Marketing Kreatif Sekolah Muhammadiyah di Era Pandemi - IBTimes.ID
Report

Marketing Kreatif Sekolah Muhammadiyah di Era Pandemi

2 Mins read

IBTimes.ID – Memarketkan sekolah, di tengah pandemi, memiliki tantang superkeras. Bukan hanya tantangan tersebut datangnya dari krisis kesehatan semata, ekonomi yang tidak pasti, cepatnya perubahan teknologi, kondisi industri bisnis, dan jasa layanan pendidikan juga menjadi titik yang harus diperhatikan secara khusus.

Hal inilah yang disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik Nanang Sutedja SE MM dalam kegiatan Sharing Session dengan 21 sekolah mitra yang mengangkat tema Good to Great, Sabtu (6/2/21) di Synergy Room SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.

Nanang Sutedja menjelaskan ada lima langkah dalam meningkatkan marketing yang bisa dilakukan sekolah dalam menghadapi tantangan ini. Pertama adalah searching opportunity, mencari peluang baru. Sekolah harus bisa mencari cela dan peluang anyar dalam ‘menjual’ sekolah kepada pelanggan.

Setelah berhasil menemukan peluang baru, tahapan kedua adalah dilakukan riset, theoritical research. Peluang itu harus dikaji dan didalami berdasarkan tren pelanggan, wali siswa, mulai dari data tren calon pelanggan, pertumbuhan sosial ekonomi dan demografi di lingkungan usaha, mempelajari kompetitor, dan statistical program.

Produk Keunggulan Sekolah

Nanang memaparkan, tahapan ketiga adalah utilize idea, memanfaatkan ide. Pada tahap ini, ide ditempatkan dan digunakan sebagai penguat dan mengembangkan merk atau brand sekolah, memperbaiki sistem layanan pendidikan, create what the market need/want, ciptakan apa yang dibutuhkan atau diinginkan pasar, dan captive market, pasar yang sudah dalam genggaman.

Keempat, penetrasi pasar. Mempelajari keunggulan produk atau jasa sekolah dibanding pesaing (pricing strategy). Maka, sekolah harus melakukan 3 market awareness, sebuah kesadaran pasar, mulai dari sosial media, direct marketing (promosi), dan personal selling berupa pendekatan satu lawan satu, kebutuhan pelanggan, dan informasi pesaing, one on one approach, customer needs, competitor information.

Kelima, incredible result, hasil yang luar biasa. Untuk bisa mencapai hasil yang maksimal maka harus ada usaha cerdas dan kerja keras yang sesuai dengan sasaran matrik pelanggan, yaitu kepuasan (satisfaction), loyalitas, dan retention order, pembelian berulang.

Baca Juga  Argumen Kaum Ateis Baru & Bagaimana Kita Menjawabnya

Khusus untuk retention, Nanang menjelaskan ada pelanggan yang loyal, yang berulang menyekolahkan putra-putrinya di sekolah seperti kakak-kakaknya. Semisal menyekolahkan di sekolah Muhammadiyah GKB Gresik, bisa di SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, maupun di SMA Muhammadiyah GKB Gresik.

Bisa juga, lanjutnya, orangtua memberikan saran ke orang lain, saudara, tetangga, ataupun teman kantor untuk menyekolahkan ke sekolah Muhammadiyah GKB.

Marketing Sekolah Era Modern

Nanang menjelaskan sekolah harus menerapkan pola marketing era modern dengan menitikberatkan pada inklusif dan terus belajar, entreprenurial, eksplorative, relational, dan menjadi pusat keunggulan (center of excellent).

Sekolah Muhammadiyah harus memiliki pusat keunggulan yang akan dijadikan sebagai bahan untuk proses marketing. Pusat keunggulan ini bisa menjadi magnet pelanggan, orangtua siswa dan siswanya sehingga memiliki ketertarikan.

Pusat keunggulan ini, lanjutnya, akan bisa dijadikan ciri khas atau brand sekolah yang nantinya akan ‘disebar’ dalam marketer sekolah secara digital, digital marketing. Baik itu melalui media sosial, publikasi video, website atau blog, dan website rank Google.

Dengan proses inilah, keunggulan sekolah bisa diketahui oleh masyarakat luar. Semisal, sekolah ramah anak, sekolah literasi, sekolah sehat nasional, sekolah internasional, sekolah para juara, sekolah riset, maupun class passion. Keunggulan ini bisa dibuatkan poster digital (posdig) maupun video testimoni.

Sudah tidak menjadi rahasia lagi, seorang marketer bisa menjalankan tugas secara maksimal apabila sekolah tersebut memiliki pola dan strategi dalam memasarkan dalam usaha untuk meningkatkan perolehan pelanggan. Seorang marketer, menurut Nanang Sutedja, supaya bisa menjalankan tugas secara efektif maka dibutuhkan karakter yang kritis, memiliki jiwa kreatif, mampu berkolaborasi, kredibel, dan memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. (*)

Baca Juga  Jonathan Benthall: Barat Perlu Mengenal Muhammadiyah dan Aisyiyah

Editor: Yusuf

Redaksi
221 posts

About author
IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan
Articles
Related posts
Report

Abdul Mu’ti: "17 Karakter Berkemajuan ala KH Ahmad Dahlan"

2 Mins read
Islam berkemajuan sering digaungkan oleh Muhammadiyah. Gerakan Islam Berkemajuan sendiri sebenarnya bukan hal yang baru hadir di Muhammadiyah, melainkan telah menjadi spirit…
Report

Hyung-Jun Kim: "Muhammadiyah Perlu Sosok Youtuber!"

2 Mins read
Persyarikatan Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang sangat sukses dengan dakwahnya di berbagai bidang. Bahkan menurut Robert W. Hefner tidak ada organisasi…
Report

Haedar Nashir: "Muhammadiyah Bukan Gerakan Revivalisme atau Fundamentalisme Islam!"

2 Mins read
IBTimes.ID – Dalam agenda Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 April 2021, dalam pidato kuncinya, Haedar Nashir menerangkan…

Tinggalkan Balasan

Mari Kolaborasi
Mari Berkolaborasi bersama kami "IBTimes.ID - Cerdas Berislam" dan para kontributor lainnya untuk memproduksi narasi Islam yang mencerahkan.
Donasi dapat melalui Bank Mandiri 137-00-5556665-3 a.n Litera Cahaya Bangsa