IBTimes.ID – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia membawa masjid Indonesia ikut serta dalam kampanye nasional Visit My Mosque untuk pertama kalinya dalam sejarah. PCIM berkolaborasi dengan Masjid Indonesian Islamic Centre (IIC) London, Clifford Way, Neasden, dan mendaftarkannya ke dalam kampanye yang diselenggarakan Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) itu.
Pendaftaran disetujui MCB dan tercatat resmi dalam daftar masjid peserta. Kegiatan berlangsung Sabtu (19/9/2026) pukul 13.30-15.30 waktu setempat.
Visit My Mosque tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-12. Digelar pada 19-20 September, kampanye ini diikuti 115 masjid di seluruh Britania Raya yang membuka pintunya bagi tetangga dan masyarakat sekitar. Setelah sebelas tahun berjalan, baru tahun ini masjid Indonesia tercatat ikut serta.
Mengusung semangat “Open Doors. Open Minds”, kampanye tahunan MCB ini mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal Islam dan kehidupan Muslim secara langsung. Inisiatif untuk membawa IIC London masuk ke dalam kampanye nasional ini datang dari PCIM Britania Raya dan Irlandia. PCIM kemudian berkolaborasi dengan pengurus masjid IIC London untuk merancang dan menyelenggarakan seluruh rangkaian acara.
PCIM Britania Raya & Irlandia: Membuka Pintu, Membuka Percakapan
PCIM menghadirkan guided mosque tour, sesi tanya jawab seputar Islam, serta sesi “Discover Indonesian Muslim Life” yang memperkenalkan kehidupan Muslim Indonesia kepada pengunjung. Para peserta juga disuguhi coffee and taste of Indonesia, termasuk hidangan dengan sambal yang tingkat kepedasannya sempat mengejutkan sebagian tamu.
“Kami ingin masyarakat Inggris mengenal Islam langsung dari kehidupan sehari-hari Muslim Indonesia: dari keramahannya, budayanya, sampai makanannya. Melihat warga London, dan saudara-saudara kita dari Perki UK hadir bersama di masjid ini, kami merasa pintu yang kami buka benar-benar disambut,” ujar Syahirul Alim Ritonga, Ketua Panitia Visit My Mosque 2026 di IIC London sekaligus anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PCIM Britania Raya dan Irlandia.
PCIM juga menghadirkan Eco Bhinneka Muhammadiyah melalui agenda interfaith action for our planet. Agenda ini memperkenalkan kepedulian lingkungan sebagai ruang kolaborasi lintas iman dan komunitas.
Kunjungan Perdana Persatuan Kristen Indonesia
Salah satu momen penting hari itu adalah kehadiran rombongan Persatuan Kristen Indonesia United Kingdom (Perki UK) yang dipimpin ketuanya, Marlon Gabriel Tambunan. Ini merupakan kunjungan pertama Perki UK ke Masjid IIC London. Kehadiran mereka menjadikan kegiatan ini ruang perjumpaan lintas iman sesama warga Indonesia di Britania Raya.
Hadir pula warga lokal Inggris dari berbagai penjuru London. Dua di antaranya rutin mengikuti Visit My Mosque setiap tahun. Mereka mengaku senang tahun ini dapat mengunjungi masjid Indonesia yang baru pertama kali ikut serta dalam kampanye.
“Tempat ini sangat ramah dan menyenangkan. Sangat menarik, dan orang-orangnya sangat baik,” ujar salah satu pengunjung. Ia juga menilai suasana masjid bersahaja dan sangat berorientasi pada komunitas. “Senang sekali melihat komunitas ini berkembang dengan baik,” tambahnya.
Satu Gedung, Tiga Rumah Ibadah
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan IIC London, Djamal Djamalullail. “Gedung ini punya sejarah panjang sebagai rumah ibadah. Sebelum menjadi masjid, bangunan ini adalah gereja, dan sebelum itu merupakan sinagoga bagi komunitas Yahudi di Neasden. Kini kami membuka pintunya bagi siapa saja yang ingin mengenal Islam,” ujarnya.
Catatan sejarah lokal menyebut lokasi itu pernah menjadi Sinagoga Gladstone Park and Neasden, atau Ahavath Shalom Synagogue, sejak 1931 hingga 1990-an. Setelah itu bangunannya sempat ditempati sebuah pusat kegiatan Kristen, sebelum lama kosong dan akhirnya dibeli komunitas Muslim Indonesia pada 2022.
Muhammadiyah, Salah Satu Kontributor Utama Masjid IIC London
Masjid IIC London berdiri dari hasil patungan berbagai kalangan: warga dan mahasiswa Indonesia di Britania Raya, para dai dan tokoh di Tanah Air, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga donatur perorangan dari berbagai negara. Dananya dihimpun melalui beragam kanal, mulai dari tablig akbar daring, lelang amal, Wakaf Mozaik dan Wakaf Gotong Royong, hingga penggalangan dana digital.
Dalam ikhtiar bersama tersebut, Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu kontributor utama. Melalui skema Wakaf Mozaik Masjid Indonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LazisMu menjadi wakif dengan nilai wakaf 60.000 poundsterling atau setara sekitar Rp1,5 miliar, kategori paket wakaf terbesar yang ditawarkan panitia. Ikrar wakaf tersebut ditandatangani pada 14 Januari 2022.
Pada 25 November 2022, setelah hampir tiga dekade penggalangan dana, IIC berhasil memperoleh properti yang menjadi masjid Indonesia pertama di London. Bangunan bekas gereja di kawasan Neasden itu dibeli senilai 1,44 juta poundsterling atau sekitar Rp27,2 miliar. Syukuran digelar pada 4 Desember 2022, menandai terwujudnya ikhtiar yang dirintis sejak 1996.
“Tiga puluh tahun lalu, Muslim Indonesia di Inggris masih salat di rumah-rumah dan ruang kedutaan. Sabtu lalu, masjid Indonesia membuka pintunya bagi masyarakat Inggris. Bagi kami, ini sebuah tonggak: untuk pertama kalinya Islam Indonesia hadir dalam kampanye nasional keterbukaan masjid di negeri ini, dan kami berencana menjadikannya agenda tahunan,” ujar Ince Dian Aprilyani Azir, Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia.
Seluruh rangkaian ini sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang dikembangkan Muhammadiyah: Islam yang mencerahkan, terbuka terhadap dialog, mendorong ilmu pengetahuan, peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan, serta memberi kemanfaatan bagi masyarakat luas.
(YY)


