back to top
Kamis, Oktober 22, 2026

Muhammadiyah Produksi 200 Ton Pupuk Petroganik, Ikhtiar Menghubungkan Limbah dan Kemandirian Pangan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Penguatan kemandirian pangan tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada ketersediaan sarana produksi pertanian yang berkualitas. Melalui pengembangan usaha pupuk petroganik, Muhammadiyah berupaya memperluas kontribusi ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan sektor pertanian dan peternakan nasional.

Muhammadiyah menggandeng PT Petrokimia Gresik dalam pengembangan produksi pupuk petroganik. Komitmen tersebut ditandai dengan tasyakuran penerbitan penerbitan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Petroganik di Arjuna Lounge PT Mentari Niaga Utama (MNU), Sentolo, Kulonprogo, Rabu (21/10/2026).

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi dapat menjadi bagian dari dakwah apabila memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan rakyat perlu menjadi salah satu orientasi pengembangan usaha Muhammadiyah.

“Dakwah itu maknanya sangat luas. Kalau rakyat sejahtera, itu sejatinya juga bagian dari dakwah,” ujar Sayuti.

Pengembangan pupuk petroganik Muhammadiyah diarahkan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian sektor pertanian dan peternakan. Sayuti menilai, Muhammadiyah perlu memperluas perhatian dari sektor pendidikan dan keagamaan menuju bidang-bidang ekonomi strategis yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu Muhammadiyah perlu masuk tidak hanya mengurusi pendidikan, masjid, kotoran hewan juga harus kita urus,” katanya.

Menguatkan Pertanian melalui Pengelolaan Sumber Daya

Menurut Sayuti, pertanian dan perikanan Indonesia perlu memiliki daya saing agar mampu menopang kebutuhan dalam negeri. Karena itu, pengembangan pupuk petroganik Muhammadiyah menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem produksi pangan melalui penyediaan sarana pertanian.

Baca Juga:  Muhammadiyah Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Pelembagaan Usaha

“Tentu Ini menjadi lahan dakwah yang sangat menantang. Bagaimana mengurus kotoran hewan sehingga menjadi pupuk untuk kemandirian pangan kita,” ujar Sayuti.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan sumber daya, termasuk bahan organik dari peternakan, dapat dikaitkan dengan penguatan sektor pertanian. Namun, manfaatnya bergantung pada mutu produk, proses produksi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan petani.

Target Produksi 2.000 Ton

Dalam kesempatan itu, Sayuti memohon dukungan berbagai pihak agar amanah produksi 2.000 ton pupuk petroganik dapat terlaksana dengan baik. Target ini menjadi bagian penting dari pengembangan usaha pupuk petroganik Muhammadiyah bersama mitra industrinya.

“Di Muhammadiyah itu prinsipnya ihsan. Dalam hal ini, implementasinya pupuk itu harus bagus. Menyiapkan pupuk itu sama artinya dengan memberi makan perut banyak orang. Yang inshaAllah menjadi amal sholeh kita semua,” pungkasnya.

Muhammadiyah berupaya menghubungkan pengembangan usaha, pemberdayaan sektor pertanian, dan dakwah sosial. Keberhasilan produksi serta distribusi pupuk yang berkualitas diharapkan dapat mendukung produktivitas petani dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru