back to top
Selasa, Juli 21, 2026

Kemendikdasmen Siap Operasikan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mempersiapkan pembangunan sekaligus operasional 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan mulai berjalan pada tahun 2026 di sejumlah daerah di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah menyiapkan fasilitas kelas transisi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung sambil menunggu pembangunan gedung SNT selesai. Fasilitas tersebut akan memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen maupun lokasi lain yang disediakan pemerintah daerah.

“Sebanyak 17 SNT yang akan beroperasi tahun 2026 telah disiapkan kelas transisi yang memadai, seperti di OIKN, UPT Kemendikdasmen, dan tempat belajar lainnya yang disediakan oleh pemerintah daerah,” katanya dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (Antara/20/7).

Sebanyak 17 SNT tersebut akan dibangun di berbagai wilayah, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kemendikdasmen juga menargetkan pembangunan total 37 SNT pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 17 sekolah akan mulai beroperasi pada 2026, sedangkan 20 SNT lainnya ditargetkan siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027/2028.

Baca Juga:  Wamen Fajar Dorong Parenting Kolaboratif untuk Hadapi Tantangan Era Digital

Dalam jangka panjang, pemerintah berkomitmen memperluas layanan Sekolah Nasional Terintegrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau 500 kabupaten/kota pada tahun 2029.

“SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029,” jelas Mendikdasmen Mu’ti.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kemendikdasmen memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp9,12 triliun melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Dana tersebut akan dicairkan dalam dua tahap dan difokuskan untuk pembangunan serta penyelenggaraan program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Pada tahap pertama, pemerintah mengalokasikan ABT sebesar Rp204,5 miliar. Sementara itu, pencairan tahap kedua mencapai Rp8,9 triliun guna mendukung percepatan realisasi program prioritas Presiden di bidang pendidikan.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru