back to top
Jumat, Juli 17, 2026

China Luncurkan AI Pintar Pertama untuk Kelola Energi Bersih

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – China resmi memperkenalkan model operasi pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pertama yang dirancang untuk mengelola basis energi bersih terpadu berkapasitas 10 juta kilowatt.

Peluncuran yang dilakukan pada Kamis (16/7) ini sebagaimana dilaporkan Antara menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian pembangkit energi terbarukan berskala besar.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh Yalong River Hydropower Development Company, Ltd. untuk mendukung pengelolaan basis energi bersih terpadu di kawasan Sungai Yalong, Provinsi Sichuan, China barat daya.

Model AI ini mampu mengintegrasikan proses prakiraan, penjadwalan sistem kelistrikan, pengoperasian pembangkit, hingga aktivitas perdagangan energi, sehingga koordinasi antara pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya dapat dilakukan secara lebih optimal.

Sistem ini dibangun menggunakan infrastruktur komputasi buatan dalam negeri dan ditopang oleh pusat komputasi cerdas pertama di China yang berada di dalam gua pada kawasan dataran tinggi. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan pemrosesan data dalam skala besar sekaligus mendukung operasional yang stabil.

Menurut pengembang, model AI tersebut mampu meningkatkan kemampuan prakiraan aliran sungai secara signifikan. Jika sebelumnya prediksi hanya efektif sekitar 10 hari, kini dapat diperpanjang hingga 60 hari.

Selain itu, sistem dapat melakukan penyesuaian operasi waduk secara real-time serta mendeteksi gangguan pada peralatan pembangkit fotovoltaik dengan tingkat akurasi lebih dari 96 persen.

Baca Juga:  AICIS+ 2025 Hadirkan 12 Pemikir Dunia, Kupas Ekoteologi dan Teknologi Masa Depan

Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan China, Chen Deliang, menilai inovasi ini memungkinkan data prakiraan sumber daya energi terhubung langsung dengan pengambilan keputusan operasional.

Dengan demikian, pengelolaan sistem energi dapat beralih dari pendekatan yang bersifat reaktif menjadi berbasis prediksi ilmiah.

Cekungan Sungai Yalong sendiri merupakan salah satu kawasan energi bersih terpadu terbesar di China. Hingga 2035, total kapasitas terpasang di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 78 juta kilowatt.

Sementara itu, Wakil Presiden China Renewable Energy Engineering Institute, Zhao Zenghai, menyebut model ini sebagai solusi cerdas pertama yang mencakup seluruh rantai pengelolaan untuk basis energi bersih kelas 10 juta kilowatt.

Ia meyakini sistem tersebut dapat menjadi acuan bagi pengembangan proyek serupa sekaligus memperkuat peran AI dalam mempercepat transisi menuju energi hijau.

Peluncuran model AI ini melanjutkan langkah China setelah pada Mei lalu memperkenalkan 51 skenario prioritas “AI+Energi” sebagai bagian dari strategi memperluas penerapan kecerdasan buatan di sektor energi.

Para pakar menilai integrasi AI dengan sistem energi akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi, ketahanan pasokan, serta daya saing industri energi China di tengah transformasi lanskap energi global.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru