back to top
Sabtu, Juni 20, 2026

Menteri Abdul Mu’ti Luncurkan International Class Program SD Mulida Kudus, Siapkan Anak Desa Berdaya Saing Global

Lihat Lainnya

IBTimes.IDDi tengah hamparan sawah dan suasana pedesaan yang masih asri, sebuah ikhtiar besar tengah dirajut oleh SD Aisyiyah Multilingual Darussalam (Mulida) Kudus. Sekolah yang berada jauh dari hiruk-pikuk kota metropolitan itu kini menatap dunia melalui peluncuran International Class Program (ICP), sebuah program pendidikan berbasis standar internasional yang dirancang untuk melahirkan generasi berwawasan global tanpa tercerabut dari akar keislaman dan kebangsaan.

Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. Peluncuran berlangsung di Kampus 2 SD Mulida Kudus pada Sabtu (13/6/2026).

Kehadiran International Class Program SD Mulida Kudus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, kecakapan berbahasa asing, serta karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

International Class Program SD Mulida Kudus dikembangkan melalui kemitraan dengan University of Cambridge. Program ini mengadopsi kurikulum serta standar pembelajaran internasional untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berdaya saing global.


Melalui kolaborasi tersebut, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kemampuan literasi global dan keterampilan berbahasa Inggris. Di saat yang sama, nilai-nilai Islam sebagai identitas dan karakter khas sekolah tetap menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Peluncuran program berlangsung dengan nuansa yang sarat makna. Menteri Abdul Mu’ti bersama pimpinan sekolah dan tamu undangan melakukan penyusunan puzzle secara simbolis sebagai lambang pentingnya kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam membangun masa depan generasi bangsa.

Baca Juga:  Dirjen Diktiristek: Penentuan UKT Mahasiswa oleh Kampus Harus Mengedepankan Asas Berkeadilan dan Inklusivitas

Atmosfer internasional bahkan sudah terasa sejak awal kegiatan. Acara dipandu dalam bahasa Inggris oleh Miss Rosi bersama Ananda Walida, siswi kelas dua SD Mulida. Penampilan keduanya menjadi gambaran nyata dari pembelajaran bahasa asing yang telah dibangun di lingkungan sekolah.

Pendidikan Bertaraf Dunia Tak Harus Lahir di Kota Besar

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Amrina, menegaskan bahwa tantangan pendidikan masa depan tidak semata-mata terletak pada capaian akademik. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dalam lingkungan global juga menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik.

“Tantangan ke depan bukan hanya soal akademik, tetapi juga kemampuan berbahasa yang harus dibarengi dengan akhlak mulia dan rasa percaya diri. Kami ingin menyiapkan anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat sehingga siap menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ujarnya.

Menurut Amrina, International Class Program SD Mulida Kudus dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih beragam dan berdaya saing. Program ini mengintegrasikan penguatan bahasa Inggris, pembelajaran berwawasan global, serta pembentukan karakter unggul sebagai fondasi utama pengembangan peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengaku bangga melihat sekolah bertaraf internasional justru tumbuh di lingkungan pedesaan yang masih dikelilingi sawah dan kebun.

“Saya merasa bangga dan berbahagia karena sekolah internasional ini berada di tengah lingkungan yang masih dikelilingi sawah dan kebun. Ini menunjukkan bahwa pendidikan bertaraf internasional tidak harus lahir di kota-kota besar. Dari desa pun bisa lahir generasi dunia,” kata Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Irsyad Zamjani: Pemerintah Daerah adalah Pilar Penguatan Pendidikan Dasar dan Menengah

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak untuk berkembang sesuai bakat dan potensinya.

“Kita ingin memfasilitasi anak-anak desa agar memiliki mimpi yang besar. Pendidikan harus memberikan kesempatan kepada mereka untuk maju dan berkembang sesuai bakat serta kemampuannya,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kehadiran kelas internasional bukanlah bentuk eksklusivitas pendidikan, melainkan cara untuk menjawab kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

“Generasi muda perlu kita bangun agar mampu memenuhi harapan kita semua, baik harapan Muhammadiyah maupun harapan bangsa dan negara. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah Indonesia ke depan,” tuturnya.

Dari sebuah sekolah yang berdiri di tengah pedesaan Kudus, harapan besar itu kini sedang ditanam. Bahwa pendidikan bertaraf dunia tidak selalu harus lahir dari kota-kota besar. Dari desa, generasi yang siap bersaing di tingkat global pun dapat tumbuh, selama dibangun dengan visi, karakter, dan kesempatan yang sama. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru