Napoleon: Nabi Muhammad Adalah Orang Besar - IBTimes.ID
Ar Rasikhuna fil Ilmi

Napoleon: Nabi Muhammad Adalah Orang Besar

2 Mins read

Bulan Rabiul awal yang mulia ini, Rasulullah Muhammad SAW lahir. Saya ingin menyampaikan bagaimana pandangan seorang Napoleon Bonaparte, pemimpin militer dan kaisar Perancis pada Abad ke-19 (1804-1814), ia salah satu orang Eropa yang mengagumi Nabi Muhammad SAW.

Dalam urusan perang bahkan disebut ingin melakukan apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad SAW pada Abad ke-7.

Sekitar bulan Juli 1798 Napoleon  tiba di Alexandria. Dalam sekejap saja Mesir jatuh dalam kekuasaan Perancis. Saat itu Mesir merupakan bagian dari wilayah kekhalifahan Turki Utsmani.

Dalam kampanyenya ke Mesir Napoleon membawa sekitar 40.000 pasukan, termasuk rombongan ahli filsafat, ilmuan, seniman, musikus, astronomen, arsitek, ahli binatang dan insinyur.

Saat itu Mesir di bawah kekuasaan Turki Utsmani dan secara langsung diperintah oleh bekas budak –prajurit Mamluk. Pankaj Mishra dalam bukunya From the Ruins of Empire: The Intellectuals Who Remade Asia (2012), mengatakan, “semua itu dimaksudkan untuk mencatat fajar abad Pencerahan Perancis di dunia timur yang terbelakang.”

Siapa yang dapat menyangka, langkah yang ditempuh oleh Napoleon Bonaparte dalam menaklukkan dunia timur, terinspirasi dari Nabi Muhammad SAW. Dalam penaklukannya Napoleon membuat Empowerment, membangun kembali peradaban timur yang mulai hancur. Kehancuran itu dikarenakan Muslim yang menyimpang dari pesan-pesan kenabian dan haus kekuasaan.

“Mahomet (sebutan Napoleondalam untuk Muhammad) adalah seorang manusia yang besar, seorang prajurit yang pemberani, dengan pasukan yang sedikit dia memenangkan pertempuran Bander (Perang Badar), seorang kapten besar, pembicara yang fasih, negarawan yang unggul. Dia membangkitkan tanah airnya dan membangun masyarakat dan kekuatan baru di tengah-tengah gurun Arab,” kata Napoleon merujuk pada kemenangan Muhammad dalam perang Badar.

Kenapa Napoleon Mengagumi Nabi?

Lalu dari manakah Napoleon mendapatkan kesimpulan demikian tentang Nabi Muhammad SAW? Dan yang lebih penting mengapa tokoh besar ini tidak melihat Muhammad sebagai musuh ? justru sebaliknya, Napoleon mengagumi Nabi Muhammad.

Baca Juga  Nabi Muhammad Disergap dan Perlindungan Allah yang Selalu Menyertainya

Beberapa catatan menunjukkan bahwa Napoleon mempelajari banyak hal tentang Rasulullah SAW ketika dia menaklukkan Mesir. Usaha Nabi Muhammad membangun kekuatan dengan menghindari pertumpahan darah adalah hal yang memukau bagi Napoleon.

Dan hampir bisa dipastikan melalui Alquran terjemahan Claude-Etienne Savary (1750-1788), Napoleon mengetahui sikap-sikap politik Muhammad seperti Piagam Madinah dan surat perjanjian lain yang sesuai dengan semboyan bangsa Perancis: Kemerdekaan (Liberte), Kesetaraan (Egalite) dan Persaudaraan (Fratenite).

Demikian kagumnya terhadap Nabi Muhammad SAW dalam ekspedisinya ke Mesir, Napoleon memerintahkan pasukannya untuk menghormati muslim dan agamanya. ”Orang-orang yang ada di tempat dimana kita akan tinggal adalah Mahometan (pengikut Nabi Muhammad), kalimat pertama mereka adalah, ‘tiada Tuhan selain Allah dan Mahomet adalah rasulNya, jangan menentang mereka”.

“Berikan upacara penghormatan terhadap Quran dan masjid-masjid mereka dengan toleransi yang sama sebagaimana yang kalian tunjukkan terhadap Synagogue (pusat agama Yahudi), Agama Musa dan Yesus Kristus,” Kata Napoleon.

Dunia Timur telah mengalami masa kejayaannya di saat barat mengalami Abad kegelapan di berbagai bidang. Dunia barat menggantikan kejayaan itu dalam masa yang lain. Namun cahaya Muhammad Sang Rasul Agungan kita terbukti memberikan pencerahan sepanjang masa bagi semesta alam.

Editor: Dhima Wahyu Sejati

Fatatik Maulidiyah, S.Ag, M.PdI
5 posts
Related posts
Ar Rasikhuna fil Ilmi

Muhammad Asad (2): Telaah Atas Hadith dan Sejarahnya

7 Mins read
Sebelum membahas telaah Asad ke atas hadith dan sejarahnya, telah dibahas latar belakang seorang Muhammad Asad. Asad yang mendalam terhadap hadith sebenarnya…
Ar Rasikhuna fil Ilmi

Sayyid Qutb: Ideologi Radikal itu Jahiliyah Modern!

3 Mins read
Sayyid Qutb dikenal sebagai tokoh modern Islam yang sangat kontroversial dengan berbagai macam pemikirannya yang kritis dan mendalam. Sehingga, banyak orang di…
Ar Rasikhuna fil Ilmi

Muhammad Asad (1): Anugerah Eropa Kepada Islam

5 Mins read
Tulisan ini menyorot fikrah hadith Muhammad Asad (1900-1992) dan kontribusinya dalam pemahaman hadith kontemporer. Ia membincangkan kefahaman asas tentang hadith yang dirumuskan…

Tinggalkan Balasan