Adagium “rahmatan lil alamin” sebagai kontrak suci antara Tuhan dengan Rasul-Nya (QS. al-Anbiya’ Ayat 107), memerlukan perenungan-perenungan (tadabbur) logis dan mendalam. Sehingga “rahmatan lil alamin” dapat didudukkan pada level generiknya.
IBTimes.ID - Kabar duka datang dari nahdliyyin Daerah Istimewa Yogyakarta. Desainer cover Majalah Bangkit PWNU DIY wafat pada Rabu, 18 Maret 2020. Innalillahi...
Oleh: Djarnawi Hadikusuma
Jamaluddin Al-Afghani berangkat ke Istambul tahun 1892. Dengan penuh harapan ia akan menerima bantuan Syaikhul Islam Mufti Kerajaan Turki seperti yang dijanjikan...
Tabligh Akbar, Istigoshah, Qunut Nazilah berjamaah, Sholat Jumat, juga Kebaktian, Upacara keagamaan apapun, atau bukan keagamaan, dengan berkumpul dan kontak berdekatan dengan orang yang...
Ada beberapa alasan yang
insya Allah dapat meyakinkan
bahwa poligami hanya khusus untuk
Nabi termasuk Nabi kita, Muhammad Saw. Pertama,
seperti diakui oleh Nabi Saw. yaitu Saya
berbeda dengan...
IBTimes.ID - Jamhari Makruf, Profesor Antropologi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi pembicara dalam Seminar pra-Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Universitas Muhammadiyah Semaran (UNIMUS). Acara...