back to top
Senin, Maret 16, 2026

Teka-Teki Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Penyiraman air keras Andrie Yunus menjadi peristiwa yang menggemparkan publik pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal berupa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar: siapa dalang di balik teror penyiraman air keras Andrie yang tampak terencana?
6.

Menurut Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya, insiden tersebut berlangsung tak lama setelah Andrie menyelesaikan rekaman podcast berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada malam itu.

Tepat pukul 23.37 WIB, Penyiraman air keras terjadi saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Dua pria mendekat dari arah berlawanan, yaitu Jalan Talang (dekat Jembatan Talang), menggunakan satu unit sepeda motor. Salah satunya bertindak sebagai pengemudi, sementara yang lain sebagai penumpang.

“Pelaku terdiri dari dua laki-laki yang beroperasi dengan satu motor, dengan pembagian peran jelas sebagai pengemudi dan eksekutor,” jelas Dimas.

Salah seorang pelaku langsung menyiramkan cairan keras ke arah Andrie, mengenai sebagian tubuh korban. Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada barang milik korban yang dicuri atau dirampas, baik saat kejadian maupun sesudahnya.

Baca Juga:  Buya Syafii Sarankan Jokowi Keluarkan Perppu Pengganti UU KPK Terbaru

Kontras meyakini serangan Penyiraman air keras ini terkait dengan peran Andrie sebagai pembela hak asasi manusia yang sering mengkritik isu-isu terkait militer.

Sebelum kejadian utama, Andrie diduga telah menjadi sasaran penguntitan selama beberapa hari. Ada indikasi korban diikuti dari rumah dan berbagai lokasi kunjungannya.

Dengan bukti rekaman CCTV yang merekam momen serangan serta jejak penguntitan tersebut, kelompok masyarakat sipil menilai pengungkapan pelaku seharusnya tidak sulit bagi aparat penegak hukum.

“Kami memiliki bukti kuat. Andrie telah diintai beberapa hari terakhir, termasuk dari rumah, tempat kunjungan, seharian di Celios, hingga di YLBHI. Semua pelaku terekam jelas di CCTV. Jika polisi lambat, kami berhak mengungkap informasi ini secara terbuka,” tegas Ketua Umum YLBHI M Isnur dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Eks penyidik KPK Novel Baswedan, yang sempat melihat rekaman CCTV, menilai niat pelaku adalah membunuh atau setidaknya menyebabkan cacat permanen pada Andrie. Hal itu terlihat dari penyiraman yang difokuskan ke area wajah. Ia juga yakin serangan ini terorganisasi, bukan hanya dilakukan oleh dua pelaku di motor, melainkan melibatkan pihak lain di lapangan.

“Ada pola dan simbol koordinasi di lapangan yang menunjukkan operasi terstruktur,” kata Novel.

Kepolisian Republik Indonesia telah memulai penyelidikan atas dugaan penganiayaan berat terhadap Andrie Yunus.

Baca Juga:  Logo Muhammadiyah dan Aisyiyah 2020: Apa Makna dan Filosofinya?

“Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Polri telah melakukan olah TKP dan penyelidikan terus berlangsung,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

Polri menekankan pendekatan scientific crime investigation, dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti relevan untuk mengungkap pelaku serta motifnya.

“Saat ini penyidik sedang mendalami dan menganalisis barang bukti yang ada agar peristiwa ini terungkap secara jelas,” tambah Johnny. Polri juga berjanji memberikan update perkembangan secara berkala kepada publik.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut penyiraman air keras terhadap Andrie sebagai serangan terhadap demokrasi itu sendiri.

“Aktivis HAM bekerja demi kepentingan rakyat dan negara, karena penegakan HAM serta demokrasi adalah amanat konstitusi,” kata Yusril pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia mendesak Polri mengusut tuntas kasus Penyiraman air keras ini, tidak hanya sampai pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang berada di baliknya. Pola serangan menunjukkan adanya perencanaan terorganisasi, sehingga penegakan hukum harus menyeluruh.

Yusril menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan secara objektif dari aparat.

Andrie Yunus masih dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Perwakilan Kontras, Jane Rosalina, menyebut korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras.

Baca Juga:  Sudarnoto Abdul Hakim, Sosok Sentral Gerakan Pro Palestina di Indonesia

Luka terutama berada di sisi kanan tubuh, meliputi wajah (khususnya mata kanan), kedua tangan, dan dada. Kondisi mata kanan paling parah dan telah ditangani dokter spesialis bedah mata.

“Korban butuh perawatan intensif di lingkungan steril untuk pemulihan optimal,” kata Jane. Ia meminta masyarakat memberi ruang bagi keluarga agar bisa mendampingi Andrie selama proses pengobatan dan pemulihan.

Selain di Jakarta, dukungan bagi Andrie muncul dari berbagai elemen masyarakat sipil di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menggelar aksi solidaritas di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, pada sore hari Sabtu, 14 Maret 2026.

Para peserta membawa poster bertuliskan “Kami Bersama Andrie”, “Makin Berani karena Andrie”, dan “Sori Ora Wedi”, serta membawa bunga. Acara diisi doa bersama dan orasi dari beberapa perwakilan.

Aksi tersebut diselenggarakan oleh Suara Ibu Indonesia bersama kelompok masyarakat sipil lainnya sebagai bentuk solidaritas atas serangan yang menimpa Andrie Yunus.

(Assalimi)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru