back to top
Rabu, April 8, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

“Quo Vadis Ulil?” (3): Fikih Ekologi Ulil dan Deep Ecology

Saya masih ingin berbagi pikirkan tentang fikih lingkungan dan ideologi lingkungan. Ulil dalam dua tulisannya terutama yang pertama (Kompas, 20 Juni 2024), memisahkan antara...

Islam dan Etika Kerja: Hindari Toxic Productivity

Saat seseorang mengerjakan sesuatu atau melakukan sebuah kegiatan yang terlalu berlebihan dalam upaya mengejar produktivitas tidak menghiraukan kesehatan diri baik itu fisik ataupun mental,...

Generasi yang Tidak Mengobrol

Siang itu saya terpaksa berdiri di depan pintu toilet kereta lokal Rangkas-Merak, Banten. Gerbongnya penuh sesak. Beberapa penumpang, termasuk saya, memang membeli tiket yang...

KHGT: Upaya Muhammadiyah Membayar Hutang Peradaban Islam

“Islam telah mencerahkan kehidupan manusia selama berabad-abad, tetapi sampai saat ini belum memiliki sistem pengorganisasian waktu (kalender) secara global. Ini adalah hutang peradaban Islam...

“Quo Vadis Ulil?” (2): Fikih Lingkungan Saja Tidak Cukup!

Saya masih ingin menanggapi pandangan sahabat saya Ulil Abshar Abdalla yang mengetengahkan gagasan soal “fikih lingkungan” dan dengan keras membedakannya dari “ideologi lingkungan”. Tentu...

“Quo Vadis Ulil?” (1): Kritik Pandangan Ulil Abshar Abdalla tentang Lingkungan

Ulil Abshar Abdalla, sahabat saya, seorang intelektual dan aktivis terkenal di Indonesia, sering kali memberikan pandangan yang kontroversial namun mendalam mengenai berbagai isu sosial...

Latest news

- Advertisement -spot_img