Nafsiyah

Kabar Kematian

2 Mins read

Akhir-akhir ini terus saja kudengar kabar

Tentang apa yang selalu kita cemaskan

Dengan berbagai cara dulu kita kerap menghindar

Atau minimal menutupinya lewat gurauan

Entah karena kita begitu takut

Atau hanya ingin menunda selagi bisa

Sebab tentu kita semua tahu belaka

Cepat atau lambat toh ia akan datang juga

Pada suatu pagi ketika kita sedang minum kopi

Atau saat yang samasekali tak mungkin kita duga

***

Mula-mula ia hanya jadi judul-judul berita

Yang kita baca sepintas-lalu setengah terjaga

Sembari bercengkerama melepas penat kerja

Dari jauh kita saksikan orang-orang kebingungan

Dalam tangis dan jerit yang mengetuk-ngetuk layar

Mobil-mobil ambulan lalu-lalang

Rumah-rumah sakit diserbu antrian panjang

langkah para petugas berderap menyeret kengerian

Orang tua, pasangan kekasih, remaja belia, dan anak-anak

Melolong tercekik kehilangan

Tak sempat melingkarkan peluk atau memberi ciuman 

Ribuan tubuh membeku, liang-liang kubur menganga diam

Bergerak serba cepat, serba cermat mirip bayangan

Siang malam, di bawah terik atau di tengah hujan

***

Kita menyaksikan dari jauh, di atas sofa ruang keluarga

Tentu saja kita bersimpati. Betapapun itu adalah berita

Tentang wajah-wajah asing di negeri-negeri yang jauh

Kita hanya bisa membayangkan, betapa ngerinya

Tercekam kematian sedekat itu, senyata itu

Kita bisa membayangkan seperti apa rasanya kehilangan

Begitu banyak orang-orang tercinta, begitu tiba-tiba

***

Sungguh tak pernah terduga

Wajah kematian itu akhirnya datang menghampiri kita

Tak ada waktu untuk terkejut atau terpana

Tahu-tahu kita tersergap perangkap dan jadi berita

Tentang kengerian yang ditonton orang entah siapa

Sembari melepas penat kerja di sofa ruang keluarga

Mungkin mereka juga bersimpati melihat kengerian

Baca Juga  Beragama di Era Digital dan Covid-19

Di wajah-wajah kita yang tanpa nama

Dari hari ke hari mereka mencatat rekor kematian

Seperti skor permainan bola

Nyawa dicatat sebagai statistik, sebagai angka

Mungin ini karma yang dulu kita lakukan pada entah siapa

Entah karena terlalu lama terperam kebencian

Atau akibat kebingungan dihantam arus informasi

Atau sebagai eskapisme dari kecemasan yang tak terperi

Kita sendiri jadi bangsa yang suka bertengkar hal apa saja

Juga  soal kematian ini, adakah ia takdir atau konspirasi

Sebagian orang memanipulasi kengerian ini, lalu

memperbesarnya sebagai alat mengatur kepatuhan

Atas nama hukum, atas nama sains, atas nama agama,

atas nama keamanan, atas nama nasionalisme

Sebagian lainnya menyulap kabar kematian

menjadi alat untuk melawan

Untuk kepentingan politik, untuk keuntungan dagang

untuk kepuasan psikologis yang lama terpendam

***

Orang-orang pun terbelah

Politisi dan pedagang saling bantah

ilmuwan dan agamawan saling sanggah

pejabat dan pengamat saling tuding

Betapapun, kabar kematian makin bertubi-tubi

Sirine ambulan yang meraung-raung di jalan

Segera menyelinap cepat masuk ke semua kanal berita

di medsos, juga pengeras suara di musholla-musholla

Setiap hari kudengar kabar kematian:

saudara, teman, tetangga, kenalan, kolega

Berturut-turut tanpa kenal waktu, tanpa jeda

***

Baru saja kuterima berita tentang kematian seorang teman

yang dulu sering kita ajak main bersama

Aku buru-buru ingin menyampaikan kabar ini padamu

Tapi, bagaimana aku bisa percaya?

Kudengar pula kabar tentang kepergianmu

Semuanya begitu mendadak, begitu tiba-tiba

Aku hanya bisa menyebut namamu

Berkali-kali, tak henti-henti. Inna lillahi….

Di tengah pusaran ini aku merasa begitu sepi

Menghadapi kematianku sendiri

Yang akan datang entah kapan, atau sebentar lagi

Kalau saja kamu bisa memberitahuku

Baca Juga  Kita Bukan Anti-Sains, Hanya Kurang Total Ber-Sains

Adakah alasan atau waktu yang tepat

Untuk mati?

Editor: Rozy

Print Friendly, PDF & Email
1 posts

About author
Penulis
Articles
Related posts
Nafsiyah

Islam: Melebur dalam Seni dan Budaya Indonesia

4 Mins read
Facebook Telegram Twitter Linkedin email Islam Budaya | Indonesia dengan puluhan ribu pulau dari Sabang sampai Merauke memiliki beragam budaya dan adat…
Nafsiyah

Empat Penyebab Intoleransi kepada Minoritas

3 Mins read
Facebook Telegram Twitter Linkedin email Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia sering kali dilanda oleh berbagai macam fenomena keagamaan, terutama pada umat Muslim….
Nafsiyah

Potret Pembelajaran Islam di Rusia

1 Mins read
Facebook Telegram Twitter Linkedin email Dilansir dari World Population Review, jumlah pemeluk agama Islam di muka bumi ini pada tahun 2020 yakni…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *