Beranda Report UMS Raih Titel “Best Speaker” Dalam Lomba Debat Bahasa Arab Tingkat Asean

UMS Raih Titel “Best Speaker” Dalam Lomba Debat Bahasa Arab Tingkat Asean

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang diwakili oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Debat Bahasa Arab Namlah, berhasil meraih titel “Best Speaker” dalam lomba debat bahasa Arab tingkat Asean yang diberi nama Unisi Arabic Debating Championship (UADC) 2019. Lomba tersebut dihelat pada tanggal 13-15 April 2019 yang bertempat di Universitas Islam Indonesia (UII).

Lomba debat ini diikuti oleh 28 tim dari Indonesia dan mancanegara, yaitu 25 tim dari Universitas yang ada di Indonesia dan 3 Tim dari Malaysia. Menurut keterangan Muhammad Auzia Hilmy, Ketua Umum El-Markazy (UKM UII yang menjadi penanggung jawab lomba ini), bahwa sebenarnya terdapat tim dari Brunei Darussalam yang turut berpartisipasi dalam lomba ini. Namun karena terkendala perizinan, akhirnya membatalkan keikutsertaannya.

Dalam lomba ini terdapat lima kali babak penyisihan yang harus diikuti oleh setiap peserta tim debat. Titel “Best Speaker” akan diberikan kepada 10 Debaters terbaik dari 112 Debaters yang tersebar dalam 28 tim debat. Untuk meraih titel “Best Speaker”, setiap debater harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dan menjadi pendebat terbaik (Afdhol al-Mutanadhir) pada setiap babaknya.

Kali ini, UMS melalui UKM Debat Bahasa Arab Namlah, mengirimkan delegasinya pada lomba kali ini. Mereka ialah; Yahya Fathur Rozy (Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2016), Luth Hafiz Bachtiar (Mahasiswa PAI Internasional 2016), M.Ikhsanuddin Hidayat (Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2018) dan Rima Hanifah Azmi (Mahasiswi PAI Internasional 2018).

Yaitu Yahya Fathur Rozy, debater dari UMS yang dapat meraih titel “Best Speaker” dalam lomba kali ini. Dari lima babak penyisihan, Yahya menjadi pendebat terbaik (Afdhol al-Mutanadhir) sebanyak empat kali. Pertama kali diraihnya ketika melawan UNISZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia, sekaligus mengantarkan UMS untuk meraih kemenangan. Yang kedua diraih ketika melawan Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Sumenep, kemudian kala berhadapan dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan yang terakhir ketika bertarung melawan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dengan raihan empat kali menjadi pendebat terbaik dalam lima babak dengan akumulasi poin pembicara sebesar 415,83, Yahya dinobatkan sebagai Best Speaker pada lomba tersebut yang berarti termasuk dalam 10 Debaters terbaik dari 112 debaters yang bertanding.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Prawoto Mangkusasmito: Guru Muhammadiyah Menjadi Ketum Partai Masyumi

Oleh: Mu'arif*   Lahir di Tirto, Grabag, Magelang, pada 4 Januari 1910, Prawoto Mangkusasmito adalah putra dari Supardjo Mangkusasmito dan Suendah. Menempuh Pendidikan dasar di Hollands...

“Islam Berkemajuan” ala Buya HAMKA

Oleh: Mu’arif Buya HAMKA merupakan ulama Muhammadiyah yang berhasil meninggalkan warisan intelektual Islam yang besar berupa tafsir Alqur’an, yaitu Tafsir Al-Azhar. Selain itu memiliki gagasan...

Manusia Angka

Oleh: Faris Ibrahim*   Cukup aneh bukan? Manusia bisa memprediksi dengan tepat kapan Mars akan berada di langit‒ bahkan untuk seratus tahun ke depan. Namun, lucunya,...

MDMC Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

IBTimes.ID - Singapura (21/08) – Setelah Juni lalu diminta berbicara di PBB, pada tanggal 21 Agustus 2019, Dr. Rahmawati Husein, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan...

Kompleksitas Papua I: Adakah Faktor Amerika?

Oleh: Hasnan Bachtiar Masalah konflik Papua sebenarnya rumit. Lebih rumit dari bayangan kita selama ini. Karenanya, hal ini tidak bisa didudukkan sebagai sekedar masalah pelanggaran...