Nabi Ibrahim AS (1): Keistimewaan dan Keterpilihan - IBTimes.ID
Tarikh

Nabi Ibrahim AS (1): Keistimewaan dan Keterpilihan

3 Mins read

Idul Adha 1441 Hijriyah insyaAllah bertepatan dengan tanggal 31 Juli 2020. Ada waktu 11 hari sejak hari ini. Saya berharap bisa menuliskan tentang Nabiyullah dan Khalilullah Ibrahim AS selama kurang lebih 30 episode. Saya berusaha menuliskan dengan gaya ringan-ringan saja dan tidak terlalu panjang dalam setiap episodenya. Mohon doanya semoga bisa menuliskannya, meski tidak akan tuntas. Tapi, setidaknya bisa menjadikan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya sebagai teladan dan menginspirasi kita menjadi lebih baik. Dalam Al-Quran Allah mengingatkan,

قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥٓ إِلَّا قَوۡلَ إِبۡرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسۡتَغۡفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمۡلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۖ رَّبَّنَا عَلَيۡكَ تَوَكَّلۡنَا وَإِلَيۡكَ أَنَبۡنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ ٤

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali” (QS. Mumtahanah: 4)

Nabi Ibrahim AS

Setiap waktu, setidaknya setiap kita menjalankan shalat lima waktu, kita selalu menyebut nama “Ibrahim” dalam bacaan tahiyat kita. Dalam setiap tahunnya, kita juga diingatkan bukan hanya namanya, tetapi kisah perjalanan hidupnya yang begitu dekat dengan Allah. Karena kecintaan Allah dan keagungan Nabi Ibrahim AS, Allah menjadikan sebagian perjalanan hidupnya sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji dan Idul Adha.

Baca Juga  Jam’iyyah Nuriyyah di Kauman: Komunitas Islam Tradisional di Jantung Kota Muhammadiyah

Dalam Al-Quran, nama Nabi Ibrahim AS disebut sebanyak 68 kali, terbanyak kedua sete­lah Nabiyullah Musa as yang disebut sebanyak 136 kali. Akan tetapi, nama Nabi Ibrahim AS dijadikan nama surat dalam Al-Quran. Karenanya, menjadi tidak wajar jika kita tidak mengenal dan tidak mengenali Nabi Ibrahim.

Atas keistimewaannya itu, sangatlah tidak wajar jika kita tidak mengenal Nabi Ibrahim beserta keluarganya sebagai teladan. Rasulullah saja pernah “iri” kepada Nabi Ibrahim, karena Allah telah menjadikan Palestina dan Makkah sebagai kota suci. Dulu, sebelum akhirnya bolak-balik Makkah–Palestina, Nabi Ibrahim AS bersama Sarah tinggal di Kana’an Palestina Selatan. Maka, Rasulullah pun memohon kepada Allah untuk menjadikan Kota Madinah sebagai kota suci bagi umat Islam. Dan dikabulkan.

Di Madinah Islam diterima dengan sangat baik. Dari Madinah, Islam berkembang menjadi peradaban seperti sekarang ini.  Maka, tidaklah mengherankan jika Rasulullah menginginkan Madinah sebagai kota suci umat Islam ketiga setelah Makkah dan Palestina.

Keterpilihan Ibrahim

Ibrahim adalah manusia pilihan Allah. Dalam Al-Quran ada istilah Mushtafa yang berasal dari kata ishtafa. Kata ini dengan derivasinya disebut sebanyak delapan kali dalam Al-Quran. Empat di antaranya menyebut nama Nabi Ibrahim.

***

Pertama, dalam QS. Shad. Pada ayat 45, Allah menyebut dengan  perbuatan-perbuatan besar dengan ilmu-ilmu yang mereka miliki. “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya´qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. 46. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. 47. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.

Kedua, ternyata Ibrahim bukan satu-satunya manusia yang terpilih. Dalam QS Ali Imran: 33, “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ´Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).

Ketiga, dalam Ali Imran: 42, “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

Baca Juga  Hijrah Nabi Ibrahim: Dari Politeisme Menuju Monoteisme

Keempat, Al-A’raf: 144, “Allah berfirman: “Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”

Kelima, An-Naml: 59, “Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?

Keenam, Al-Baqarah: 247, “Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa”. Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.”

Ketujuh, Al-Baqarah: 130, ”Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”

Kedelapan,Al-Baqarah: 132, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”

***

Ini membuktikan bahwa Nabi Ibrahim adalah manusia pilihan Tuhan. Dan, tentu saja, memiliki keistimewaan yang hendak ditunjukkan kepada manusia.

Editor: Yahya FR
Avatar
6 posts

About author
Penulis. Guru SMA Muhammadiyah 1 Sumenep
Articles
    Related posts
    Tarikh

    Masuknya Islam ke Indonesia: Prabu Siliwangi dan Raden Patah

    4 Mins read
    Ada berbagai teori masuknya Islam ke Indonesia yang beragam. Ada yang berpendapat sejak abad ke-7, abad ke-12 , abad ke-13, hingga abad…
    Tarikh

    Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

    4 Mins read
    Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad…
    Tarikh

    Masuk Surga dan Neraka karena Seekor Lalat

    2 Mins read
    Kisah ini bermula dari dua orang pemuda yang sedang melakukan suatu pengembaraan. Suatu ketika di sebuah majelis ilmu, Imam Thariq bin Syihab…

    Tinggalkan Balasan