back to top
Selasa, Oktober 20, 2026

Perkuat Kaderisasi Ulama, PCIM Maroko Silaturahmi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Penguatan kader tarjih menjadi salah satu agenda penting dalam menyiapkan generasi ulama Muhammadiyah yang mampu menjawab persoalan keislaman kontemporer. Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko bersama Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah membahas pengembangan kaderisasi tersebut dalam pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).

Ketua PCIM Maroko, M. Faisal Maulana, memaparkan sejumlah program yang telah berjalan dan sedang dipersiapkan. Salah satunya Musyawarah Tarjih yang diselenggarakan pada Juli 2026 sebagai ruang untuk membahas persoalan kontemporer dan merumuskan jawaban berdasarkan perspektif tarjih Muhammadiyah.

“PCIM Maroko tengah menyusun kurikulum Akademi Santri Tarjih. Program ini dirancang untuk menjaring, membina, dan mempersiapkan kader menjadi ulama tarjih pada masa mendatang,” ungkap Faisal.

Pengembangan kader tarjih tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga pada kemampuan metodologis dalam memahami persoalan agama. Kurikulum Akademi Santri Tarjih akan memprioritaskan pendalaman ulum syar’iyyah dan metodologi tarjih sebagai fondasi keilmuan para kader.

Maqasid Syariah sebagai Pengayaan Keilmuan

PCIM Maroko juga mendorong kader untuk mempelajari fikih Mazhab Maliki dan maqasid syariah. Penguasaan terhadap tradisi keilmuan tersebut dinilai dapat memperkaya wawasan fikih sekaligus memperluas pemahaman kader terhadap keragaman pendapat dalam hukum Islam.

Bagi kader tarjih yang menempuh pendidikan di Maroko, lingkungan akademik setempat memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan tradisi keilmuan Islam yang kuat, khususnya Mazhab Maliki.

Baca Juga:  Berikut Doa yang Dibaca Setelah Salat Hajat

Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan pemikiran keislaman Muhammadiyah yang terbuka dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D. memberikan pesan khusus kepada para kader yang sedang belajar di Maroko.

“Kader tarjih di Maroko, pelajarilah Mazhab Maliki untuk memperkaya wawasan fikih persyarikatan,” jelasnya.

Menjawab Kompleksitas Masyarakat Modern

Ia juga menilai kader Muhammadiyah yang menempuh pendidikan di Timur Tengah, termasuk Maroko, memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi ulama tarjih masa depan. Pengalaman akademik dan interaksi lintas budaya dapat memperluas perspektif dalam memahami persoalan keislaman.

Penguatan kader tarjih, lanjutnya, perlu disertai penguasaan ilmu pendukung, termasuk humaniora. Persoalan masyarakat modern semakin kompleks sehingga tidak cukup dijawab hanya dengan penguasaan ilmu agama secara tekstual.

Kader juga perlu memahami perubahan sosial dan kondisi masyarakat secara utuh agar mampu merumuskan jawaban keagamaan yang relevan. Melalui Akademi Santri Tarjih dan pengayaan khazanah Mazhab Maliki, PCIM Maroko diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan ulama Muhammadiyah yang mendalam secara keilmuan, luas wawasannya, dan mampu merespons tantangan zaman. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru