Ust. Hamim Ilyas

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Meluruskan Pemahaman Konsep “Khilafah”

Islam Rahmatah lil ‘Alamin ibarat sebuah bangunan yang dibangun di atas 3 (tiga) landasan (tanah bagi bangunan), yaitu: pertama, “Tauhid Rahamutiyah”, maksudnya Allah menjadi Ilah berdasarkan rahmah, menjadi Rabb berdasarkan rahmah, menjadi Maliki Yaumiddin berdasarkan rahmah, dan mengaktualisasikan seluruh asma dan sifat-Nya berdasarkan rahmah). Kedua, “Kerasulan Rahmat”, bahwa Nabi Muhammad diutus untuk mewujudkan kehidupan yang baik dengan tiga kriteria: sejahtera sesejahtera-sejahteranya, damai sedamai-damainya dan […]Read More

Delapan Karakter Ummah Wasath

-Ummah Wasath- Sebelum menjelaskan delapan karekter ummah wasath, saya awali dengan pembahasan kepribadian masyarakat ummah wasath yang saya pahami dari ungkapan fastabiqul khairat dalam al-Baqarah, 2: 148. Fa adalah kata penghubung untuk menyatakan jawaban (harf al-jawab) yang berarti “maka”. Dan secara bebas, bisa diterjemahkan dengan “karena itu”. Istabiqu merupakan kata perintah dari kata kerja bentuk […]Read More

Ummah Wasath, Doktrin Keterpilihan Umat Islam

Umat Islam dalam al-Baqarah, 2: 143 ditegaskan sebagai ummah wasath (ummatan wasatha). Ummah adalah kumpulan orang yang dihimpun oleh suatu ikatan berupa agama, waktu dan tempat. Ummah dalam ayat itu menunjuk kepada kumpulan orang yang dihimpun oleh ikatan agama dan menjalankan peran atau tugas tertentu (litakunu syuhada’ ‘alan nas). Dengan tugas ini kumpulan itu menjadi […]Read More

Meluruskan Definisi Syari’ah

Oleh: Hamim Ilyas Syari’ah menjadi salah satu konsep yang  disalahpahami dalam Islam. Pandangan yang populer di kalangan umat menyebutkan dua pengertian. Pertama, pengertian sempit yang memahami syari’ah  sebagai hukum dalam wujud asas dan aturan-aturan atau asas-asas saja. Kedua, pengertian luas yang memahaminya sebagai akidah, akhlak dan hukum. Syariah dalam Alqur’an Definisi syariah selama ini tidak sesuai dengan Syari’ah Islam yang […]Read More

Tauhid Rububiyah: “Maha Memiliki” dengan Rahma

Tauhid Rububiyah Dalam ayat ke-3 surat al-Fatihah, nama ar-rahman dan ar-rahim menjadi ayat tersendiri. Namun dalam sususan kalimat ia menjadi keterangan sifat kedua dan ketiga bagi Allah. Setelah sebelumnya diberi keterangan sifat Rabb al-‘Alamin. Bahasan ini terkait dengan Tauhid Rububiyah: “Maha Memiliki” dengan Rahma. Dengan demikian keduanya menjadi keterangan sifat yang disebutkan kembali. Karena keduanya […]Read More

Tauhid Uluhiyah: Berhak Disembah dengan Rahma

Dalam ayat pertama surat al-Fatihah, Basmalah, nama ar-Rahman dan ar-Rahim menjadi keterangan sifat (na’t) dari Allah. Para ulama berbeda pendapat tentang sebutan Allah. Menurut al-Khalil, Allah merupakan nama diri yang tidak dibentuk dari kata yang lain. Sementara ulama yang lain berpendapat bahwa sebutan Allah merupakan kata bentukan. Kemudian yang terakhir ini pun berbeda tentang asal-usulnya. […]Read More