back to top
Senin, Mei 25, 2026

9 WNI Korban Penahanan Israel Tiba Kembali di Tanah Air

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan oleh Zionis Israel akhirnya kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu sore.

Kesembilan WNI tersebut diketahui merupakan bagian dari pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza. Mereka berhasil dipulangkan setelah melalui proses panjang pasca dibebaskan dari penahanan otoritas Israel. Pemulangan dilakukan melalui upaya evakuasi dan perlindungan yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri RI bersama perwakilan Indonesia di luar negeri.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, para WNI itu berangkat dari Istanbul menuju Dubai menggunakan maskapai Emirates pada Sabtu (23/5) pukul 19.35 waktu setempat. Selanjutnya, mereka melanjutkan penerbangan dari Dubai ke Jakarta pada Minggu (24/5) pukul 04.10 dan tiba di Indonesia sekitar pukul 15.30 WIB.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono hadir langsung dalam proses penjemputan sembilan WNI tersebut. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembebasan dan pemulangan para relawan kemanusiaan tersebut.

“Hari ini kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat,” ucap Menlu Sugiono dalam konferensi pers yang dilaporkan ANTARA saat penjemputan itu.

Sugiono menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza berada dalam keadaan aman dan selamat.

Baca Juga:  Putri Pakubuwono XIII tentang Suksesi Raja Keraton Surakarta: Satu Suara dan Saling Dukung

Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia juga melakukan berbagai langkah koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah pihak selama proses pembebasan berlangsung.

“Terima kasih kepada Presiden dan DPR RI yang sudah membantu mendorong dalam pembebasan WNI kita, kami sampaikan juga kepada Pemerintah Turkiye, Jordan, Mesir yang juga telah membantu dalam upaya pemulangan warga kita dan juga membantu penjemputan saudara kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono kembali menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan aparat Zionis Israel yang melakukan kekerasan terhadap para relawan kemanusiaan, termasuk WNI yang berada dalam rombongan GSF 2.0.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan oleh Israel kepada saudara-saudara kita. Dan yang jelas ini merupakan satu pelanggaran hukum internasional karena ini ada masyarakat sipil sedang melakukan bantuan kemanusiaan ke saudara kita yang ada di Palestina,” kata dia.

Sebelumnya, seluruh relawan Global Sumud Flotilla dari berbagai negara dilaporkan telah dibebaskan dari penjara Israel. Mereka kemudian dideportasi dan diterbangkan menuju Turkiye.

Setibanya di Istanbul, sembilan WNI peserta flotilla kemanusiaan tersebut terlebih dahulu menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan sebelum dipulangkan ke Indonesia.

“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama.

Baca Juga:  Palestina vs Israel: Perang Kota Suci

Selain itu, para WNI tersebut juga mengaku mengalami tindak kekerasan selama berada dalam penahanan. Mereka menyebut mengalami pemukulan, tendangan, hingga penyetruman yang dilakukan oleh personel militer Israel.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru