back to top
Selasa, Juni 2, 2026

Pelajar Muhammadiyah Jepara Raih Prestasi, Ampas Kopi Disulap Jadi Energi Ramah Lingkungan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan energi berkelanjutan, inovasi sederhana justru lahir dari ruang kelas sebuah sekolah menengah di Kabupaten Jepara. Berangkat dari keresahan terhadap limbah ampas kopi yang kerap berakhir di tempat pembuangan, tiga siswi SMA Muhammadiyah 2 Mayong berhasil mengubahnya menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi.

Inovasi tersebut diberi nama CoffeeBriq, sebuah produk briket ramah lingkungan yang memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan baku utama. Gagasan ini mengantarkan tim “Tiga Serangkai” meraih Juara III dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Zestopia 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara.

Tim yang terdiri dari Naila Azzahra, Salwa Asmaul Khsuna, dan Hanania Afanin berhasil menarik perhatian dewan juri melalui konsep bisnis yang tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi alternatif berbasis ekonomi sirkular.

Di tengah meningkatnya konsumsi kopi masyarakat Indonesia, limbah ampas kopi menjadi persoalan yang jarang mendapat perhatian serius. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

“Ide ini muncul dari keprihatinan terhadap limbah ampas kopi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung ekonomi sirkular,” ungkap salah satu anggota tim.

Baca Juga:  Muhammadiyah Dorong Pesantren Lakukan Efisiensi dan Transisi Energi

Dari Limbah Menjadi Solusi Energi Masa Depan

Melalui CoffeeBriq, para siswi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan inovasi. Ampas kopi yang biasanya dianggap tidak berguna diolah menjadi briket yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk produktif. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, produk ini juga berpotensi menjadi peluang usaha baru yang dapat dikembangkan masyarakat.

Keberhasilan CoffeeBriq menjadi bukti bahwa pelajar tingkat sekolah menengah mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi lingkungan sekitar. Kemampuan berpikir kritis, riset, serta keberanian menawarkan gagasan baru menjadi faktor penting yang mengantarkan tim tersebut meraih prestasi.

Pihak SMA Muhammadiyah 2 Mayong menyambut capaian tersebut sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya riset dan inovasi di kalangan peserta didik.

Riza Ramadhani menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih ketiga siswi tersebut.

“Alhamdulillah, selamat kepada Naila, Salwa, dan Hanania atas raihan Juara 3 LKTI Zestopia UNISNU 2026. Semoga prestasi ini menjadi pengalaman berharga dan memacu semangat untuk terus meraih capaian yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya.

Prestasi CoffeeBriq menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar atau perusahaan teknologi. Dengan kepekaan terhadap masalah di sekitar dan keberanian berpikir kreatif, generasi muda mampu menghadirkan solusi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih berkelanjutan. (NS)

Baca Juga:  BNPB: Ribuan Korban Bencana di Sumatera Memilih Bantuan Tunai Rp600 Ribu daripada Hunian Sementara

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru