back to top
Senin, November 2, 2026

Munas Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII Siapkan Lima Agenda Strategis, dari Fikih Lansia hingga Kedaulatan Pangan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan menggelar Munas Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII di Surabaya pada 5–7 November 2026. Forum ini akan membahas lima agenda strategis yang berkaitan dengan persoalan keagamaan dan tantangan kehidupan masyarakat kontemporer.

Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, mengungkapkan lima materi utama tersebut dalam konferensi pers di Aula PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (2/11). Kelima materi itu meliputi Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, dan Fikih Ibadah.

Pembahasan pertama mengenai Fikih Lanjut Usia akan diarahkan untuk menjawab tantangan meningkatnya jumlah penduduk lansia, termasuk persoalan ibadah, kehidupan keluarga, dan tanggung jawab sosial terhadap orang tua.

Syamsul menilai diperlukan panduan keagamaan yang dapat membantu lansia menjalani kehidupan secara bermartabat sekaligus memperkuat kesadaran keluarga dalam menjalankan nilai birr al-wālidain atau berbakti kepada orang tua.

“Betapa sengsaranya ketika kita mendengar fenomena orang tua yang meninggal dunia dalam kesendiriannya. Tiba-tiba 2 hari kemudian baru diketahui ia meninggal dunia dalam kesendirian dan jauh dari lingkungan orang-orang yang membantunya,” ujar Syamsul.

Kedaulatan Pangan dan Penguatan Nilai Keislaman

Agenda kedua adalah Fikih Kedaulatan Pangan. Kajian ini akan membahas pemenuhan kebutuhan pangan yang beragam dan sehat, kesejahteraan petani, serta keadilan dalam sistem pangan. Materi tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan Fikih Agraria.

Baca Juga:  Fatwa Tarjih: Hukum Cryptocurrency Halal sebagai Aset, Tidak untuk Alat Transaksi

Syamsul menyoroti persoalan kelaparan global sebagai salah satu alasan pentingnya kajian tersebut.

“Saya tahun 2024 menghadiri konferensi tingkat menteri di Brazil. PBB menyatakan bahwa tidak kurang dari 775 juta orang kelaparan. Itu lebih dari sepertiga penduduk dunia yang tidak mendapatkan makanan layak, mengalami kelaparan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Munas Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII juga akan menyusun Risalah Akidah Islam sebagai pedoman sistematis bagi warga Muhammadiyah dalam memahami akidah sekaligus merespons berkembangnya fenomena agnostisisme.

Agenda keempat, Risalah Akhlak Islam Praktis, akan memberikan panduan penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasannya mencakup ujaran kebencian di ruang digital, korupsi, kekerasan dalam keluarga, dan kepedulian lingkungan.

“Tidak mungkin ada bangsa kekal tanpa akhlaknya yang baik,” ucap Syamsul.

Agenda terakhir adalah Fikih Ibadah. Pembahasan akan mencakup peninjauan hukum kunut witir dan bacaan tatswib dalam azan Subuh, yakni kalimat ash-shalātu khairun minan naum.

Melalui Munas Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII, Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat panduan keagamaan yang responsif terhadap perkembangan zaman.

Hasil pembahasan forum ini juga diharapkan menjadi rujukan bagi warga persyarikatan dan masyarakat luas dalam menjalankan kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru