back to top
Kamis, April 16, 2026

Pemerintah dan CSO Kolaborasi Susun Peta Jalan Solarisasi Masjid, Integrasikan Ekosistem Wakaf dalam Transisi Energi

Lihat Lainnya

IBTimes.ID, Jakarta (14/4/26) – MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta. Forum ini mempertemukan perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO), serta asosiasi dan lembaga filantropi Islam untuk membahas strategi bersama dalam mendorong solarisasi masjid dan pesantren di Indonesia.

Inisiatif solarisasi masjid selaras dengan target Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menetapkan ambisi pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam beberapa tahun ke depan. Dengan lebih dari 800.000 masjid tersebar di seluruh Indonesia, fasilitas keagamaan dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pemasangan panel surya atap yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana menyatakan bahwa masjid dan pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang efektif bagi masyarakat. “Ketika fasilitas keagamaan mengadopsi energi surya, dampaknya melampaui penghematan biaya operasional. Program Sedekah Energi sudah kami lakukan di 6 masjid di Indonesia dengan total kapasitas 23.525 WP dari panel surya yang terpasang.”

MOSAIC telah merintis program Sedekah Energi sejak beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, lebih dari 21.000 orang telah berpartisipasi sebagai donatur, dan instalasi panel surya telah berhasil dipasang di enam lokasi yaitu Sembalun, Yogyakarta, Tasikmalaya, Garut, Dharmasraya, dan Sijunjung. Pengalaman lapangan tersebut menjadi landasan konkret bagi agenda koordinasi yang dibahas dalam forum ini.

Baca Juga:  Melalui Wakaf Hutan, MOSAIC Dorong Kota Tasikmalaya jadi Kota Wakaf

Dalam rapat ini, Erick Tadung, selaku Koordinator dari Direktorat Energi Terbarukan, Kementerian ESDM, memaparkan potensi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang besar sebagai modal utama ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target bauran energi terbarukan. “Energi surya memiliki potensi terbesar, yakni 3.294 gigawatt, melampaui sumber energi lain seperti angin, air, laut, dan panas bumi.
Namun demikian, pemanfaatan EBT secara keseluruhan baru mencapai 0,4 persen dari kapasitas terpasang. Khusus energi surya, kapasitas yang dimanfaatkan baru sebesar 1,49 gigawatt,” ujarnya.

Sementara itu, Muhibuddin, S.Fil.I., M.E., Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama memaparkan rencana aksi ekoteologi kementeriannya yang menempatkan solarisasi masjid sebagai salah satu prioritas tahun 2026. Rencana aksi tersebut mencakup empat konsep utama: Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren. “Saat ini sudah ada 10 kota wakaf di Indonesia, dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Kolaborasi ini sangat sejalan dengan Rencana Aksi Ekoteologi Kemenag 2026 yang menargetkan 50 masjid siap mengadopsi teknologi hijau,” ujar Muhibuddin.

Lebih lanjut Muhibuddin menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi ini, “Kami akan mendorong seluruh masjid menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga pendanaan solarisasi bisa diambil dari masjid itu sendiri. Yang paling penting juga adalah aspek literasi. Di Kemenag kami ada 50.000 penyuluh agama, kita bisa bekerjasama untuk memberikan pemahaman ke masyarakat kenapa kita harus menggunakan energi terbarukan dan beralih dari energi fosil.”

Baca Juga:  Tarawih di Masjid Amru Ibn Ash dan Toleransi Beragama

Forum ini menyepakati sejumlah titik lokasi yang akan menjadi fokus pilot project pada tahun ini, yang merupakan beberapa titik yang terdapat dalam program Kota Wakaf Kementerian Agama dan program pembangunan PLTS Kementerian ESDM. Selain itu, forum juga bersepakat untuk berkolaborasi melalui wakafenergi.id dari Yayasan Islam Al Azhar sebagai platform bersama, sehingga tercipta ekosistem yang lebih kuat antara lembaga pemerintah maupun CSO, yang dalam ini terwakili oleh MOSAIC, Wakaf Al Azhar, Wakaf Energi, Enter Nusantara, Al Washliyah Kota Medan, Green Justice Indonesia, Forum Wakaf Produktif, Forum Zakat, Ruang Eskalasi dan ActionLab, dan didukung oleh Kementerian Agama dan Kementerian ESDM.

(Soleh)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru