Di Timur Fajar Cerah Gemerlapan , Mengusir Kabut Hitam

 Di Timur Fajar Cerah Gemerlapan , Mengusir Kabut Hitam

Ilustrasi. Sumber: Liburan Ke Jepang

Oleh: Ilhamsyah Muhammad Nurdin

-Fajar- Salah satu lirik lagu sang surya yang jadi mars Muhammadiyah ciptaan dari Djarwani Hadikoesoema yaitu “ditimur fajar cerah germerlapan, mengusir kabut hitam” menjadi gagasan tulisan ini mewakili romantisme Muhammadiyah yang pancarkan sinar pencerahan yang tak mengenal batas geografis, suku, agama dan golongan.

Bukti nyata atau bentuk kecintaan Muhammadiyah akan romantisme itu dengan adanya Amal Usaha Muhammadiyah yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke dan dari kota hingga ke pelosok desa. Bicara cinta dan romantisme tidak sebatas kata-kata belakang tapi memberikan bukti nyata seperti  istilah yang sering dikenal di Muhammadiyah “sedikit bicara banyak bekerja”.

Kerja nyata Muhammadiyah yang beredar dimana-mana merupakan bagian dari tugas sesama manusia lewat organisasi Muhammadiyah yang ingin memuliakan martabat manusia dan murni untuk melaksankan tugas suci kemanusiaan, bukan untuk mengIslamkan atau apalagi ingin memuhammadiyahkan semua orang.

Mari mencoba melihat Indonesia Timur yang menjadi wilayah terbitnya fajar yang hari ini Muhammadiyah mencoba mengusik kabut hitam yang menutupi indahnya matahari terbit fajar di Indoensia Timur itu dengan salah satu amal usaha dibidang Pendidikan dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan bersifat inklusif (terbuka). Bukan alat untuk meMuhammadiyahkan atau mengIslamkan.

***

Hari ini Muhammadiyah dengan amal usahanya ibarat fajar yang beredar di Indonesia Timur bisa dibilang sudah tak mampu dihitung dengan jari. Saya ambil satu dari beberapa amal usaha yang ada pada Muhammadiyah yaitu pada bagian Pendidikan. Kenapa dengan Pendidikan? karena Pendidikan adalah salah satu usaha menghilangkan kabut hitam akan ketidaktahuan infomasi pengetahuan.

Sebut saja beberapa jenjang Pendidikan yang sudah masuk di wilayah Indonesia Timur baik dari jenjang Pendidikan Taman Kanak-Kanak sampai jenjang Pendidikan Perguruan Tinggi. Pendidikan Taman Kanak-Kanak sampai jenjang Pendidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indoneisa Timur kini menjadi tauladan yang patut dicontoh oleh Lembaga Pendidikan yang lain dimana pun berada, kenapa tidak? Karena Muhammadiyah yang merupakan organisasi Islam yang lahir di Yogyakarta ini tak hanya untuk sesama Muslim, akan tetapi terbuka secara lebar selebar-lebarnya untuk non Muslim yang kini mayoritas sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia timur adalah umat Nasrani Papua dan NTT.

Di Kupang NTT yang jumlah Muslim-nya hanya 9%, Muhammadiyah hadir dengan bangunan nan megah dan mentereng dengan Universitas Muhammadiyah Kupang yang banyak mahasiswa non Muslim yang berkuliah disana. Tak hanya di Kupang, di Ende NTT, mayoritas siswa di SMA Muhammadiyah Ende adalah non Muslim. Bahkan, pihak sekolah menyediakan guru mata pelajaran agama Katolik. Hal yang sama pun terjadi di Indonesia Timur di tanah cendrawasih dengan empat perguruan tinggi Muhammadiyah telah berdiri  di Papua. Di Provinsi yang mayoritas bukan pemeluk Islam ini, Muhammadiyah dapat tumbuh dan besar serta dapat diterima di Papua.

Menurut Prof Sunyoto Usman (Guru Besar Uiversitas Gajah Mada) pernah mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Muhammadiyah di Indonesia Timur menjadi satu referensi dalam menjaga keutuhan bangsa. Muhammadiyah mendirikan  lembaga pendidikan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pembangunan di Jawa oritentasinya adalah membawa keuntungan, kalau pembangunan di Indonesia Timur lebih membawa rasa keadilan.

***

Ungkapan menarik juga hadir dari putra asli Papua “Saya adalah bintang Muhammadiyah yang besinar di kota Jayapura,” ucap Walikota Jayapura Benhur Tomy Mano yang merupakan alumni di SMP Muhammadiyah Abepura pada tahun 1982. Rasa bangga Benhur Tomy Mano terhadap Muhammadiyah sangat luar biasa, sehingga dalam berbagai kesempatan Ia selalu mengatakan bahwa Ia merupakan alumni sekolah Muhammadiyah.

Benhur Tomy Mano adalah Walikota Jayapura yang melanjutkan pengambidan sebagai Waikota Jayapura yang waktu 2016 lalu terpilih kembali menjadi Walikota Jayapura peiode 2017-2022.  Benhur Tomy Mano merupakan satu dari sekian banyak alumni sekolah Muhammadiyah di tanah Papua yang telah meraih kesuksesan dan inilah salah satu bukti bahwa pendidikan Muhammadiyah dapat diterima dimanapun, oleh siapapun tanpa membedakan suku, agama, ras maupun golongan.

Dalam 1 Abad Muhammadiyah yang ditulis oleh Majelis Diktilitbang dan LPI PP Muhammadiyah adalah “Dalam berbagai kesempatan Ahmad Dahlan menyampaikan ide pendirian sekolah yang mengacu pada metode pengajaran seperti yang berlaku pada sekolah milik pemerintah ke berbagai pihak, termasuk kepada santri yang belajar di Kauman maupun penduduk Kauman secara umum”. Ini menunjukan kalau Muhammadiyah sejak berdirinya sampai hari ini sebagai bentuk adil dalam membantu pemerintah bukan dalam arti ingin menyaingi pemerintah.

***

Muhammadiyah yang lahirnya mendahului kemerdakaan Republik Indonesia sudah barang tentu akan selalu membantu dan memberikan terbaik untuk anaknya, Indoensia. Muhammadiyah akan selalu menjunjung tinggi dalam semangat menjaga kehidupan beragama dan toleransi antar umat yang berada di Indonesia Timur dengan bukti-bukti nyata.  

Muhammadiyah tidak perlu mengklaim sebagai Ormas yang pluralis, paling moderat, paling toleran dan sebagainya. Tapi Muhammadiyah memilih jalan lewat aksi nyata Kini seperti yang kita lihat di Indonesia Timur menunjukkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Begitulah Muhammadiyah kehadirannya layaknya Matahari yang menyinari seluruh makhluk di muka bumi tanpa memilih dan memilah, sehinggga cerah gemerlapannya mampu mengusir kabut hitam.

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTimes.id Kanal Islam Berkemajuan. Menyajikan wacana keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan untuk menenebarkan perdamaian dan mengokohkan kebhinnekaan.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *