sabtu, Februari 14, 2026

Muhammadiyah Konsolidasikan Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Fokus Pemulihan Berkelanjutan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Pos Koordinasi Nasional Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Lokakarya Integrasi Rencana Aksi Kolaboratif guna memperkuat program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (10/2/2026), ini difokuskan pada penguatan pemulihan pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Forum tersebut mempertemukan unsur Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (MLO) Muhammadiyah untuk menyusun kerangka kerja terpadu dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi (RR).

Lokakarya ini dirancang untuk menyelaraskan perencanaan, memetakan kebutuhan lapangan, serta memperkuat kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah berbasis analisis kebutuhan dan prinsip pengurangan risiko bencana.

Penekanan diberikan pada pentingnya perencanaan berbasis data, kesinambungan program, serta pelibatan aktif masyarakat terdampak agar proses pemulihan lebih tepat sasaran.

Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menegaskan bahwa sinergi internal menjadi kunci keberhasilan agenda pemulihan jangka panjang.

“Kerja-kerja rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan orkestrasi yang rapi. Seluruh unsur Muhammadiyah harus bergerak dalam satu barisan agar dampaknya optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Transisi ke Fase Pemulihan Jangka Panjang

Pengarah Poskornas sekaligus Ketua MDMC, Budi Setiawan, menyebut lokakarya ini sebagai ruang strategis untuk menyamakan perspektif. Ia juga menegaskan pentingnya merumuskan langkah konkret yang terintegrasi di daerah terdampak.

“Dialog ini penting untuk menyamakan perspektif, memperjelas pembagian peran, serta memastikan setiap program menjawab kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Child Grooming, DPR Usul Larangan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Ia juga mengapresiasi dukungan UMSU sebagai tuan rumah yang memfasilitasi konsolidasi lintas unsur tersebut.

Forum ini menandai pergeseran dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan jangka panjang (recovery phase) dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai subjek utama.

Konsolidasi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di tiga provinsi terdampak difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, seperti pendidikan, layanan kesehatan, hunian warga, program WASH (water, sanitation, and hygiene), pemberdayaan ekonomi, dukungan psikososial, serta penguatan organisasi dan relawan lokal.

Selain pembangunan fisik, program rehabilitasi dan rekonstruksi diarahkan pada pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Peningkatan kapasitas relawan dan pengelola program, kejelasan alur koordinasi, serta pembagian peran antarunsur juga menjadi komitmen bersama dalam lokakarya ini.

Strategi koordinasi satu pintu melalui MDMC dengan prinsip one Muhammadiyah one response serta penggalangan dana terpadu melalui Lazismu diharapkan mampu menjamin keberlanjutan program di lapangan. Sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis turut didorong agar proses pemulihan berjalan lebih efektif.

Melalui konsolidasi ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak dapat bangkit dan membangun kembali kehidupannya secara lebih tangguh.

(NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru