Dawam Rahardjo

Muhammad Dawam Raharjdo terkenal sebagai ekonom dan tokoh agama. Ia telah banyak menulis buku-buku baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam. Dawam pernah menjadi ketua dari ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur'an, dan ketua yayasan ELSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat).

Masyarakat Utama: Tafsir Ali Imran 104 dan 110

Di antara 9 ayat yang memuat perkataan amr ma ‘ruf nahy munkar secara bersama-sama, yang terkenal di antaranya ada dua. Pertama adalah ayat 104 dan yang kedua adalah ayat 110 surat Al ‘Imran (surat ke-3). Kedua ayat tersebut dijadikan tema atau motto gerakan Muhammadiyah lewat konsep masyarakat utama.Sementara itu ayat 103 menjadi tema gerakan Nahdlatul Ulama. […]Read More

Teologi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Istilah amr ma’ruf nahy munkar cukup populer di Indonesia. Sebenarnya istilah itu sendiri dari dua pengertian penting, yakni ma’ruf dan munkar. Tetapi, sebagai kata yang berdiri sendiri, dua kata itu kurang dikenal. Kecuali istilah munkar yang kadang-kadang dipakai. Biasanya kata itu didahului dengan kata”perubahan,” sehingga menjadi “perbuatan munkar”. Dengan cepat orang tahu artinya, lebih-lebih dalam masyarakat Jawa. Artinya, perbuatan yang tidak […]Read More

Tafsir tentang Nahi Munkar

Kata munkar disebut sebanyak 37 kali dalam al-Qur’an, antara lain disebut dalam surat Al-Ma’idah/S:79. Dari membaca ayat itu saja sulit diketahui apa makna yang sesungguhnya. Ayat itu berbunyi demikian:  كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang telah mereka perbuat, disebabkan merekadurhaka dan […]Read More

Tafsir tentang Amar Ma’ruf

Kata ma’ruf cukup bayak disebut dalam Al-Qur’an. Misalnya saja, dalam surat al-Baqarah disebut 15 kali. Dalam setiap kali penyebutan, maknanya diberi konteks tertentu. Jika kita hanya melihat terjemahan harfiyahnya saja, maka maknanya menjadi terlalu umum atau abstrak. Untuk mengetahui maknanya yang lebih konkret kita harus melihat konteksnya. Misalnya sajasurat al Baqarah/2:263 (juga pada ayat 235; surat Al-Nisa/4:5 dan 8; dan […]Read More

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Di dalam al-Qur’an, istilah amr ma’ruf nahy munkar, seperti ya’murana bi al-maruf wa yanhawna ‘anil-munkar, ternyata secara berulang disebut secara utuh. Artinya tidak dipisahkan antara amr ma’ruf dan nahy munkar.  Istilah itu berulang cukup banyak, 9 kali, sekalipun hanya dalam 5 surat. Yakni secara berurutan, al A’raf/7:157, Luqman/31:17, ali Imrán/3: 104, 110, dan 114, al-Hajj/22.103, al-Tawbah/9:67 , 71, dan 112. Sungguhpun […]Read More