Mu'arif

Redaktur Suara Muhammadiyah yang Aktif mengkaji sejarah Muhammadiyah-Aisyiyah, Anggota MPI dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. Sedang menempuh studi doktoral UIN Sunan Kalijaga dan bergabung dalam program riset Humanitas Global Indonesia.

Teori Ras Sebagai Konstruksi Budaya

Teori Ras berawal dari sebuah asumsi bahwa manusia kulit putih memiliki Gen yang lebih unggul dibanding manusia kulit hitam. Atau, sekelompok manusia dengan latarbelakang budaya tertentu dianggap lebih unggul dibanding yang lain. Dalam studi Antropologi, teori ini masih dianggap sebagai kebenaran yang harus diikuti. Faktanya, Rasisme masih mengancam peradaban umat manusia di muka bumi ini. […]Read More

Doktrin Messianisme dalam Sejarah Agama-agama Wahyu

Sebuah bangsa yang senantiasa dijajah oleh bangsa lain yang jauh lebih kuat, baik dari segi ekonomi, politik maupun kebudayaan, niscaya menyandang mental inferior. Apalagi ketika bangsa tersebut tak memiliki daya upaya sedikit pun disebabkan karena lemah secara ekonomi, kalah secara politik, dan tersingkir oleh kebudayaan bangsa lain. Dalam kondisi mental inferior muncul perasaan frustasi sambil […]Read More

Dibujuk Agar Menjadi Komunis, Tokoh Ini Setia Memilih Muhammadiyah

Seorang sinyo datang ke tanah Hindia-Belanda pada awal abad ke-20 layaknya seorang perantau. Ia seorang yang terdidik. Statusnya masih menjadi anggota Sociaal Democratische Arbeider Partij (SDAP), salah satu partai berhaluan Sosialis-Marxis di negeri Belanda. Sikapnya tegas membela kaum tertindas tanpa melihat latar belakang bangsa maupun agama. Dengan bekal kemampuannya, sinyo ini melamar pekerjaan di salah […]Read More

Nabi Ibrahim pun Pernah Musyrik!

Dua kategori keimanan: politeisme dan monoteisme. Jika dalam hati seseorang meyakini keberadaan Tuhan lebih dari satu, baik secara Dzat dan Sifat-sifat-nya, maka dia seorang politeis. Sebaliknya, jika dalam hati seseorang meyakini keberadaan Tuhan sebagai “Dzat Yang Tunggal,” maka dia seorang monoteis. Di antara keyakinan politeisme dan monoteisme terselip satu keyakinan samar: henoteisme. Yaitu, suatu bentuk […]Read More

Ketika KH Mas Mansur Meluruskan Pandangan Teologis Dr Soetomo

Keyakinan Dr Soetomo yang terpengaruh oleh filsafat emanasi dan lebih mengindahkan hakekat ketimbang syariat mendapat respons dari KH Mas Mansur. Tokoh Muhammadiyah Jawa Timur ini memang tidak sepakat dengan keyakinan pahlawan pergerakan nasional itu. Akan tetapi, keduanya tetap sebagai sahabat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan toleransi. Keyakinan antara keduanya tetap berbeda sepanjang hayat masing-masing. […]Read More

Perdebatan Antara Dr Soetomo dengan KH Mas Mansur Tentang Eksistensi

Selama ini banyak kalangan yang boleh dibilang tidak atau belum mengetahui seluk-beluk keyakinan sosok Dr. Sutomo, ketua organisasi Boedi Oetomo (BO). Dengan latar belakang keyakinan Theosofi, ia pernah menjabat sebagai adviseur (penasehat) Polikliniek Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) Muhammadiyah Surabaya. Dialog pemikiran teologis sempat terjadi antara Soetomo dan KH. Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah di Surabaya pada […]Read More