Nasruddin Hoja Minta Guru Besar Turun Dari Kursinya - IBTimes.ID
Tarikh

Nasruddin Hoja Minta Guru Besar Turun Dari Kursinya

1 Mins read

Oleh: Hajriansyah

Nasruddin Hoja sebenarnya bukan orang biasa. Selain guru, dia mengajar di beberapa madrasah kecil. Dia juga dikenal dekat dengan beberapa pejabat. Bahkan sultan sediri sesekali memanggilnya untuk minta dinasihati.

Tapi Nasruddin juga bukan orang yang senang duduk berlama-lama dengan penguasa, apalagi berselfi ria kayak kamu. Nasruddin bukan tipe orang begitu. Dia lebih senang duduk di pasar, duduk mengajar. Dan bila waktu merasa harus mengisi isi kepala, dia juga tak ragu ikut belajar, duduk bersama yang jemaah.

Hari itu misalnya. Seorang guru besar dari kota datang ke kampung kecilnya. Orang-orang menyambutnya, termasuk Nasruddin, dan memberinya kesempatan untuk menyampaikan pengetahuannya. Sang Guru Besar tahu tentang Nasruddin, dari kabar-kabar yang beredar di kalangan petinggi negeri, dan begitu melihatnya dia langsung mengenalnya.

Ketika Nasruddin menyalaminya, ia mengajaknya duduk di muka di sampingnya. Tapi Nasruddin menolaknya, dan guru besar memakluminya karena sudah sering mendengar tabiat Nasruddin.

“Okelah, kalau Hoja mau duduk bersama jemaah saja, saya memahaminya. Saya permisi bicara.”

“Silakan, Tuan Guru besar.”

***

Orang-orang yang hadir cukup banyak, hampir seluruh laki-laki di kampung malam itu berada di masjid. Mereka menunggu apa yang akan disampaikan Guru Besar yang datang dari kota lengkap dengan pakaian kebesarannya. Tapi setelah lama duduk di kursi yang disediakan di depan, tak juga sang Guru berkata. Orang-orang mulai gelisah.

Akhirnya sang Guru Besar membuka mulutnya.

“Hadirin sekalian! Sebenarnya saya tidak bisa berbicara di atas kursi macam begini. Sebenarnya aku ingin bicara, tapi tak sedikit pun terbersit sesuatu di benakku.”

Guru besar memandang kepada Nasruddin. Orang-orang memandang Nasruddin. Nasruddin memandang Sang Guru Besar.

Baca Juga  Khalifah Ali (10): Memilih Gubernur Baru dan Surat Kosong Muawiyah

“Wahai Guru Besar,” kata Nasruddin, “Jika tak sedikit pun sesuatu yang terbersit di dalam benakmu, apakah juga tidak terpikirkan olehmu untuk turun dari kursi yang kau duduki itu?!”

.

Sumber: Alif.id

.

Print Friendly, PDF & Email
Avatar
1013 posts

About author
IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan
Articles
Related posts
Tarikh

Teladan Moderasi dari Rasulullah Saw

4 Mins read
Tidak diragukan lagi, bahwa pembicaraan mengenai moderasi adalah pembicaraan kekinian di era globalisasi. Dalam situasi kanca internasional, di mana umat Muslim kerap…
Tarikh

Islam Toleran: Kisah-Kisah Toleransi di Masa-Masa Awal Islam

3 Mins read
Semenjak agama Islam lahir di permukaan bumi ini 15 abad yang lalu hingga sekarang, pihak-pihak yang tidak suka atau benci kepada Islam…
Tarikh

Kisah Hasan dan Husein Berdakwah Ketika Kecil

2 Mins read
Hasan dan Husein merupakan putra dari perkawinan putri Rasulullah SAW, Fatimah az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Hasan lahir pada bulan Ramadhan…

Tinggalkan Balasan