IBTimes.ID – Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia menuai penolakan dari Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional sekaligus Presiden the Asia Pasific Coalition for Al-Quds and Palestine (AP-CAP).
MUI meminta pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November mendatang.
MUI menilai rencana konser Andrea Bocelli perlu mendapat perhatian serius karena adanya dugaan keterkaitan penyanyi tersebut dengan dukungan terhadap militer Israel. Menurut Sudarnoto, pemerintah harus menunjukkan konsistensi sikap dalam merespons berbagai kegiatan yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Israel di tengah situasi kemanusiaan di Palestina.
Sudarnoto mengungkapkan bahwa Bocelli pernah menggelar konser di Los Angeles yang disebutnya bertujuan menghimpun dana untuk mendukung Israel Defense Forces (IDF). Ia juga menyebut Bocelli pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.
Konsistensi Pemerintah dalam Membela Palestina
Sudarnoto menyoroti pentingnya keselarasan kebijakan antarkementerian dalam menyikapi rencana konser Andrea Bocelli. Ia mengingatkan agar kepentingan ekonomi dan pariwisata tidak mengesampingkan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.
Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan tersebut perlu dipertimbangkan secara cermat, terutama ketika Indonesia terus menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Ia menilai pembatalan konser menjadi langkah yang sejalan dengan komitmen bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemanusiaan.
“Jangan berikan panggung kepada Bocelli dan siapapun yang telah ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina. MUI telah berketetapan Haram hukumnya mendukung Israel dan mendukung pendukung Israel,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar tidak ada kementerian yang memberikan dukungan terhadap pihak yang dinilainya mendukung Israel. Bagi Sudarnoto, sikap pemerintah dalam persoalan ini harus disampaikan secara terpadu agar tidak menimbulkan kontradiksi antara komitmen diplomatik dan kebijakan di dalam negeri.
Komitmen Kemanusiaan
Lebih lanjut, Sudarnoto menegaskan bahwa pertimbangan keuntungan ekonomi dari penyelenggaraan konser Andrea Bocelli tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Pemerintah, menurutnya, perlu menempatkan nilai kemanusiaan dan keberpihakan terhadap perjuangan Palestina sebagai pertimbangan utama.
Dalam pernyataannya, Sudarnoto turut merujuk pada ketetapan MUI mengenai hukum mendukung Israel dan pihak-pihak yang mendukungnya.
“MUI telah berketetapan haram hukumnya mendukung Israel dan mendukung pendukung Israel,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait pembatalan konser tersebut demi menjaga kemaslahatan, ketenteraman, dan harmoni masyarakat.
“Karena itu, saya berharap jangan ada Kementerian apapun yang mendukung pendukung Israel seperti Bocelli. Semua ini demi kemaslahatan, ketenteraman, dan harmoni kita semua. Terima kasih saya sampaikan jika pemerintah segera bersikap untuk pembatalan konser pro zionis ini,” tutupnya. (NS)


