back to top
Jumat, Mei 15, 2026

Indonesia Tingkatkan Kemitraan Dagang dengan Rusia

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia, terutama di sektor perdagangan dan ekonomi bilateral.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Rusia terus mengalami perkembangan positif.

“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” ujar Wamendag Roro saat melakukan pertemuan bilateral dengan Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.

Dilansir dari Antara, pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5) waktu setempat itu membahas penguatan hubungan perdagangan sekaligus kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Roro mengungkapkan, total nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 tercatat mencapai 4,8 miliar dolar AS atau naik 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Rusia tercatat sebagai mitra dagang utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Menurutnya, hubungan perdagangan kedua negara bersifat saling melengkapi. Rusia memasok sejumlah komoditas strategis untuk Indonesia, seperti batu bara, pupuk, dan produk baja. Sementara Indonesia mengekspor berbagai komoditas unggulan ke Rusia, antara lain minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” ujar Roro Esti.

Baca Juga:  Memetik Ibrah dari Kisah Kaum Saba’

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag juga menyinggung perkembangan proses ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di Saint Petersburg, Rusia.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat proses ratifikasi di dalam negeri dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV tahun 2026.

Sebagai langkah mendukung implementasi perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bersama Kadin Indonesia.

“Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” ujar Roro Esti.

Tak hanya di sektor perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di bidang jasa. Menurut Roro, Indonesia memiliki tenaga kerja terampil di sektor teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, hingga teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

Dalam kesempatan itu, Wamendag turut mengundang para pelaku usaha Rusia untuk ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14—18 Oktober 2026 di Banten.

“Trade Expo Indonesia menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara dan membuka peluang kerja sama baru di bidang perdagangan maupun investasi,” kata Roro Esti menjelaskan.

Roro juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Wakaf Muhammadiyah untuk Indonesia

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru