back to top
Jumat, Juli 17, 2026

Mulai Rp1 Juta, SiberMu Kampus Full Online Muhammadiyah Buka Akses Kuliah Fleksibel untuk Semua

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Kampus Full Online Muhammadiyah menjadi wajah baru transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, Muhammadiyah menghadirkan model pembelajaran yang lebih fleksibel, terjangkau, dan dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah.

Melalui Kampus Full Online Muhammadiyah, Persyarikatan tidak sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi bagi mereka yang selama ini terkendala waktu, lokasi, maupun biaya.

Transformasi tersebut diperkuat dengan perkembangan Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), perguruan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh yang kini menjadi pionir di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).

Kehadiran SiberMu menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi konsep masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi Muhammadiyah dalam menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Momentum itu terlihat dalam Rapat Senat Terbuka Milad ke-3 Universitas Siber Muhammadiyah yang digelar di SM Tower. Menariknya, acara dibuka oleh master of ceremony berbasis kecerdasan buatan bernama AISA (Artificial Intelligence Siber Muhammadiyah). Teknologi tersebut memungkinkan avatar digital memandu jalannya acara layaknya pembawa acara profesional.

Digitalisasi Pendidikan Menjadi Arah Baru Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat SiberMu yang dalam waktu tiga tahun mampu mencatat pertumbuhan signifikan.

“Saat ini mahasiswa aktif sudah sebanyak 2.610 mahasiswa,” tutur Haedar.

Ia menilai keberadaan SiberMu menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan Muhammadiyah.

Baca Juga:  Tunjangan Khusus Rp2 Juta untuk Tiap Guru Wilayah Terdampak Bencana dari Kemendikdasmen

“Ini satu-satunya PTMA yang mempelopori era baru dalam menghadirkan universitas siber yang niscaya bagi Muhammadiyah, sebagai Islam yang berkemajuan,” katanya.

Menurut Haedar, Kampus Full Online Muhammadiyah merupakan bagian dari ikhtiar Persyarikatan untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan teknologi tetap perlu diimbangi dengan keberadaan kampus fisik sebagai ruang pembentukan karakter dan interaksi sosial.

Sementara itu, Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta, menjelaskan bahwa kampus yang baru berusia tiga tahun tersebut telah memperoleh akreditasi “Baik” dari BAN-PT serta menjadi anggota Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia.

Data yang dipaparkan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Pada 2024, SiberMu menerima 8.770 pendaftar dan berhasil merekrut 2.488 mahasiswa baru. Hingga kini jumlah mahasiswa aktif mencapai 2.610 orang yang berasal dari seluruh Indonesia bahkan berbagai negara, seperti Mesir hingga Rusia.

Mayoritas mahasiswa berada pada rentang usia produktif 19–35 tahun, menunjukkan bahwa SiberMu menjadi pilihan kalangan pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan aktivitas profesional.

Selain fleksibilitas belajar, Muhammadiyah juga menawarkan biaya kuliah yang relatif terjangkau, mulai sekitar satu juta rupiah per semester. Sistem pembelajaran didukung Learning Management System (LMS) modern yang memungkinkan proses belajar berlangsung interaktif dan efisien.

Bambang juga menambahkan bahwa SiberMu menjadi kampus digital yang sangat ramah lingkungan.

Baca Juga:  AICIS+ 2025 Hadirkan 12 Pemikir Dunia, Kupas Ekoteologi dan Teknologi Masa Depan

“Sejak tiga tahun yang lalu, SiberMu ini baru menggunakan sepuluh rim kertas. Karena kita sudah full digitalisasi,” katanya.

Melalui Kampus Full Online Muhammadiyah, Persyarikatan menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar menghadirkan kuliah daring. Muhammadiyah sedang membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Mampu menjangkau masyarakat lintas wilayah tanpa mengurangi mutu pembelajaran. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai salah satu pelopor inovasi pendidikan tinggi digital di Indonesia. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru