Kepak Sayap Berkemajuan Muhammadiyah - IBTimes.ID
Tajdida

Kepak Sayap Berkemajuan Muhammadiyah

3 Mins read

Muhammadiyah Berkemajuan – Media sosial terutama akun para kader, simpatisan, bahkan pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah menyampaikan kebanggaannya atas berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Di tengah pandemi yang masih melanda berbagai negara termasuk Negeri Jiran, Muhammadiyah tak hanya menanggulangi wabah di negeri kelahirannya sendiri. Namun, kini merawat intelektualitas manusia di Malaysia dengan adanya UMAM.

Tak aneh dan tak heran sebenarnya, jika mendengar Muhammadiyah mendirikan sekolah, walaupun diluar negeri. Kenapa? Ya maklum saja, Muhammadiyah yang lahir dari kampung kini tak lagi jadi organisasi ‘kampungan’. Karena sejak berdirinya saja, Muhammadiyah mengusung dan sebagai pelopor pendidikan modern, dan itu dilakukan secara istikamah.

Muhammadiyah, Organisasi Kelas Dunia

Kini, diusia ke 112 tahun Hijriyah ini, Muhammadiyah semakin menasbihkan bahwa Persyarikatan yang didirikan di Kauman, Yogyakarta ini telah menjadi organisasi kelas dunia. Maka tak kaget jika ada Muhammadiyah mendirikan tempat pendidikan diluar negeri.

Ditempat lain, di atas tanah seluas 7 hektar, Muhammadiyah memiliki sekolah di Australia bernama Muhammadiyah Australia College (MAC) yang didirikan di 585 Belgrave-Hallam Road, Narre Warren East, Victoria, Australia, bahkan ditanah Mesir, ada TK ABA. Maka, tidak kaget ketika lahir Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Tetapi, pastilah kita semua warga Muhammadiyah patut bangga atas adanya UMAM, kenapa? Karena banyak sekali Warga Negara Indonesia yang tinggal disana, selain itu, yang terpenting lagi, UMAM adalah kampus Indonesia pertama di luar negeri, jadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah dengan lahirnya UMAM.

Meneguhkan Kelas Muhammadiyah

Kampus yang sebelumnya diajukan dengan nama Univesitas Muhammadiyah Antarbangsa Malaysia (UMAM), namun dalam surat keputusan resmi disebut Universiti Muhammadiyah Malaysia dengan singkatan UMAM tersebut seakan semakin meneguhkan kelas Muhammadiyah sebagai sebuah Persyarikatan.

Baca Juga  Verena Meyer: Filsafat Sejarah Muhammadiyah - 'Aisyiyah

Kelas yang tidak sekedar kerumunan, namun berbuat dengan nyata dalam tindakan. Kelas yang tidak hanya lokal, namun sekarang harus kita akui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi kelas dunia.

Sebuah capaian yang mungkin sulit diraih dan jarang didapat oleh organisasi lainnya, karena dalam berbagai kancah Internasional, nama Muhammadiyah seakan tidak lepas darinya.

Bagaimana tidak, kita tau kampus-kampus Muhammadiyah banyak dan sering menjadi kampus terbaik didunia. Sebut saja UniRank yang menempatkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus Islam Terbaik di Dunia beberapa waktu lalu, disisi lain peran Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang menjadi satu-satunya Tim Medis yang terdaftar di World Health Organization (WHO). Dan Muhammadiyah sendiri telah lebih dari 10 tahun menjadi anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Secara resmi pada tanggal 1 Agustus 2011, yang ditandai dengan terbitnya surat berlogo resmi PBB yang dikirimkan langsung kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam surat tersebut, dijelaskan juga hak dan kewajiban yang dimiliki oleh Muhammadiyah sebagai anggota ECOSOC yang secara resmi menyandang status sebagai Special Consultative Status.

Jadi, lahirnya UMAM di Malaysia dan sekolah Muhammadiyah di luar negeri, peran MDMC yang sudah melintasi berbagai negara, semakin menegaskan dan meneguhkan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi kelas dunia.

Tak hanya membangun bangsa, hadirnya seakan merepresentasikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Tidak hanya fokus membenahi dan membantu Indonesia, kini Muhammadiyah semakin layak menyandang gelar organisasi tingkat dunia. Ditambah lagi beberapa PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) diberbagai negara, sinar Sang Surya tidak cuma menerangi Kauman dan Nusantara.

Kepak Sayap Berkemajuan

Meski lambangnya bukan burung atau sayap, namun kepakan sayap Muhammadiyah semakin melebar, hingga ke berbagai negara. Semakin banyak berbuat, semakin banyak memberi manfaat. Muhammadiyah yang melampaui seabad, telah melampaui batas-batas wilayah negara.

Baca Juga  Muhammadiyah Itu Gerakan, Bukan Keyakinan

Tak hanya namanya saja yang dikenal, namun dirasakan pula caranya beramal. Melalui bangku yang dulu dianggap menyamai orang kafir, spirit KH. Ahmad Dahlan kini telah memberikan ragam kemaslahatan diberbagai bidang.

Tak hanya pendidikan, namun juga mendidik anak bangsa. Mendidik dengan dakwah, sosial kemasyarakatan, serta kebangsaan.

Langkah-langkah strategis diambil untuk misi kebaikan, semakin membawa Muhammadiyah menjadi organisasi berkemajuan. Melalui jalur pendidikan, perannya melintasi zaman, kepakan sayapnya pun merambah keberbagai bidang dengan kualitas yang berkelas.

Memberikan sumbangsih tanpa pamrih, suka membantu tanpa mengharap ini itu. Begitulah Muhammadiyah, yang nama dan amal usahanya dikenal ke berbagai penjuru bumi. Muhammadiyah tidak sebagai gerakan iman, namun gerakan kemanusiaan yang meliputi aspek sosial kemasyarakatan dengan membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Maka sangatlah tepat disematkan kepada Muhammadiyah sebagai organisasi Islam kelas dunia, dan diperhitungkan oleh dunia.

***

Selamat atas berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia yang menjadi kado di milad Muhammadiyah yang ke 112 tahun Hijriyah, dan juga beberapa Universitas-Universitas dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang juga semakin banyak di tanah air.

Tanpa mengabaikan lokal, Muhammadiyah juga memberikan dan mengepakan sayapnya demi tujuan kemaslahatan bagi seluruh alam. Menjadikan Islam yang selaras dengan kemajuan zaman, membumikan ajaran Islam dengan ramah dan penuh kedamaian.

Semoga kelak sinar dakwahnya semakin mencerahkan dunia, dan secara pribadi semoga nantinya bisa belajar di UMAM. Di negara tempat orangtua mencari nafkah hingga memiliki Kewarganegaraan Malaysia, serta mampu berbuat dan bermanfaat untuk gerakan Muhammadiyah di tanah Negeri Jiran. Aamiin.

Editor: Yahya FR

Avatar
84 posts

About author
Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Solokuro, Lamongan 2018-2022
Articles
Related posts
Tajdida

Menjelajah Negeri (1): Kesadaran Pendidikan di Kerinci

6 Mins read
Kisah ini terkait kesadaran pendidikan di Kerinci Hilir. Saat itu, akhir Ramadan awal 1930-an. Seorang remaja berjalan kaki menuju dusunnya di Pulau…
Tajdida

Dari Siti Jenar Sampai Thaha: Mereka yang Dibunuh Karena Beda Pikiran

3 Mins read
Pada hari Jumat di abad ke-15, seusai shalat, masjid Keraton di era Sunan Kudus ramai. Pasalnya, para wali dan pembesar akan memancung…
Tajdida

Menjadi Bangsa Moderat, Inilah Pilar-Pilar yang Wajib Ditegakkan!

3 Mins read
Moderasi Beragama – Pidato ketua umum PP Muhammadiyah pada kesempatan lalu memberikan sinyal bahwa kondisi bangsa kita belum sepenuhnya beranjak dari persoalan…

Tinggalkan Balasan