Sekitar 50 anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2026 memulai kunjungan mereka ke Yiwu sebuah kota bisnis terletak di bagian tengah Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur.
Posisi kota ini cukup strategis karena dekat dengan kota-kota besar di pesisir timur Tiongkok seperti Hangzhou, Shanghai, dan Ningbo. Kota Yiwu dikenal sebagai “Supermarket Dunia” karena dia merupakan kota grosir terbesar di muka bumi saat ini.
Kota Yiwu memiliki International Trade City (Pasar Yiwu) yang luasnya sekitar 6,4 juta meter persegi, terbagi ke dalam 5 distrik besar, dan dapat menampung lebih dari 75.000 stan penyuplai yang menjual jutaan jenis produk yang berbeda.
Di Yiwu harga barang terbilang sangat murah, karena ekosistem industrinya yang sangat mendukung dan luar biasa efisien. Di Yiwu para pelaku pasar mulai dari produsen, pemasok dan distributor sama-sama berada di satu tempat sehingga pembeli bisa langsung berhubungan dengan pihak pabrik atau produsen tanpa perlu ada perantara.
Di samping itu yang juga cukup menarik di Yiwu ini yaitu adanya kemudahan yang diberikan oleh para pengusaha kepada para pembeli berupa penawaran kuantitas order minimum yang rendah sehingga membuat para pengusaha UMKM yang datang dari berbagai daerah dan negara yang memiliki dana dan modal terbatas tetap dapat berbelanja.
Di samping itu para pembeli juga tidak akan mengalami kesulitan dalam pengiriman barang dari Yiwu ke daerah dan negara mereka sebab kota Yiwu dekat dengan pelabuhan laut Ningbo dan Shanghai serta terhubung secara langsung dengan jalur kereta barang internasional yang akan mengangkut barang ke negara-negara di Asia tengah dan Eropa sehingga hal ini telah membuat pergerakan barang dari kota Yiwu ke berbagai negara di dunia termasuk ke Indonesia berjalan dengan lancar.
Pertanyaannya kapankah Indonesia akan bisa punya kota seperti Yiwu? Jawabnya tidak tahu.
Editor: Soleh


