Pendidikan

Pemerintah Perkuat Agenda Revitalisasi dan Digitalisasi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional

1 Mins read

IBTimes.ID – Pemerintah diproyeksikan terus memperkuat agenda revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hal ini sebagaimana dilaporkan kumparan.com melalui pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (13/11/2025).

Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi akan menjadi elemen penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Kami menegaskan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya kita memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Mu’ti.

Mu’ti menjelaskan bahwa visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejalan dengan amanat konstitusi dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Yang pertama, visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 45, Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 dan Asta Cita Bapak Presiden, khususnya Asta Cita yang keempat, adalah pendidikan bermutu untuk semua,” ucapnya.

Mu’ti menambahkan bahwa program revitalisasi dan digitalisasi kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Program ini juga termasuk prioritas nasional yang secara langsung diamanatkan Presiden kepada kementerian.

“Dalam kaitan ini, ada beberapa program prioritas yang merupakan program prioritas Bapak Presiden sekaligus juga program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Yang pertama adalah program Revitalisasi dan Digitalisasi,” tambahnya.

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui swakelola sehingga sekolah dapat mengelola program secara mandiri sesuai proposal yang disetujui. Mu’ti menegaskan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan dan pelaporan.

“Pelaksanaan maupun pelaporannya harus selesai pada selambat-lambatnya 15 Desember tahun 2025,” jelas dia.

Melalui pendekatan revitalisasi dan digitalisasi ini, pemerintah diperkirakan mampu memperluas pemerataan layanan pendidikan di berbagai daerah. Langkah tersebut juga dinilai membuat pendidikan lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan. Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat komitmen nasional terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah di seluruh daerah.

Baca Juga  Biyanto: Antisipasi Lost Generation

(NS)

Related posts
Pendidikan

Tunjangan Khusus Rp2 Juta untuk Tiap Guru Wilayah Terdampak Bencana dari Kemendikdasmen

1 Mins read
IBTimes.ID – Di tengah kepungan banjir dan longsor yang merusak sekolah serta memaksa ribuan warga mengungsi, para guru tetap berdiri di garis…
Pendidikan

Sejarah Baru: Untuk Pertama Kalinya Kongres Nasional Bahasa Indonesia 2025 Digelar di Australia

3 Mins read
IBTimes.ID – Tahun 2025 menjadi penanda penting ketika diplomasi, pendidikan, dan budaya bertemu dalam satu forum untuk merawat masa depan pembelajaran Bahasa…
Pendidikan

Ilmu Komunikasi UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global

1 Mins read
IBTimes.ID – Berbagai program internasional tersedia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *