- Advertisement -spot_img

AUTHOR NAME

Heru Joni Putra

5 KIRIMAN
0 KOMENTAR
Heru Joni Putra lahir 13 Oktober 1990 di Payakumbuh, Sumatra Barat. Lulusan Sastra Inggris FIB Universitas Andalas dan Cultural Studies FIB Universitas Indonesia. Buku pertamanya berjudul Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa (2017) beroleh penghargaan sebagai Buku Sastra Terbaik versi Majalah TEMPO 2018 serta Wisran Hadi Award 2019 dan telah diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh George A Fowler dengan judul Will Badrul Mustafa Never Die: Verse from the Front (2020). Tahun 2019 ia mengikuti Residensi Penulis di Bristol (UK) atas dukungan Komite Buku Nasional. Buku terbarunya berjudul Suara yang Lebih Keras: Catatan dari Makam Tan Malaka (2021). Ia kini tinggal dan bekerja di Jogjakarta serta bisa dihubungi via IG @heru.joniputra |

Karya Sastra Ulama (5): Pentingnya Wawasan Kebudayaan

Muhammadiyah Tidak Anti Kebudayaan Kebudayaan - Ketika menuliskan esai ini, saya membaca berita perihal pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pak Haedar Nashir, yang menyampaikan...

Karya Sastra Ulama (4): Tiga Bagian Puisi Gus Mus

Doa yang dibacakan Menteri Agama pada peringatan HUT RI ke-76 lalu, sebagaimana sudah disebutkan di serial awal tulisan ini, merupakan puisi Gus Mus yang...

Karya Sastra Ulama (3): Dakwah Gus Mus Lewat Sastra

Gus Mus Menggunakan Sastra Sebagai Media Dakwah Sastra Gus Mus - KH Mustofa Bisri atau Gus Mus merupakan sedikit dari ulama di Indonesia zaman ini...

Karya Sastra Ulama (2): Kenapa Ulama Perlu Menulis Karya Sastra?

Para ulama tak pernah ketinggalan untuk memanfaatkan karya sastra sebagai peranti untuk membangun kesadaran-kesadaran tertentu yang berlandaskan ajaran-ajaran dalam agama Islam. Berdakwah, bagi ulama tersebut,...

Karya Sastra Ulama (1): Sastra Tak Sekadar Hiburan

Puisi Gus Mus Dijadikan Doa Pembacaan doa oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, adalah bagian yang sangat menarik perhatian dalam acara Peringatan Kemerdekaan RI ke-76...

Latest news

- Advertisement -spot_img