back to top
Kamis, Juli 2, 2026

Jamaah Tani Muhammadiyah Tembus Korea, Bukti Petani Lokal Mampu Bersaing Global

Lihat Lainnya

IBTimes.IDDi tengah upaya memperkuat kemandirian pangan nasional, produk binaan Muhammadiyah kembali mencatatkan prestasi di panggung internasional. Berawal dari pemberdayaan petani di tingkat akar rumput, berbagai produk olahan berbasis singkong dan ubi jalar kini berhasil tampil dalam Korea Import Expo 2026, membuka peluang ekspor sekaligus memperkenalkan kualitas pangan lokal Indonesia kepada pasar dunia.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Rumah Mocaf Indonesia dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kuningan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mendorong hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah dan daya saing global.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan apresiasi atas capaian kelompok dampingan Muhammadiyah yang mampu membawa produk pangan lokal Indonesia tampil di salah satu pameran perdagangan terbesar di Korea Selatan.

“Saat ini MPM PP Muhammadiyah melakukan pemetaan kelompok dampingan berbasis ekonomi. Setidaknya terdapat tiga klaster, yaitu mikro, skala ekonomi regional dan nasional, serta ekspor,” ujar Yamin di Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, produk binaan Muhammadiyah diarahkan untuk terus berkembang secara bertahap sehingga kelompok usaha mikro mampu naik kelas hingga menjadi pelaku ekspor.

“Harapannya, kelompok yang berada di klaster super mikro dapat naik ke kelas regional dan nasional, kemudian berkembang menjadi pelaku ekspor,” katanya.

Baca Juga:  Kini, QRIS Bisa Dipakai Transaksi di China

Dari Pemberdayaan Petani Menuju Pasar Dunia

Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, mengatakan Korea Import Expo 2026 berlangsung pada 23–25 Juni 2026. Pameran ini mempertemukan produsen dari sekitar 100 negara dengan importir dan pembeli internasional.

Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia di Korea Import Expo 2026. Partisipasi tersebut didukung Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan RI, dan Kedutaan Besar RI di Korea Selatan.

Produk binaan Muhammadiyah yang dipamerkan di Korea Import Expo 2026 cukup beragam. Mulai dari tepung mocaf, tepung ubi, tepung premiks, cookies bebas gluten, hingga pangan sehat berbahan umbi-umbian lokal.

Seluruh produk merupakan hasil kolaborasi MPM PP Muhammadiyah bersama JATAM Kuningan, Lazismu, Universitas Muhammadiyah Kuningan, dan Rumah Mocaf Indonesia.

Menurut Budi, keberhasilan ini membuktikan bahwa komoditas lokal mampu memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal itu dapat dicapai melalui inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan model bisnis yang berkelanjutan.

“Komoditas pangan lokal yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata mampu memiliki nilai tambah tinggi ketika diolah melalui inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan model bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.

Founder Rumah Mocaf Indonesia, Riza Azyumarridha Azra, menyebut Korea Import Expo 2026 sebagai momentum penting bagi petani Indonesia. Ajang ini menjadi bukti bahwa petani mampu menghasilkan produk berstandar ekspor.

“Korea Import Expo 2026 menjadi pembuktian bahwa produk pertanian Indonesia yang ditanam oleh Jamaah Tani Muhammadiyah mampu naik kelas dan bersaing di pasar global,” kata Riza.

Baca Juga:  Perkuat Pemberdayaan Difabel dan Petani, MPM Muhammadiyah Salurkan Kado Ramadan

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup berhenti pada peningkatan hasil panen. Menurutnya, petani juga harus memperoleh akses terhadap industri pengolahan, teknologi, jejaring perdagangan, dan pasar ekspor.

“Bagi kami, inilah wujud nyata sociopreneurship yang berkeadilan sebagaimana diajarkan KH Ahmad Dahlan. Pertanian bukan hanya soal menghasilkan panen, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang mampu mengangkat harkat dan martabat petani melalui inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Petani Muhammadiyah menembus Korea Import Expo 2026 menunjukkan bahwa produk pertanian lokal mampu bersaing di pasar internasional. Pencapaian ini juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dapat menghasilkan produk yang berdaya saing global.

Capaian ini tidak hanya membuka peluang ekspor. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa inovasi, kolaborasi, dan dukungan kepada petani mampu mengangkat pangan lokal Indonesia ke pasar global. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru