Siapa Jemaah yang Bisa Diwakilkan Hajinya? Ini Penjelasan Kemenag
News

Siapa Jemaah yang Bisa Diwakilkan Hajinya? Ini Penjelasan Kemenag

2 Mins read

IBTimes.ID – Pemerintah menyiapkan program badal haji atau perwakilan haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama Akhmad Fauzin menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria.

Menurutnya, ada tiga kelompok jemaah yang bisa dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang meninggal dunia di asrama haji Embarkasi atau Embarkasi antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah.

Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa.

Lantas, bagaimana tahapan pelaksanaan badal haji? Fauzin menjelaskan bahwa ada beberapa tahap yang dilalui. Pertama, pendataan jemaah wafat sampai dengan tanggal 9 Zulhijjah jam 11.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kedua, penyiapan petugas badal haji di Kantor Daker Makkah. Ketiga, petugas badal diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00 WAS tanggal 9 Zulhijjah.

Keempat, petugas badal haji melaksanakan wukuf dan dilanjutkan rangkaian ibadah haji yang bersifat rukun dan wajib, sampai dengan seluruh raangkaiannya selesai dan diakhiri dengan bercukur sebagai tanda tahallul,” jelas Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (24/6/2022).

Kelima, petugas badal haji menandatangani surat pernyataan telah selesai melaksakan tugas badal haji. PPIH Arab Saudi lalu menerbitkan sertifikat badal. Terakhir, sertifikat badal haji diserahkan ke PPIH Kloter untuk diberikan ke keluarga jemaah yang dibadalkan.

“Pelaksanaan badal haji tidak dipungut biaya,” tegas Fauzin yang juga Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Setjen Kemenag.

Pemerintah, lanjut Fauzin, mengimbau agar jemaah tidak melakukan transaksi badal haji dengan pihak yang tidak bertanggung jawab. Jemaah sebaiknya melapor kepada PPIH Kloter dan PPIH Sektor untuk memastikan pelaksanaan haji. Jemaah bisa juga berkonsultasi terkait program tersebut melalui watshap center di nomor +966 503 5000 17

Baca Juga  Hasil Survei LKSP: Muhammadiyah Organisasi Paling Peduli Covid-19

Memasuki hari ke-21 operasional haji 1443 H/2022 M, total 61.070 jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan ke Tanah Suci, baik dari Bandara Jeddah maupun Madinah. Dari jumlah itu, sebanyak 47.488 jemaah sudah berada di Makkah, sisanya masih menjalani Ibadah Arbain di Madinah.

Hari ini, ada 2.866 jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Mereka terbagi dalam tujuh kloter dan berangkat dari enam embarkasi. Dua kloter berangkat dari Embarkasi Jakarta – Bekasi/JKS (820). Masing-masing satu kloter berangkat dari Embarkasi Batam/BTH (450), Lombok/LOP (393), Solo/SOC (36), Surabaya/SUB (450), dan Makassar/UPG (393).

Terkait data jemaah sakit dan wafat di Arab Saudi, Fauzin menyampaikan bahwa dari awal keberangkatan hingga hari ini, ada 558 jemaah yang sakit. Rinciannya, sebanyak 383 orang rawat jalan, 188 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 17 orang dirawat di RSAS.

Untuk jemaah wafat, bertambah satu orang atas nama Alfin Hartini Soengeb, perempuan, 59 tahun nomor paspor C63 99 592, asal kloter 9 Embarkasi Surabaya (SUB 9).

“Sehingga sampai hari ini jumlah jemaah wafat sebanyak 11 orang,” pungkasnya.

Reporter: Yusuf

Print Friendly, PDF & Email
778 posts

About author
IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan
Articles
Related posts
News

Syeikh Yusuf Qardhawi Meninggal Dunia

1 Mins read
IBTimes.ID – Ulama besar asal Mesir Yusuf Qardhawi meninggal dunia, Senin (26/9/2022). Dilansir dari Arrahmah, kabar tersebut dirilis di akun Facebook milik…
News

KH Jeje Zaenudin Terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persis

1 Mins read
IBTimes.ID – KH. Dr. Jeje Zaenudin terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) masa jihad 2022-2027 di Muktamar Persis ke-XVI….
News

Muktamar Pemikiran Buya Syafii Maarif Akan Digelar di Bulan November 2022

3 Mins read
IBTimes.ID – Maarif Institute akan menggelar Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif (ASM) selama delapan bulan ke depan, Oktober 2022-Mei 2023.  Direktur Program Maarif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.