back to top
Sabtu, April 11, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Buya Hamka: Negara Islam

Beberapa orang saudara di antaranya, yaitu Tuan Zainal Abidin Ahmad dan Tuan Abdul Malik Ahmad, pernah menyatakan kepada saya kekecewaan pergerakan Islam. Karena belum...

Mohammad Roem (3): Lahir di Parakan, Tumbuh Besar di Pekalongan

Oleh: Mohammad Roem Meskipun saya dilahirkan di Parakan dan sekolah dasar selama 3 tahun di HIS Temanggung, ternyata sesudah pindah ke Pekalongan terus menetap di...

Post-Puritanisme: Pemikiran Gerakan Islam Modernis 1995-2015

Tulisan ini merupakan review buku karya Hilman Latief, yang berjudul Post-Puritanisme: Pemikiran dan Arah Baru Gerakan Islam Modernis di Indonesia 1995-2015. Sebagaimana diketahui bahwa...

Kritisisme atau Prasangka? Tanggapan untuk Muhammad Abdullah Darraz

Oleh: Hatib Rahmawan* Saya senang sekali dengan pembelaan Saudara Darraz terhadap pemikiran kritisisme Syahrur terkait dengan hadits al-’asyrah al-mubasysyirin bi al-jannah. Dalam artikel yang...

Enam Jalan Ketenangan Bersama Islam

Oleh: Ustadz Cinta Restu Sugiharto Setiap orang Islam akan memperoleh kemuliaan manakala ia menempuh enam jalan ketenangan bersama Islam. Jalan ketenangan dalam Islam adalah: ketaqwaan,...

KH Azhar Basyir (3): Pokok-pokok Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Oleh: KH Ahmad Azhar Basyir, MA Untuk mengetahui bagaimana Muhammadiyah melakukan proses istinbath hukum, secara lebih terinci di bawah ini akan disebutkan pokok-pokok Manhaj Tarjih....

Latest news

- Advertisement -spot_img