Muhasabah Sifat Keadilan di Tengah Ketidakailan - IBTimes.ID
Akhlak

Muhasabah Sifat Keadilan di Tengah Ketidakailan

4 Mins read

Penting Sifat Keadilan

Dalam kondisi dan situasi bangsa saat ini yang konon keadilan menjadi sesuatu hal yang asing. Mulai dari asingnya keadilan hukum, sosial, sampai ekonomi, dan pendidikan yang dialami oleh rakyat Indonesia.

Sehingga, sudah waktunya para pemimpin, pejabat, hingga rakyat (ummat) merenungi kembali pesan-pesan suci dari Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW yang menyinggung mengenai sikap adil, untuk dilukiskan kembali dalam praktek kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara di bumi ini.

Rasulullah SAW bersabda: Dari Abd Allah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah disediakan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya di sisi kanan (Allah) Yang Maha Pemurah, Maha Agung lagi Maha Tinggi dan kedua tangan-Nya adalah kanan-. Mereka adalah orang yang adil dalam menetapkan hukum, adil terhadap keluarga dan adil dalam kekuasaan. (HR. Muslim dalam Al-Nawawi, Juz VI, h. 451).

Sifat Keadilan adalah Hal yang Dijunjung Islam

Sifat keadilan merupakan salah satu ajaran yang sangat diutamakan dan dijunjung Islam. Karena itu orang yang memiliki sifat adil berarti memiliki sifat kemuliaan. Keadilan akan mengajak manusia untuk berbuat baik terhadap sesama, membangkitkan semangat untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan keadilan, dunia akan dipenuhi dengan rasa aman, damai, dan kemakmuran. Dengan keadilan, penguasa akan merasa aman dan pemerintahannya akan berumur panjang.

Tidak ada sesuatu yang lebih cepat menghancurkan dunia dan merusak serta mengotori hati-hati manusia daripada kezaliman yang merupakan lawan dari keadilan.

Makna Adil

Adil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), kata adil diberi arti: tidak berat sebelah (tidak memihak); sepatutnya; tidak sewenang-wenang (Depdikbud, h. 9). Secara bahasa berasal dari kata   “al-‘adl” (bahasa Arab),  terambil dari akar kata ‘adala ( عدل ) yang mengandung beberapa makna, yaitu: pertengahan (al-i’tidal); lurus (al-istiqamah), dan; condong kepada kebenaran (Luwis Ma’luf, Al-Munjid fi al-Lughah, Beirut: Dar al-Masyriq, 1973, h. 491-492). 

Baca Juga  Lima Dasar Etika Bermedsos yang Bertanggungjawab

Dari arti bahasa ini, maka orang yang adil ialah orang yang konsisten memegang koridor yang benar (kebenaran), sikapnya lurus, selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.

Persamaan itulah yang menjadikan seorang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih. Ia menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya (benar) (M.Quraish Shihab, Menyingkap Tabir Ilahi, h. 148).

Sifat Keadilan adalah Sumber Pokok Kehidupan

Dalam pandangan Islam, keadilan termasuk salah satu sendi pokok kehidupan yang harus ditegakkan  untuk terwujudnya masyarakat (negara) yang aman dan sejahtera. Oleh sebab itulah Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW, banyak menyuruh manusia agar berbuat adil, menegakkan keadilan atau menjadi orang yang adil di dalam segala aspek kehidupan, misalnya dalam urusan pengadilan atau penetapan hukum, perdagangan (ekonomi), keluarga, kepemimpinan, pendidikan dan lain sebagainya. 

Adil dalam urusan kepemimpinan, pengadilan atau hukum, firman Allah: “Dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat (Q.S al-Nisa’/4: 58).

Kemudian, adil dalam urusan dagang (ekonomi/bisnis) dan  keluarga, firman Allah: “Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu Berlaku adil, Kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat” (Q.S al-An.am/6: 156). Adapun adil dalam urusan pendidikan, sabda Rasulullah SAW: Dari Hajib bin al-Mufadhdhal bin al-Muhallab, dari ayahnya berkata, aku mendengar Nu’man bin Basyir berkata,  bersabda Rasulullah SAW : “Berbuat adillah kamu terhadap anak-anakmu, berbuat adillah kamu terhadap anak-anakmu (Ahmad bin Hanbal, Juz XIV, Op. Cit, h. 169. Hadis ini juga diriwayatkan oleh  al-Bukhari, Kitab Jami’ Shahih bab Habbah: 12; Abu Dawud, Kitab Sunan bab Buyu’: 84; Muslim, Kitab Jami’ Shahih bab Habbat: 14; Nasa’I, Kibab Sunan bab Nahl: 1.)

Baca Juga  Zakat dan Solidaritas Media Diperlukan oleh Korban Kekerasan Seksual

Aspek-Aspek Keadilan dalam Islam

Ringkasnya, adil yang diinginkan dalam Islam meliputi banyak aspek.

Pertama, Adil terhadap Allah SWT, yaitu dengan tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada-Nya, mengimani nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, men-taatiNya dan tidak bermaksiat kepadaNya, senantiasa ber-dzikir dan tidak melupakanNya serta mensyukuri nikmat-nikmatNya dan tidak mengingkarinya.

Kedua, adil terhadap sesama manusia, yaitu dengan memberikan hak-hak mereka dengan sempurna tanpa menzhaliminya, sesuai dengan apa yang menjadi haknya.

Ketiga, adil terhadap keluarga (anak dan istri), yaitu dengan tidak melebihkan dan mengutamakan salah seorang di antara mereka atas yang lainnya atau kepada sebagian atas sebagian yang lainnya.

Keempat, adil dalam perkataan, yaitu dengan berkata baik dan jujur tidak berdusta, berkata kasar, bersumpah palsu, mengghibah saudara seiman dan lain-lain.

Kelima, adil dalam menetapkan hukum dan memutuskan perselisihan yang terjadi antara sesama manusia, yaitu dengan menjadikan al-Qur`an dan as-Sunnah sebagai sumber hukum dan pemutus perkara tersebut.

Keutamaan Sifat Adil

Adil merupakan salah satu sifat dari sifat Allah SWT, sebagaimana adil juga merupakan salah satu sifat Rasulullah SAW. Karena itu sungguh mulia orang yang memliki sifat adil. Beberapa keutamaan dari sifat adil ini adalah sebagai berikut.

Pertama, orang yang bersifat adil dicintai oleh Allah SWT: “(hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil” (Q.S al-Hujarat/49: 9). Kedua, adil  akan membawa orang untuk berpegang teguh dengan kebenaran dan meninggalkan kebatilan tanpa ada basa-basi. Ketiga, do’a orang yang adil diijabah oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Dari Abi Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: Pemimpin yang adil tidak pernah ditolak doanya” (Ahmad bin Hanbal, Juz IX, h. 293).

Baca Juga  Taubat Nasuha untuk Revolusi Akhlak

Ketiga, orang yang adil termasuk  salah satu dari tujuh orang yang mendapat naungan Allah di hari akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat, yang tidak ada perlindungan saat itu kecuali lindungan-Nya. Yaitu: Imam yang adil, pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah, pemuda yang hatinya senantiasa terpaut dengan mesjid, sepasang pemuda dan pemudi yang bertemu dan berpisah karena Allah, seseorang yang berdzikir kepada Allah di saat kesunyiaan hingga meneteskan air mata, seorang lelaki yang digoda dengan kecantinkan, lalu ia berkata sesungguhnya aku takut kepada Allah dan seseorang yang bersedekah dengan sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya”

(Ahmad bin Hanbal, Juz IX, h.275. Juga diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab Jami’ Shahih bab Hudud: 19; Muslim, Kitab Jami’ Shahih bab Zakat: 16; Turmudzi, Kitab Sunan bab Zuhud: 53; Nasa’i, Kitab Sunan bab Qadha: 2; Ibn Majah, Kitab Sunan bab Iqamat: 78; Malik, Kitab Muwaththa’ bab Sya’r: 14). Keempat, adil lebih dekat kepada taqwa. Firman Allah:“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al-Maidah/5: 8). Wallahu a’lam bishawab…

Editor: Yahya FR

Print Friendly, PDF & Email
Ali Ridho
7 posts

About author
Penggiat Literasi dan Pendidik
Articles
Related posts
Akhlak

Memahami Sunnatullah Agar Amal Saleh Optimal

3 Mins read
Prof Dr Hamka dalam tafsir al-Azhar & Prof Dr Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah memberikan informasi kepada kita bahwa ciri orang sukses…
Akhlak

Bagaimana Cara Meraih Tingkatan Ihsan?

4 Mins read
Rasulullah Muhammad Saw dalam beberapa hadis menggambarkan tiga tingkatan pokok dalam beragama, Imân, Islâm dan Ihsân. Rasulullah Saw mengilustrasikan ketiga maqâm ini…
Akhlak

Makanan yang Halal dan Baik Menurut Al-Quran

4 Mins read
Fenomena mukbang telah menjadi tren di masa kini yang banyak dijadikan konten untuk para content creator di YouTube Channel. Youtuber seakan-akan membuat…

Tinggalkan Balasan