back to top
Senin, April 6, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Haedar Nashir-Abdul Mu’ti: Wajah Dwitunggal, Bukan Matahari Kembar

Oleh: Achmad Santoso -Haedar Nashir & Abdul Mu'ti- Jika mendengar istilah dwitunggal, otomatis ingatan kita tertuju pada Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya mampu menjadi garda...

Buya Hamka, Bapak Mufasir Reformis Indonesia: Catatan Yang Hilang Darinya

Oleh: Wahyu Fahrul Rizki* Studi tokoh, terutama tentang Hamka (w. 1981), bukanlah barang baru dan lazim dilakukan di kalangan para sarjana. Pada umumnya, mereka menganalisis pemikiran Hamka hanya...

Arus Balik Otoritarianisme

Jika sepanjang Pilkada Jakarta 2016 dan Pilpres 2019 para Indonesianis bersepakat bahwa Indonesia mengalami "conservative turn", maka pasca Pemilu mereka melihat adanya gejala "authoritarian...

Memaknai Hari Pahlawan

Oleh: Finka Setiana Adiwisastra* Merdeka! kata yang menggebu-gebu itu menjadi jargon ampuh yang mampu menggetarkan sanubari bagi siapa saja yang mendengarnya. Merdeka sama dengan simbol...

Kelahiran Muhammad Adalah Berkah Bagi Pertanian

Oleh: Nu'man Iskandar* Waktu itu, musim semi pada pertengahan April, Halimah beserta keluarga besarnya, kafilah bani Sa'ad melakukan perjalanan dari Ta'if ke Makkah. Ta'if sendiri...

Hukum Musik Itu Tergantung: Bisa Haram Bisa Sunnah

Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (III: 564), pendapat yang masyhur di kalangan empat Madzhab (Hanafi, Syafi’i, Ahmad, Malik), menggunakan alat musik diharamkan. Seperti alat musik...

Latest news

- Advertisement -spot_img

This will close in 0 seconds