PUBLISHER

PT Litera Cahaya Bangsa Jalan Nanas 47B, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Kanal Moderasi Islam. Hubungi Kami.
Oleh: Daffa Salsabila Putra*

Muhammadiyah adalah organisasi dan gerakan orang-orang yang mencintai dan ingin mengikuti jejak dan ajaran Muhammad SAW, Nabi sekaligus Rasul penutup. Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar, yang ingin mengamalkan ajaran Islam guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kini, Muhammadiyah usianya sudah melewati satu abad. Amal usahanya cukup banyak. Perannya sudah banyak dirasakan oleh umat dan bangsa. Kontribusinya pada umat dan bangsa cukup banyak. Mulai dari pemikirannya (tentang pembaharuan), pilihannya pada sumber asli Al-Qur’an dan As-Sunnah, sampai kepada model-model pengamalan Islam dalam bidang tabligh, pendidikan, kesehatan, sampai sosial telah banyak dirasakan bagi masyarakat dan negara.

Profil Kader Muhammadiyah

Dibutuhkan regenerasi untuk melanjutkan jalanya roda persyarikatan. Hal ii diwujudkan dengan adanya perkaderan bagi anggota Muhammadiyah. Bertujuan  untuk membentuk anggota Muhammadiyah yang loyal agar dapat bergerak memimpin persyarikatan.

Maka, pengertian Kader Muhammadiyah adalah Anggota Muhammadiyah teladan. Keteladanannya ditunjukkan dengan kepribadiannya yang bertauhid murni, berakhlak mulia, dan taat beribadah. Selain itu, kader Muhammadiyah juga bermuamalat secara Islami dan berhasil mewujudkan kebiasaan-kebiasaan yang mengantarkannya menjadi seorang pribadi muslim yang sebenar-benarnya.

Ia memiliki keyakinan yang mantap dalam bertauhid yang murni, yakni berupa pembebasan diri dari segala hal yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perbuatannya kecuali yang berasal dari Allah. Laa ilaaha illallah, adalah pernyataan pembebasan dari segala hal kecuali hanya yang berasal dari Allah saja.

Ia menjadi sangat merdeka karena segala bentuk ikatannya kepada apapun dan siapapun didasarkan sepenuhnya kepada Allah. Tidak takut kepada apapun, tidak mau terikat dengan siapapun, kecuali kepada Allah dan segala aturan-Nya. Ia beriman pula kepada para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, takdir baik dan takdir buruk.

Baca Juga  Musda Mulia: HAM dalam Pandangan Islam

Dalam kehidupan kesehariannya, ia senantiasa meningkatkan kualitas akhlak mulianya dan mengikis habis akhlak tercelanya. Ia selalu mengembangkan dirinya menjadi semakin jujur, amanah, sabar, istikamah, iffah, tawadhu’, pemaaf, dermawan, berani, bermujahadah, dan semua sifat akhlak mulia lainnya.

Ia juga mengikis habis akhlak tercelanya seperti bohong, khianat, mudah marah, tergesa-gesa, sombong, dendam, takut, sampai kikir. Apabila muncul akhlak tercela tersebut, ia cepat beristighfar kepada Allah, meminta maaf kepada yang bersangkutan. Bersyukur adalah kebiasaannya.

Setiap capaian yang baik, ia bersyukur kepada Allah. Demikian pula ketika berhasil menyingkirkan yang buruk, ia juga bersyukur. Ia yakin kekuatan syukur menarik anugerah Allah yang lebih besar lagi menghampirinya. Dengan bersyukur, ia akan berkembang terus menuju puncak kepribadian yang mulia.

Anggota Inti

Kader adalah anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan pimpinan serta mendampingi di sekitar pimpinan. Kader bisa berarti pula sebagai jantung suatu organisasi. Jika kader dalam sebuah kepemimpinan lemah, maka seluruh kekuatan kepemimpinan juga akan lemah.

Kader berarti pula pasukan inti. Daya juang pasukan inti ini sangat tergantung dari nilai kekaderan yang berkualitas, berwawasan, militan, dan penuh semangat. Kader merupakan kelompok manusia yang terbaik karena terpilih, menjadi tulang punggung dari kelompok yang lebih besar dan terorganisasi secara permanen.

1 Inti adalah bagian yang utama, yang penting peranannya dalam suatu proses atau pelaksanaan kerja.

2 Inti adalah pusat kendali bagi lingkungannya. Ibarat sebuah sel, ia akan berfungsi dengan baik apabila intinya sehat. Kader Muhammadiyah adalah anggota inti yang diorganisir secara permanen dan berkemampuan dalam menjalankan tugas serta misi di lingkungan persyarikatan, ummat, dan bangsa guna mencapai tujuan Muhammadiyah.

Baca Juga  Muhammadiyah-NU Kompak Soal Pemakaman Jenazah Covid-19

3 Kader Muhammadiyah adalah anggota Muhammadiyah yang telah mengikuti perkaderan Muhammadiyah, memiliki integritas dan kompetensi, serta mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai kader.

Anggota Muhammadiyah yang telah menyelesaikan perkaderan Darul Arqam atau serial Baitul Arqam dianggap telah memenuhi persyaratan sebagai kader. Namun apabila ia belum melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai kader, ia belumlah termasuk kader. Ia menjadi kader apabila telah meninggalkan jejak-jejak yang dapat dilihat dengan nyata dalam menjalankan tugasnya sebagai kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

Kualitas Kader Ortom

Maka Muhammadiyah melalui organisasi otonom (ortom)-nya senantianya mengupayakan dakwah amar maruf nahi munkar bagi seluruh elemen masyarakat. Kader IPM bukan hanya yang mampu sukses menggerakkan para pelajar untuk ikut kegiatannya seperti Fortasi. Tetapi yang juga mampu menggerakkan para pelajar untuk belajar agama tanpa meninggalkan belajar ilmu umum.

Kader IMM bukan hanya mampu menggerakkan massa untuk unjuk rasa dan berkobar dalam berorasi. Tetapi yang mampu menggerakkan massa untuk sholat berjamaah di masjid, menjadi imam sholat dan berkhutbah jumat.

Kader Pemuda Muhammadiyah bukan hanya mampu menggerakkan para pemuda dan berperan dalam memelihara dan menjaga persatuan bangsa. Melainkan juga yang mampu memelihara dan menjaga keimanan dalam diri dan sekitarnya.

Kader KOKAM bukan hanya yang mampu menjaga keamanan setiap acara persyarikatan, atau yang gagah perwira dengan seragam khas dorengnya. Tetapi juga yang mampu dan mau ikut mendengarkan pengajian, menjaga sholat berjamaah lima waktu di masjid, dan tidak meninggalkan pakaian takwa.

Kader Tapak Suci bukan hanya yang mampu melatih diri, memakai dan hafal dengan beragam tekhnik bela diri dengan sempurna. Tetapi juga mereka yang mampu melatih diri untuk menjalankan ibadah dan mengamalkan  gerakan sholat dengan sempurna.

Baca Juga  Data Populasi Penduduk Muslim 2020: Indonesia Terbesar di Dunia

Kader Hizbul Wathan bukan hanya yang mengerti tentang sandi dan dekat dengan alam sekitar, serta selalu disiplin dengan aturan yang ada. Tetapi mereka yang hafal Al-Quran walaupun sedikit dan perlahan. Juga segera siap siaga memenuhi panggilan salat dan disiplin dengan aturan agama.

***

Maka peranan kader ortom juga sebagai kader persyarikatan, ia harus meninggalkan jejak berupa keteladanan dan berada orbit gerakan. Sebagai kader umat, ia meninggalkan jejak berupa perannya dalam membina kehidupan beragama, ukhuwwah, dan sosial ekonomi ummat Islam. Sebagai kader bangsa ia meninggalkan jejak berupa perannya dalam mengaktualisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa.

Kader Muhammadiyah adalah kader Islam. Kader Islam adalah muslim yang siap membawa cerahnya Islam ini keseluruh alam, membawa peradaban Islam menjadi lebih baik sesuai dengan peran masing-masing. Karena maju-mundurnya nilai-nilai perkaderan saat ini akan menentukan Muhammadiyah di masa yang akan datang.

*) Kabid Tabligh IMM Al Farabi UIN Sunan Ampel Surabaya

Share Artikel

customer

2 Comments

  • Marcelle Darga, 07/07/2020 @ 15:01

    I simply want to say I am just newbie to blogging and site-building and absolutely savored your blog. Most likely I’m going to bookmark your blog post . You really come with tremendous well written articles. Regards for sharing with us your web site.

  • viagra, 09/07/2020 @ 05:33

    After research a few of the post on your site currently, as well as I genuinely like your method of blogging. I bookmarked it to my book mark web site checklist as well as will certainly be checking back soon. Pls look into my internet site too as well as let me understand what you assume.

Tinggalkan Balasan