back to top
Minggu, April 12, 2026
- Advertisement -spot_img

SHOWING RESULTS FOR:

Melawan Wahabisme: Antara Islam Nusantara & Islam Maroko

Apakah respon terhadap Wahabisme hanya terjadi di Indonesia? Seperti apa kira-kira respon dari negara-negara yang berdekatan dengan Saudi Arabia terhadap ideologi ini? Satu perlawanan...

Haedar Nashir-Abdul Mu’ti: Wajah Dwitunggal, Bukan Matahari Kembar

Oleh: Achmad Santoso -Haedar Nashir & Abdul Mu'ti- Jika mendengar istilah dwitunggal, otomatis ingatan kita tertuju pada Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya mampu menjadi garda...

Buya Hamka, Bapak Mufasir Reformis Indonesia: Catatan Yang Hilang Darinya

Oleh: Wahyu Fahrul Rizki* Studi tokoh, terutama tentang Hamka (w. 1981), bukanlah barang baru dan lazim dilakukan di kalangan para sarjana. Pada umumnya, mereka menganalisis pemikiran Hamka hanya...

Djazman, Tantangan Perkaderan Muhammadiyah di Kelahiran ke-107

Oleh : Alif Syuhada Djazman: Latar Belakang dan Kontribusi 6 September 1938, bumi Yogyakarta mungkin tidak mengira bahwa anak lelaki yang lahir dan tumbuh besar di...

Islam Memandang “Kaum Lemah”

Padangan Islam terhadap kaum lemah (mustadh’afîn) sangatlah jelas, yaitu pertama, Islam secara tegas memandang kedudukan penting kaum lemah sebagai pemimpin dan pewaris bumi. Dalam...

Muhammadiyah dan Salafisme (3): Salafisme sebagai Orientasi Pemikiran Keagamaan

Pada tulisan terdahulu tentang Muhammadiyah dan salafisme, saya membahas tentang salafisme sebagai fase sejarah. Pemikir Muslim seperti Said Ramadhān al-Būthi dan Abdullah al-Bukhāri cenderung...

Latest news

- Advertisement -spot_img