back to top
Rabu, Februari 11, 2026

Tol Baru Bawen-Ambarawa dan Prambanan-Purwomartani: Mampu Bantu Mudik 2026?

Lihat Lainnya

Admin
Adminhttp://pemred.ibtimes.id
IBTimes.ID - Rujukan Muslim Modern. Media Islam yang membawa risalah pencerahan untuk masyarakat modern.

IBTimes.iD – Menjelang Lebaran 2026, yang diperkirakan jatuh sekitar akhir Maret atau awal April, infrastruktur transportasi di Pulau Jawa kembali menjadi sorotan. Dua ruas tol baru yang siap difungsionalkan yaitu Bawen-Ambarawa sepanjang 4,98 km (bagian dari ruas Yogyakarta-Bawen Seksi 6) dan Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km (bagian dari Tol Solo-Yogyakarta), diharapkan menjadi penyelamat arus mudik.

Dengan progres pembangunan masing-masing mencapai sekitar 90% dan 95% per awal Februari 2026, PT Jasa Marga bersama pemerintah daerah optimistis keduanya bisa beroperasi secara terbatas (fungsional, biasanya tanpa tarif) selama periode mudik dan balik Lebaran.

Ruas Bawen-Ambarawa menjadi segmen pertama yang difungsikan dari proyek Tol Yogyakarta-Bawen total 75,12 km. Proyek ini dibagi enam seksi: Sleman-Banyurejo (8,8 km), Banyurejo-Borobudur (15,2 km), Borobudur-Magelang (8,1 km), Magelang-Temanggung (16,65 km), Temanggung-Ambarawa (21,39 km), serta Seksi 6 Ambarawa-Bawen itu sendiri. Dimulai konstruksi sejak 2022, fokus akhir-akhir ini adalah penyelesaian Seksi 1 dan Seksi 6.

Per akhir Januari 2026, Seksi 6 sudah mencapai 90-90,16%, dengan pembebasan lahan hampir 100% di wilayah Bawen, Doplang, dan Berokan. Pemerintah Kabupaten Semarang bahkan mengebut perbaikan jalan penyangga kabupaten di sekitar exit untuk mendukung kelancaran akses keluar-masuk.

Tol ini terhubung langsung dengan Tol Trans-Jawa via Semarang-Solo, sehingga pemudik dari arah utara (Semarang atau lebih jauh) bisa langsung keluar di Gerbang Tol (GT) Ambarawa dekat Pasar Pon atau Pasar Hewan Ambarawa. Manfaat utamanya: mengurangi kepadatan kronis di GT Bawen yang selama ini jadi titik macet parah saat puncak mudik. Tanpa persimpangan atau lampu lalu lintas di ruas tol, alur kendaraan lebih lancar, mengurangi risiko kemacetan berantai di jalur nasional Ambarawa-Bawen yang sempit dan padat.

Di sisi lain, ruas Prambanan-Purwomartani pada Tol Solo-Yogyakarta (total segmen Kartasura-Purwomartani sekitar 42,38 km) membawa dampak lebih besar bagi akses ke DIY. GT Purwomartani di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, menjadi gerbang tol pertama di wilayah DIY dari arah timur. Progresnya lebih maju, mencapai 95% per Februari 2026, dengan jalur utama sudah siap dan infrastruktur pendukung seperti simpang susun terus disempurnakan.

Baca Juga:  Lantai Mushola Ambrol, Mahasiswa UIN Yogya Meninggal Saat Jadi Imam

Dampak langsung yang dapat dirasakan dari segi waktu tempuh Klaten-Yogyakarta yang biasanya 45 menit bisa dipangkas menjadi sekitar 20 menit. Pemudik tujuan Kota Yogyakarta, Sleman, atau Kulon Progo bisa keluar di GT Purwomartani yang terhubung langsung dengan Jalan Nasional Yogyakarta-Solo di Km 13, dekat RS Panti Rini. Sementara tujuan Bantul dan Gunungkidul tetap via GT Prambanan. Ini memecah beban lalu lintas yang selama bertahun-tahun menumpuk di GT Prambanan atau Klaten, di mana kemacetan panjang sering terjadi hingga berjam-jam.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan Achmad Purwantono menyatakan, kedua ruas tersebut telah melalui peninjauan intensif pada 22-23 Januari 2026 bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan.

“Peninjauan ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang pengoperasian jalur fungsional,” ujar Rivan.

Ia menambahkan, kehadiran kedua ruas tol tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas dan mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata. “Jalur ini juga memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan,” katanya.

Progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 (Ambarawa-Bawen) telah mencapai sekitar 90-90,16 persen per akhir Januari 2026, dengan pembebasan lahan di wilayah Bawen, Doplang, dan Berokan hampir rampung 100 persen. Ruas ini menjadi segmen pertama yang difungsikan dari total panjang proyek 75,12 kilometer yang terbagi enam seksi. Tol ini terhubung langsung dengan Tol Trans-Jawa melalui Tol Semarang-Solo, sehingga pemudik dari arah utara dapat keluar di Gerbang Tol (GT) Ambarawa yang berdekatan dengan Pasar Pon dan Pasar Hewan Ambarawa.

Baca Juga:  Muhadjir Effendy: Agar Generasi Unggul, Calon Pengantin Perlu Dibekali "Keluarga Sakinah"

Pakar transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai integrasi jaringan tol antara Jawa Tengah dan DIY akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran mudik.

“Jaringan yang kian terkoneksi antara Jawa Tengah dan DIY akan membantu kelancaran arus mudik. Di sisi lain, kehadiran tol juga mendorong perkembangan layanan angkutan umum, seperti angkutan antar jemput antarprovinsi atau travel dan bus eksekutif. Dulu bus eksekutif pasti beroperasi malam hari. Dengan adanya tol, layanan pagi hari kini juga bermunculan,” ujar Djoko.

Ia melanjutkan, sektor pariwisata juga akan menikmati manfaat positif. “Sektor pariwisata di wilayah Jateng-DIY yang dilalui tol akan menikmati dampak positif pada periode libur Lebaran. Kemudahan akses akan membuat kunjungan wisatawan meningkat, dan perkembangan pariwisata diperkirakan kian pesat ketika seluruh jaringan Tol Solo-Yogyakarta dan Yogyakarta-Bawen sudah terhubung nantinya, salah satunya adalah pariwisata di kawasan Magelang dan sekitarnya dengan Candi Borobudur sebagai magnet utama,” tambahnya.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Transportasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Zudhy Irawan, memprediksi adanya lonjakan arus mudik pada Lebaran 2026.

“Ada potensi arus mudik Lebaran tahun ini melonjak, dipicu banyak orang yang menunda bepergian saat liburan Natal dan Tahun Baru lalu karena menganggap jarak waktunya terlalu berdekatan dengan Lebaran nanti,” kata Zudhy.

Menurutnya, pengoperasian ruas tol baru menjadi alternatif krusial untuk mengalihkan volume kendaraan dari jalan nasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya manajemen lalu lintas di pintu keluar tol.

Baca Juga:  Negosiasi Iran-AS Berlangsung di Oman, Apa yang Dibahas?

“Pengoperasian ruas tol baru dapat menjadi alternatif untuk mengurai kemacetan di jalan nasional. Namun, manajemen lalu lintas di pintu keluar tol juga menjadi perhatian supaya arus tidak tersumbat. Ini berkaca dari pengalaman arus mudik Lebaran tahun lalu ketika terjadi kemacetan panjang di GT Prambanan. Beberapa tahun sebelumnya, hal serupa terjadi di GT Klaten,” paparnya.

Zudhy juga menyampaikan sejumlah rekomendasi pengaturan lalu lintas. “Lalu lintasnya harus diatur. Kalau satu pintu tol sudah penuh, bisa ditutup, kemudian dialihkan ke pintu tol lain. Pengaturan dengan membatasi pelat nomor ganjil-genap di jalan tol pada puncak arus mudik serta memperpanjang waktu libur pun bisa dilakukan lagi. Kebijakan itu efektif untuk mengurangi volume kendaraan,” tuturnya.

Ruas Prambanan-Purwomartani, yang progresnya lebih maju mencapai 95 persen per Februari 2026, diproyeksikan memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta dari 45 menit menjadi sekitar 20 menit. GT Purwomartani di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, menjadi gerbang tol pertama di wilayah DIY dari arah timur. Pemudik tujuan Kota Yogyakarta, Sleman, atau Kulon Progo dapat keluar di sini, sementara tujuan Bantul dan Gunungkidul tetap melalui GT Prambanan. Langkah ini diharapkan memecah kepadatan yang selama ini berpusat di GT Prambanan dan Klaten.

Secara keseluruhan, kehadiran dua ruas tol fungsional ini tidak hanya diharapkan mengurangi kemacetan, tetapi juga mendukung distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi barang, serta memperkuat konektivitas “segitiga emas” Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Meski tantangan pembebasan lahan di seksi lain Tol Yogyakarta-Bawen masih berlangsung, komitmen pemerintah dan PT Jasa Marga diyakini akan membuat mudik Lebaran 2026 jauh lebih lancar dan aman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru