IBTimes.ID — Peresmian Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek di Kabupaten Wonosobo, Jumat (14/8/2026), menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan dalam membangun kualitas manusia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menilai penguasaan ilmu tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan, tetapi juga menjadi jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan bangsa.
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti mengawali dengan mengutip QS. Az-Zumar ayat 9 tentang perbedaan antara orang yang berilmu dan tidak berilmu. Menurutnya, ilmu menjadi salah satu ukuran penting yang menentukan kualitas manusia dalam menjalankan perannya sebagai khalifah untuk kesejahteraan di muka bumi.
“Pendidikan tidak dimulai ketika anak masuk sekolah, tetapi sejak ia masih berada dalam kandungan,” tegas Menteri Abdul Mu’ti.
Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya keluarga dalam pendidikan. Abdul Mu’ti menyebut ibu sebagai madrasatul ula yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Karena itu, pendidikan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan dimulai sejak keluarga bahkan sejak masa kehamilan.
Dari Ilmu Menuju Kemandirian Bangsa
Abdul Mu’ti juga menghubungkan pendidikan dengan kemampuan suatu bangsa mengelola sumber daya yang dimiliki. Ia mengutip QS. Hud ayat 61 yang menegaskan manusia memiliki tugas untuk memiliki ilmu agar bisa mewujudkan kesejahteraan demi memakmurkan bumi.
“Hanya dengan ilmu, kita mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah. Allah sudah memberikan potensi luar biasa, tetapi kita belum optimal karena minimnya ilmu,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tidak otomatis membuat sebuah negara maju. Korea Selatan menjadi salah satu contoh negara yang mampu berkembang melalui investasi terhadap ilmu pengetahuan dan berdampak pada kesejahteraan meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam.
Dalam konteks Muhammadiyah, peluang tersebut juga dapat dikembangkan melalui jejaring internasional. Keberadaan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri dinilai dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan produk dan potensi usaha Muhammadiyah ke pasar global.
“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, khususnya Wonosobo: apa yang bisa kita ekspor ke dunia? Dengan 31 PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di luar negeri, kita punya jembatan pemasaran yang luar biasa untuk usaha-usaha Muhammadiyah di tingkat internasional,” ungkapnya.
Revitalisasi Pendidikan dan STEAMS
Abdul Mu’ti kemudian menjelaskan berbagai upaya revitalisasi pendidikan yang dilakukan pemerintah. Pada 2025 terdapat 16.167 satuan pendidikan yang direvitalisasi, sementara pada 2026 jumlahnya ditargetkan mencapai 71.744.
Melalui Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), pendekatan STEAMS diterapkan dengan memadukan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sports. Pendekatan tersebut diperkuat dengan metode 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Meaningful, dan Mindful.
“Ini bukan sekadar teori. Kami mengajak belajar STEAMS dengan metode 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Meaningful, dan Mindful. Tugas kami dari Presiden adalah membudayakan STEM yang kini diperkaya dengan seni dan olahraga melalui SNT, karena anak-anak kita butuh pendidikan yang utuh,” jelasnya.
Peresmian MBS Kertek pun menjadi bagian dari harapan tersebut. Sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keshalihan, serta kemampuan mengembangkan potensi untuk menghadirkan kesejahteraan.
Abdul Mu’ti menegaskan hubungan antara ketiganya melalui pesan yang dikutip dari QS. Al-Mujadilah ayat 11. Ilmu, keshalihan, dan kesejahteraan, menurutnya, tidak dapat dipisahkan karena pendidikan menjadi fondasi untuk membangun manusia sekaligus memakmurkan kehidupan.
Di akhir kegiatan, Abdul Mu’ti juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian bukan hanya kepada sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Penandatanganan prasasti dan doa bersama menandai dimulainya babak baru MBS Kertek dalam memperkuat pendidikan di Wonosobo. (NS)


