back to top
Senin, Mei 25, 2026

Suluh Bangsa untuk Buya Syafii, Pameran Seni Ini Rawat Nurani Kebangsaan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Di tengah situasi sosial dan politik yang kerap dipenuhi polarisasi, ruang kebudayaan kembali dihadirkan sebagai medium merawat nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. MAARIF Institute bersama Kiniko Art menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “Suluh Bangsa: Menjaga Suluh, Merawat Bangsa” di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026).

Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Buya Syafii Maarif sekaligus upaya merawat kembali warisan pemikiran dan keteladanan moral almarhum Ahmad Syafii Maarif bagi generasi muda Indonesia. Melalui seni rupa, puisi, musik, dan orasi budaya, kegiatan ini menghadirkan ruang refleksi tentang pentingnya menjaga etika publik, kejujuran, serta nilai kemanusiaan di tengah perubahan zaman.

Kurator pameran Heru Joni Putra menghadirkan karya dari 18 perupa Indonesia yang menampilkan berbagai tafsir artistik tentang sosok Buya Syafii dan gagasan kebangsaan yang diwariskannya. Seni dipilih sebagai medium utama karena dinilai mampu menyentuh dimensi emosional masyarakat sekaligus melampaui sekat sosial dan politik.

Pemilik Kiniko Art, Jumaldi Alfi, menyampaikan apresiasi atas hadirnya para seniman, budayawan, akademisi, dan masyarakat yang berkumpul dalam ruang kebudayaan tersebut. Sementara itu, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar agenda artistik, melainkan gerakan moral untuk menjaga kesadaran publik.

Merawat Warisan Moral Buya Syafii

Suasana malam budaya semakin khidmat ketika Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, membacakan puisi kebangsaan yang mengenang perjalanan intelektual dan moral Buya Syafii Maarif. Penampilan musisi Sri Krishna melalui lagu Guru Bangsa juga memperkuat nuansa reflektif dalam acara tersebut.

Baca Juga:  Slank Gelar Konser Amal untuk Korban Banjir Sumatera di Bali

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, dalam orasinya mengenang kedekatannya dengan Buya Syafii selama bertahun-tahun. Ia menilai Buya merupakan sosok yang konsisten menjaga integritas dan etika publik di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan.

“Buya Syafii Maarif adalah sosok guru bangsa yang keteladanan moralnya melampaui zaman. Selama 16 tahun berinteraksi erat dengan Buya, saya menyaksikan langsung bagaimana Buya secara konsisten merawat etika publik dan hukum lewat kelenturan serta komunikasi bahasa hati di tengah situasi yang penuh silang sengkarut,” ujarnya.

Fajar juga mengingatkan pentingnya melanjutkan pemikiran Buya agar tetap relevan dengan perkembangan sosial saat ini.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyebut Buya Syafii sebagai figur yang berhasil memadukan peran pemikir, negarawan, budayawan, sekaligus tokoh lintas agama yang dihormati banyak kalangan.

“Buya Syafii Maarif adalah sosok utuh yang merangkum dimensi sebagai pemikir, budayawan, negarawan, sekaligus tokoh lintas agama yang dihormati semua kalangan,” kata Busyro.

Pameran Suluh Bangsa resmi dibuka untuk umum mulai 24 Mei hingga 7 Juni 2026. Melalui kolaborasi ini, MAARIF Institute dan Kiniko Art berharap ruang seni dapat menjadi suluh untuk merawat ingatan kolektif, kemanusiaan, dan semangat kebangsaan Indonesia. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru