back to top
Sabtu, Mei 16, 2026

The 1st Muhammadiyah Games 2026 Didorong Menuju Ajang Olahraga Bertaraf Internasional

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah cabang olahraga Tapak Suci dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026. Pembukaan kegiatan berlangsung meriah di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (15/5/2026), ditandai dengan penancapan pedang secara simbolis sebagai tanda dimulainya pertandingan.

Ajang olahraga perdana Muhammadiyah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus memperluas dakwah Muhammadiyah melalui bidang olahraga. Ribuan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di tiga kota, yakni Yogyakarta, Solo, dan Purwokerto pada 14–19 Mei 2026.

Ketua Panitia The 1st Muhammadiyah Games, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., menyampaikan apresiasinya kepada UMS atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami tentu berterima kasih kepada UMS yang begitu berkenan menjadi salah satu penyelenggara di cabang olahraga, salah satu cabang olahraga di Muhammadiyah Games,” ujarnya.

Menurut Nur Subekti, terdapat enam cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni pencak silat, bola voli, atletik, panahan, bulu tangkis, dan tenis meja. Selain itu, terdapat cabang festival berupa Senam Anak Indonesia Hebat yang menjadi bagian pra-acara pembukaan.

“Sehingga secara umum, jumlah peserta The 1st Muhammadiyah Games ini kurang lebih di angka 2.250-an,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan nama “Muhammadiyah Games” dipilih karena memiliki visi jangka panjang agar berkembang menjadi ajang olahraga berskala internasional.

Baca Juga:  Islam Rahmatan lil Alamin: Bedanya Misi Nabi dan Misi Kita

“Harapannya, sesuai masukan dari Pak Rektor saat kita berdiskusi, kenapa namanya ‘Muhammadiyah Games’ bukan ‘Pekan Olahraga Muhammadiyah Nasional’? Karena visi kita tidak hanya di level nasional. Muhammadiyah Games ini akan setara dengan SEA Games atau Asian Games,” tuturnya.

Atlet Berprestasi Diprioritaskan Kuliah di UMS

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan komitmen kampus dalam memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi. Apresiasi tersebut ditujukan khususnya bagi siswa SMA sederajat yang berhasil meraih medali.

“Bagi kalian yang berhasil mendapatkan medali dalam ajang ini, akan saya berikan prioritas khusus untuk diterima sebagai mahasiswa baru UMS tanpa tes. Kami juga akan menyiapkan skema beasiswa dari 11 jenis beasiswa yang tersedia di UMS. Ini adalah komitmen kami untuk menghargai prestasi kader-kader Muhammadiyah,” ujar Harun.

Harun juga mendorong agar Muhammadiyah Games dapat diselenggarakan dengan cakupan yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu melibatkan jaringan Muhammadiyah internasional melalui PCIM yang tersebar di berbagai negara.

“Meskipun ini adalah ajang internal persyarikatan, namun semangatnya harus inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas untuk mengenal dan akhirnya bergabung dengan Muhammadiyah melalui jalur olahraga,” katanya.

Dalam pesannya kepada peserta, Harun menekankan pentingnya profesionalitas, akhlak, dan disiplin dalam bertanding. Ia mengingatkan bahwa kekuatan atlet tidak hanya diukur dari kemampuan fisik, tetapi juga karakter dan integritas yang dimiliki.

Baca Juga:  Robert of Ketton, Penerjemah Pertama Al-Qur'an yang Kontroversial

Melalui Muhammadiyah Games, Muhammadiyah berharap lahir generasi atlet muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa nilai iman, sportivitas, dan semangat dakwah berkemajuan. (NS)


Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru