Beranda Report National Bangun Keharmonisan, PCIM Taiwan Gelar Festival Halal Internasional

Bangun Keharmonisan, PCIM Taiwan Gelar Festival Halal Internasional

IBTimes.id, Taichung – Sebagai upaya mengenalkan Islam dan gaya hidup muslim, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan menggelar Festival Halal Internasional yang berkolaborasi dengan Asia University, Taiwan pada Selasa (30/4). Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan di kampus yang berada di wilayah Kota Taichung tersebut.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan berbagai komunitas muslim dari ragam negara, seperti India, Thailand, Afrika, dan beberapa komunitas muslim dari Eropa di Taiwan.

Okto Cahyadi, ketua panitia pelaksana kegiatan ini, menyampaikan bahwa acara AU-Halal Festival ini merupakan upaya Muhammadiyah Taiwan untuk mengenalkan Islam kepada mahasiswa lokal bahwa Islam merupakan  agama yang penuh kasih sayang dan cinta damai. Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan maupun ekstrimisme seperti yang selama ini banyak distigmakan oleh media-media asing.

Islam merupakan agama yang toleran terhadap perbedaan-perbedaan yang ada. “Di Taiwan, Islam merupakan agama minoritas. Pemeluknya tidak lebih dari 1 persen jumlah populasi. Namun Islam mampu hidup berdampingan dengan berbagai pemeluk agama lain di Taiwan. Ini membuktikan bahwa Islam dan Taiwan merupakan 2 entitas yang saling mendukung. Agar tercipta kehidupan yang harmoni di negeri non-muslim sekalipun”, ungkap Okto

Selain itu, menurut Okto, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk mengenalkan gaya hidup seorang muslim. “Selama ini masyarakat lokal hanya tahu bahwa muslim itu tidak boleh makan daging babi dan minum alkohol. Padahal selain 2 hal tersebut, masih banyak hal-hal yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh muslim sebagai bagian dari ajaran Islam,” pungkasnya.

Acara juga menampilkan kegiatan Moslem Fashion Show. Dalam peragaan busana muslim ini, para pesertanya merupakan mahasiswa-mahasiswa asing. Mereka mengenakan busana muslim dari berbagai negara, seperti Indonesia, India, maupun Timur Tengah yang juga memakai burka sebagai penutup wajah.

Menurut Ketua PCIM Taiwan, Ahmad Syauqi, peragaan busana ini menjadi menarik karena pesertanya merupakan mahasiswa non-muslim namun mereka bersedia berpartisipasi di kegiatan ini. “Mereka nampak sangat antusias dalam memeragakan busana-busana muslim ini dan tidak canggung” ungkap Yoki ditemui di sela-sela kegiatan ini.

Para pengunjung AU-Halal Festival juga diberikan kesempatan untuk mencoba mengenakan pakaian muslim dan berswafoto di tempat yang telah disediakan. Bagi beberapa pengunjung, ini adalah kali pertama mereka mengetahui secara detail tentang pakaian panjang dan menutup rambut bagi perempuan. Menurut mereka, sebelum ini mereka bertanya-tanya mengapa di tengah cuaca panas seperti saat ini, perempuan-perempuan muslim masih mengenakan jilbab dan pakaian panjang.

“Now I’m realized that why moslem women must wear hijab. They not just wear a cloth cover, but it’s also become a part of their faith to maintain their dignity as Muslims and protect themselves”, kata Jessy, salah seorang mahasiswa Taiwan setelah mengunjungi stand pakaian muslim dan mendengarkan penjelasan tentang alasan mengapa muslim harus menutup aurat.

(Sekarang saya memahami mengapa perempuan muslim menggunakan hijab. Mereka tidak hanya mengenakan pakaian penutup, tetapi juga menjadi bagian dari kepercayaan untuk menjaga kehormatan sebagai muslim dan melindungi diri mereka.)

Dalam sambutannya, Dekan International College of Asia University Yinghuei Chen mengungkapkan bahwa ia sangat senang dengan diadakannya kegiatan ini. Festival ini merupakan kegiatan positif yang akan terus didukung pelaksanaannya oleh Asia University sebagai upaya membangun pemahaman yang baik tentang Islam dan multikulturalisme.

Profesor yang mengampu mata kuliah Multikulturalisme dan Perspektif Global ini juga menyatakan bahwa Asia University sangat terbuka dengan mahasiswa muslim. Bahkan saat ini, di kampus AU sedang dibangun restoran halal sebagai upaya memfasilitasi mahasiswa muslim untuk mendapatkan makanan halal. Ke depan, Asia University akan terus bersinergi dengan Muhammadiyah untuk mengadakan berbagai kegiatan positif dan membangun kehidupan antar pemeluk agama yang harmonis.

Kegiatan yang didukung oleh UMY, UMKT, UMM, dan Unisa Yogyakarta ini mendapat sambutan meriah dari mahasiswa lokal dan internasional. Tak kurang dari 500 orang mengunjungi berbagai stand di acara ini. Seperti stand mengenal huruf hijaiyah, stand makanan halal dari berbagai negara, stand belajar kaligrafi Arab, hingga stand belajar mengenal Islam secara mendalam.

Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi Islam Damai. Deklarasi ini untuk menegaskan bahwa Islam adalah agama yang toleran terhadap lainnya. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa hidup dalam harmoni dan penuh toleransi. Deklarasi ini dibacakan oleh Kepala Kantor Muhammadiyah Taiwan di Taichung, Sobar Jauhari. Kedepan, kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan diperluas cakupannya. (Andi/nabhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Luar Biasa! Pengabdian UMY Perkuat Desain Digital Capaian SDGs Lazismu

IBTimes.ID-Yogyakarta, (16/07 10)- Program pengabdian masyarakat dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, baru-baru ini menggandeng Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sadaqah Muhammadiyah) untuk memperkuat capaian...

Unik! Kebencanaan Menjadi Materi Fortasi IPM SMK Muhammadiyah Pontang

IB Times.ID - Ada yang spesial dari pelaksanaan Forum Ta'aruf dan Orientasi (Fortasi) siswa baru siswa baru SMK Muhammadiyah Pontang tahun pelajaran 2019/2020 ini,...

Berakhirnya Kompetisi: Refleksi Milad 58 IPM “Kolaborasi untuk Negeri”

Oleh: Nashir Efendi Milad ke-58 milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengusung tema “Kolaborasi untuk Negeri”. Tema ini nampaknya ingin menggeser paradigma kompetisi menjadi kolaborasi.  Bicara...

Romo Paryanto: Selain Keuangan, Muhammadiyah Perlu Audit Ideologi dan Kebijakan

Tahun 2020, Muhammadiyah akan gelar perhelatan akbar Muktamar ke-48 di Surakarta.  Akan tetapi syi’ar dan gaung Muktamar yang tinggal satu tahun lagi belum terdengar....

Andaikan IMM Agamaku

Oleh: Yusuf Rohmat Yanuri* Isu agama di Indonesia merupakan isu yang sangat sensitif. Survei menunjukkan bahwa agama di mata masyarakat Indonesia adalah sesuatu yang sangat...