back to top
Sabtu, Mei 23, 2026

Innovation Summit 2026 Dorong Generasi Muda Jadi Motor Perubahan SDGs

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Semangat generasi muda dalam menghadirkan perubahan sosial kembali mengemuka melalui gelaran Innovation Summit 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian KPM International SDGs Competition 2026.

Agenda yang berlangsung di Amphitheater Lt. 5 Gedung E8 Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (9/5/2026) itu menjadi ruang refleksi sekaligus kolaborasi mengenai masa depan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Mengangkat isu Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, pegiat sosial, dan tokoh pemberdayaan masyarakat untuk membahas tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari ketimpangan pendidikan, persoalan lingkungan, hingga pembangunan sosial yang inklusif.

Innovation Summit menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai bidang, di antaranya Direktur Krapyak Peduli Sampah Andika Muhammad Nuur, Founder Perpustakaan Keliling AGAPE Baltasar Klau Nahak, Kepala Divisi Yayasan SATUNAMA Himawan Satya Pambudi, serta Founder Pengembangan Bisnis dan Merek CV Indigo Biru Baru, Alifia Lutfi Fathimah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan format talk show yang dipandu mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Neng Susi Hasanuddin. Para pembicara membagikan pengalaman langsung mereka dalam menjalankan program sosial berbasis masyarakat dan pengembangan keberlanjutan di berbagai daerah.

Salah satu sorotan utama dalam forum tersebut datang dari Baltasar Klau Nahak yang menilai implementasi SDGs di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam sektor pendidikan.

“Penerapan SDGs di Indonesia masih cukup rumit, mengingat pendidikan di Indonesia masih banyak yang belum merata dan belum tersalurkan dengan baik. Bahkan di ujung Indonesia sana masih ada beberapa daerah yang belum terjamah pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Eco Bhinneka Muhammadiyah Bangun Generasi Muda Lintas Iman Penggerak Keadilan Iklim

SDGs Dinilai Harus Menjadi Gerakan Nyata Generasi Muda

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya dibahas dalam forum internasional atau kebijakan formal semata. Menurut para pembicara, SDGs harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Melalui Innovation Summit 2026, panitia ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan sosial. Anak muda dinilai tidak hanya perlu memahami konsep SDGs secara teoritis, tetapi juga dituntut menghadirkan inovasi dan aksi konkret di lingkungan sekitarnya.

Antusiasme peserta yang hadir dari berbagai latar belakang menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Banyak peserta aktif berdiskusi mengenai peluang kolaborasi sosial, penguatan pendidikan, hingga pengembangan gerakan lingkungan berbasis komunitas.

Kehadiran para pembicara yang memiliki pengalaman langsung di lapangan juga memberikan perspektif bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Melalui forum seperti Innovation Summit, KPM International SDGs Competition berharap lahir lebih banyak anak muda yang tidak hanya kritis terhadap persoalan sosial, tetapi juga mampu menjadi pelopor solusi bagi masa depan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru