PUBLISHER

PT Litera Cahaya Bangsa Jalan Nanas 47B, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Kanal Moderasi Islam. Hubungi Kami.

Asyura- Dalam kitab I’anatut Thalibin karya Abi Bakr Ibnu Asy-Syayyid, hal.302, jilid 2. diriwayatkan:

عن ابى هريرة رضي الله عنه ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ان الله عز وجل افترض على بنى اسرائيل صوم يوم فى السنة ، وهو يوم عاشوراء ، وهو اليوم العاشر من المحرم ، فصوموه ووسعوا على عيالكم فيه ، فانه من وسع على عياله واهله من ماله وسع فيه الله عليه سائلا سنته ، فصوموه فانه اليوم الذى تاب الله فيه على آدم فاصبح صفيا ، ورفع فيه ادريس مكانا عليا ، واخرج نوحا من السفينة ، ونجى ابراهيم من النار ، وانزل الله فيه التوراة على موسى ، واخرج فيه يوسف من السجن ، ورد فيه على يعقوب بصره ، وفيه كشف الضر عن ايوب ، وفيه اخرج يونس من بطن الحوت ، وفيه فلق البحر لبني اسرائيل ، وفيه غفر لداود ذنبه ، وفيه اعطى الله الملك لسليمان ، وفى هذا اليوم غفر لمحمد صلى الله عليه وسلم ، ما تقدم من ذنبه وما تئخر ، وهو اول يوم خلق الله فيه الدنيا ، واول يوم نزل فيه المطر من السماء يوم عا شوراء ، واول رحمة نزلت الى الارض يوم عاشوراء  . الحديث . (اعانة الطالبين الجزء الثانى ٣٠٢)

Dari Abi Hurairah ra. Rasulullah saw. telah bersabda :

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada Bani Israil untuk berpuasa sehari dalam setahun, yaitu puasa ‘Asyura’, dia adalah hari ke sepuluh pada bulan Muharam, maka berpuasalah kalian pada hari tersebut, dan luaskanlah atas keluarga kalian dalam hal nafkah pada hari tersebut, karena barang siapa yang meluaskan pada keluarganya dari hartanya, maka Allah akan meluaskan permintaan padanya pada tahun tersebut, maka berpuasalah kalian, karena sesungguhnya pada hari tersebut :

  1. Allah Ta’ala telah menerima taubat Nabi Adam as. dan akhirnya Nabi Adam as. menjadi bersih.
  2. Allah Ta’ala telah mengangkat Nabi Idris as. ke tempat yang tinggi (yaitu ke langit ke empat, pendapat lain ke surga dan Nabi Idris sampai sekarang masih hidup).
  3. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Nuh as. dari perahu. (ketika terjadi banjir topan selama enam bulan).
  4. Allah Ta’ala telah menyelamatkan Nabi Ibrahim as. dari kobaran api. (ketika dibakar oleh Raja Namrudz).
  5. Allah Ta’ala telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa as.
  6. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yusuf as. dari penjara.
  7. Allah Ta’ala telah mengembalikan penglihatan kepada Nabi Ya’kub as. ayah Nabi Yusuf. (Nabi Ya’kub as. menjadi buta karena kebanyakan menangis, menangisi nasib Nabi Yusuf as. yang dimakan binatang buas di hutan menurut cerita saudara-saudaranya).
  8. Allah Ta’ala telah menyembuhkan penyakit Nabi Ayub as. (sakit selama tujuh tahun, sampai diasingkan oleh masyarakat, istri-istrinyanya pun minta cerai kecuali istri yang bernama Rohmah).
  9. Allah Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yunus as. dari perut ikan Hiu.(selama tiga hari tiga malam berada di perut ikan).
  10. Allah Ta’ala telah membelah lautan untuk kaum Bani Israil (dengan tongkat Nabi Musa as. yang akhirnya Raja Firaun juga mati tenggelam bersama bala tentaranya).
  11. Allah Ta’ala telah mengampuni kesalahan Nabi Daud as. (ingat para Nabi dan Rasul itu ma’sum).
  12. Allah Ta’ala telah memberikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman as. (waktu itu Nabi Sulaiman as. baru berusia 13 tahun, dan akhirnya Nabi Sulaiman as. menjadi manusia terkaya yang pernah ada di muka bumi ini).
  13. Allah Ta’ala telah mengampuni kesalahan-kesalahan Nabi Muhammad saw. yang sudah terjadi maupun yang belum, itu pun kalau ada. (ingat Rasulullah saw. dan para Rasul yang lain itu ma’sum artinya dijaga dari berbuat dosa).
  14. Pada hari ‘asyura’ tersebut, adalah awal mula Allah Ta’ala menciptakan alam dunia ini.
  15. Pada hari ‘asyura’ tersebut Allah Ta’ala telah menurunkan hujan dari langit untuk yang pertama kali.
  16. Dan pada hari ‘asyura’ tersebut Allah Ta’ala juga telah menurunkan rahmat yang pertama ke muka bumi ini.
Baca Juga  Islam Enteng-entengan (10): Bolehkah Yasinan atau Tahlilan untuk Orang Meninggal Dunia?

Disunahkan Berpuasa Satu Hari, yaitu Tanggal 10 Muharram

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَالرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Diriwayatkan dari Hafsah, ia berkata: Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw, yaitu: puasa Asyura, puasa sepuluh hari bulan Zulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan shalat dua rakaat sebelum shalat subuh. (riwayat Abu Dawud, Ahmad dan al-Baihaqi)

Inilah empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah, salah satunya ialah puasa Asyura, yaitu tepat tanggal 10 Muharram. Beliau sudah terbiasa melaksanakan puasa ‘Asyura.

Amalan yang diajarkan Rasulullah untuk menyambut tanggal 10 Muharram itu adalah berpuasa sunah dua hari, yaitu puasa yauma tasi’a (hari kesembilan) dan yaumal ‘asyura (hari kesepuluh) bulam  Muharram. Untuk tahun ini puasa tersebut bertepatan dengan hari Jum’at Legi dan Sabtu Pahing tanggal 28-29 Agustus 2020.

Disunahkan Berpuasa 2 Hari

Kita simak dua hadits shahih riwayat Muslim berikut ini!

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: كَانَتْ قُرَيْشٌ تَصُوْمُ عَاشُوْرَاءَ فِى اْلجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُوْمُهُ. فَلَمَّا هَاجَرَ اِلَى الْمَدِيْنَةِ صَامَهُ وَاَمَرَ بِصِيَامِهِ. فَلَمَّا فُرِضَ شَهْرُ رَمَضَانَ، قَالَ: مَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ. مسلم 2: 792

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata :Dahulu kaum Quraisy berpuasa ‘Asyura’ pada masa jahiliyah dan Rasulullah SAW juga berpuasa. Maka setelah berhijrah ke Madinah, beliau tetap berpuasa ‘Asyura’ dan memerintahkan kepada para shahabat untuk berpuasa pada hari itu. Kemudian setelah diwajibkan puasa di bulan Ramadlan, maka beliau bersabda, “Barangsiapa yang ingin berpuasa ‘Asyura’ silakan berpuasa, dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya silakan tidak berpuasa”. [HR. Muslim juz 2, hal. 792]

Rasulullah Menambah Berpuasa pada Hari Kesembilan

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ: حِيْنَ صَامَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَاَمَرَ بِصِيَامِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ اْليَهُوْدُ وَ النَّصَارَى. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: فَاِذَا كَانَ اْلعَامُ الْمُقْبِلُ اِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا اْليَوْمَ التَّاسِعَ. قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ اْلعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم. مسلم 2: 798

Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Ketika Rasulullah SAW berpuasa ‘Asyura’ (hari ke sepuluh bulan Muharram) dan beliau memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu, para shahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah suatu hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashara”. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, insya Allah kami akan berpuasa Taasi’a (hari ke sembilan). Ibnu ‘Abbas berkata, “Ternyata belum sampai tahun berikutnya, beliau telah wafat”. [HR. Muslim juz 2, hal. 798]

Inilah cita-cita Rasulullah untuk tahun depannya. Tetapi cita-cita itu belum terlaksana karena beliau meninggal terlebih dahulu.

Baca Juga  Konsep Pakaian Syar'i yang Banyak Disalahpami Muslimah

Puasa Hari ‘Asyura’ Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ حَرْمَلَةَ بْنِ إِيَاسٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Sa’iid, telah menceritakan kepada kami Sufyaan, dari Manshuur, dari Mujaahid, dari Harmalah bin Iyaas, dari Abu Qataadah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa hari ‘Arafah menghapus dosa dua tahun yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, puasa hari ‘Asyura’ menghapus dosa setahun yang lalu.” (Musnad Ahmad no. 22028; Jaami’ At-Tirmidziy no. 752; Sunan Ibnu Maajah no. 1738).

Editor: Yahya FR

Share Artikel

contributor

Majelis Pustaka PCM Semin