back to top
Rabu, Agustus 12, 2026

Jejak Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Luar Negeri! Ada Kampus, Sekolah hingga Sanggar Belajar di 4 Negara

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Muhammadiyah tidak hanya berkembang melalui jaringan dakwah dan organisasi di berbagai negara. Jejak internasionalisasi juga terlihat dari hadirnya pendidikan Muhammadiyah di luar negeri, mulai dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sanggar belajar, hingga perguruan tinggi.

Perkembangan pendidikan Muhammadiyah di luar negeri menunjukkan bahwa internasionalisasi persyarikatan tidak berhenti pada pembentukan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM).

Lembaga pendidikan juga menjadi instrumen penting untuk memberikan layanan pendidikan sekaligus memperkuat keberadaan komunitas Indonesia dan Muslim di negara tempat Muhammadiyah berkiprah.

Dari Australia hingga Malaysia

Salah satu institusi pendidikan yang didirikan Muhammadiyah adalah Muhammadiyah Australia College (MAC) di Victoria, Australia. Sekolah ini memperoleh izin operasional dari Victorian Registration and Qualifications Authority (VRQA) pada 21 Desember 2021.

Di Malaysia, Muhammadiyah mengembangkan institusi pada jenjang yang lebih luas melalui Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di Padang Besar, Perlis. UMAM resmi mendapatkan izin pendirian (Surat Kelulusan) dari Jabatan Pendidikan Tinggi Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia pada 5 Agustus 2021. Proses operasional dan penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang S1, S2, dan S3 dimulai sejak akhir tahun 2021.

Selain perguruan tinggi, pendidikan Muhammadiyah di luar negeri juga hadir melalui Taman Kanak-Kanak dan sanggar bimbingan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri.

Baca Juga:  Pecel Masuk Jajaran Salad Terbaik Dunia, Kuliner Nusantara Kian Mendunia

Pendidikan untuk Anak Indonesia dan Komunitas Muslim

Jejak lainnya terdapat di Mesir melalui TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kairo. Cikal bakalnya dirintis sejak 2007 melalui program Summer School, kemudian berkembang menjadi lembaga permanen pada 2009 dan diresmikan pada 11 April 2010.

Sementara itu, di Lebanon terdapat Sekolah Qur’an Lazismu Indonesia yang resmi berdiri pada 6 November 2020 di kawasan Shatila, Beirut. Lembaga ini hadir untuk memberikan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Berdasarkan kanal YouTube KBRI Beirut (11/11/2020), Sekolah Quran Lazismu Muhammadiyah Indonesia dikelola oleh Ketua Forum Kebudayaan dan Kepemudaan Lebanon–Palestina, Ahmad Syawsh, dengan Syeikh Ibrahim Al Assy sebagai kepala sekolah.

Dengan berbagai bentuk tersebut, pendidikan Muhammadiyah di luar negeri memiliki karakter yang beragam. Ada yang berbentuk sekolah formal, perguruan tinggi, taman kanak-kanak, hingga lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Keberadaan institusi pendidikan di luar negeri sekaligus memperlihatkan bahwa misi pendidikan persyarikatan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dari Australia, Malaysia, Mesir, hingga Lebanon, pendidikan menjadi salah satu jalur Muhammadiyah untuk memperluas manfaat, membangun sumber daya manusia, dan menghadirkan nilai Islam berkemajuan di ruang global. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru